Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BRI Rajai Penyaluran KUR di NTB, Capai Rp1,95 Triliun!

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 18 Agustus 2024 | 13:59 WIB
BRI Rajai Penyaluran KUR di NTB, Capai Rp1,95 Triliun!
Ilustrasi. (Dok: Bank BRI)

Suara.com - Bank Rakyat Indonesia mengukuhkan diri sebagai penyalur kredit untuk pembiayaan ultramikro dan kredit usaha rakyat di Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Nusa Tenggara Barat (DJPb NTB), total skema pembiayaan ini, sebagai bagian dari program pemerintah, mencapai Rp3,41 triliun per 31 Juli 2024.

"Kredit program telah menjangkau 81.208 debitur di Nusa Tenggara Barat," ujar Kepala Kantor Wilayah DJPb NTB Ratih Hapsari Kusumawardani dalam keterangannya di Mataram, NTB, Jumat lalu.

Ratih menjelaskan bahwa penyaluran kredit terbanyak adalah untuk skema kredit usaha rakyat (KUR) mikro dengan total Rp2,06 triliun, diikuti oleh KUR kecil sebesar Rp1,19 triliun, ultramikro (UMi) Rp86,12 miliar, KUR supermikro Rp65,01 miliar, dan KUR tenaga kerja Indonesia sebesar Rp60 juta.

Menurutnya, kredit program ini mendukung perekonomian masyarakat dan hampir mencakup seluruh sektor usaha.

Sektor perdagangan dan eceran adalah yang paling banyak menerima kredit, dengan 43.251 debitur yang mendapatkan total Rp1,68 triliun. Di sektor pertanian, perburuhan, dan kehutanan, terdapat 28.897 debitur yang memperoleh total kredit Rp1,14 triliun.

Sektor industri pengolahan dengan 3.166 debitur menerima kredit Rp118,3 miliar; sektor jasa, sosial, budaya, hiburan, dan perorangan dengan 3.595 debitur mendapat kredit Rp173,15 miliar; dan sektor jasa kesehatan serta kegiatan sosial dengan 34 debitur meraih total kredit Rp4,9 miliar.

Dari dua kota dan delapan kabupaten di Nusa Tenggara Barat, jumlah debitur terbesar terdapat di Kabupaten Lombok Timur dengan 15.509 debitur, diikuti Kabupaten Lombok Tengah dengan 15.206 debitur, Kabupaten Sumbawa sebanyak 12.609 debitur, dan Kabupaten Bima dengan 9.718 debitur.

Penyaluran kredit dilakukan melalui berbagai penyalur KUR, termasuk bank umum pemerintah, bank swasta, bank pembangunan daerah, perusahaan pembiayaan, dan koperasi simpan pinjam.

"Di NTB, BRI adalah penyalur utama dengan total kredit Rp1,95 triliun. Bank Mandiri berada di posisi kedua dengan total kredit sebesar Rp614,5 miliar," tutup Ratih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI dan Pertamina Kolaborasi, Mudahkan Transaksi Nontunai Masyarakat Papua

BRI dan Pertamina Kolaborasi, Mudahkan Transaksi Nontunai Masyarakat Papua

Bisnis | Minggu, 18 Agustus 2024 | 13:47 WIB

Semangat Nusantara Baru, BRI Manado Kobarkan Optimisme Ekonomi Sulut

Semangat Nusantara Baru, BRI Manado Kobarkan Optimisme Ekonomi Sulut

Bri | Minggu, 18 Agustus 2024 | 13:42 WIB

Lomba Hias Lapak ala BRI, Cara Pedagang di Pasar Aurduri Rayakan Kemerdekaan

Lomba Hias Lapak ala BRI, Cara Pedagang di Pasar Aurduri Rayakan Kemerdekaan

Bri | Minggu, 18 Agustus 2024 | 13:36 WIB

Terkini

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:14 WIB

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:03 WIB

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:01 WIB

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:35 WIB

Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin

Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:25 WIB