Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Apa Itu OKX: Trading Kripto, Kelebihan, Kontroversi, Biaya dan Koin Perdagangan

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 30 Agustus 2024 | 18:29 WIB
Apa Itu OKX: Trading Kripto, Kelebihan, Kontroversi, Biaya dan Koin Perdagangan
OKX

Suara.com - OKX, yang sebelumnya dikenal sebagai OKEx, adalah platform pertukaran mata uang kripto yang didirikan pada tahun 2017 oleh Xu Mingxing dan awalnya berbasis di Hong Kong. Meskipun masih memiliki kantor di Hong Kong, saat ini markas besar OKX berada di Malta, karena negara ini menawarkan regulasi yang mendukung untuk industri kripto.

OKX menjadi salah satu pilihan favorit bagi banyak trader kripto, terutama bagi mereka yang ingin memperdagangkan berbagai jenis altcoin. Platform ini secara aktif berusaha mendukung pencatatan token dari penawaran koin perdana (ICO) terbaru yang ada di pasar. Selain itu, OKX dikenal karena dukungannya bagi trader di Asia, termasuk penyediaan transaksi dalam mata uang Yuan Tiongkok, yang jarang didukung oleh bursa lain.

Platform ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia dalam hal volume perdagangan kripto, yang didukung oleh data internal mereka dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkenal di industri kripto, seperti kemitraan dengan Lightning Labs untuk mengintegrasikan Bitcoin Lightning Network ke dalam platform mereka.

Berkantor pusat di Malta memberikan OKX keuntungan lokasi, karena Malta dikenal sebagai tempat bagi banyak perusahaan besar di industri kripto dan memiliki reputasi yang baik dalam hal transparansi dan regulasi.

OKX mematuhi semua peraturan KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering) yang diwajibkan, serta menerapkan autentikasi dua faktor untuk meningkatkan keamanan akses pengguna ke platform.

Ilustrasi kripto (unsplash)
Ilustrasi kripto (unsplash)

Meski demikian, OKX pernah mengalami beberapa masalah terkait pendiri dan pihak-pihak pendukungnya dari Tiongkok, termasuk beberapa kali penangkapan yang melibatkan Xu Mingxing pada akhir 2020 atas tuduhan penipuan.

Hal ini menyebabkan penangguhan sementara penarikan dana di platform tersebut. Ada juga laporan sebelumnya tentang peretasan yang mengakibatkan hilangnya kripto dari beberapa pengguna.

Karena hubungan Tiongkok dengan sektor kripto yang cenderung fluktuatif, keamanan dan masa depan OKX sebagai bursa masih sulit untuk diprediksi, meskipun volume perdagangan yang besar menjadi nilai tambah tersendiri.

Dalam perdagangan spot, OKX menawarkan lebih dari 150 jenis koin yang, dikombinasikan dengan berbagai pasangan mata uang, menghasilkan lebih dari 450 opsi perdagangan. Jumlah ini terus bertambah karena dukungan platform untuk mencatat koin dan token baru secara teratur. OKX juga memiliki token asli mereka, OKB, yang bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai keuntungan di platform.

OKX juga mendukung perdagangan margin dengan leverage hingga 10:1 di pasar spot, atau hingga 100:1 untuk kontrak berjangka seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin. Selain itu, platform ini menawarkan fitur tambahan seperti meminjamkan atau mempertaruhkan koin untuk mendapatkan bunga, serta meminjam koin dari pengguna lain dengan tingkat bunga yang ditentukan.

Platform OKX tersedia dalam bentuk berbasis web dan desktop, serta kompatibel untuk perdagangan melalui perangkat seluler Android dan iOS. Platform ini dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna, memudahkan baik trader pemula maupun berpengalaman untuk bernavigasi dan memanfaatkan berbagai alat perdagangan yang tersedia.

Biaya dan Administrasi

Dalam hal biaya perdagangan, OKX menerapkan sistem berjenjang yang sangat kompetitif. Biaya perdagangan tertinggi adalah 0,15% untuk pembuat (maker) dan 0,2% untuk pengambil (taker), tetapi biaya ini bisa turun hingga 0,02% untuk pengambil dan -0,01% untuk pembuat di tingkat tertinggi. Biaya penarikan juga relatif rendah dibandingkan bursa lain, dengan biaya sekitar 0,0004 BTC untuk Bitcoin dan 0,003 ETH untuk Ethereum.

Desclaimer: Redaksi Suara.com tidak pernah meminta atau menawarkan Anda untuk berinvestasi dalam bentuk apapun. Redaksi hanya menyampaikan kabar dan informasi. Keputusan dan risiko ada di tangan pembaca sepenuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Hybrid akan Mendapatkan Insentif dari Pemerintah? Ini Penjelasannya

Mobil Hybrid akan Mendapatkan Insentif dari Pemerintah? Ini Penjelasannya

Otomotif | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 08:09 WIB

Bitcoin Berpotensi Capai Harga US$100.000 di Akhir Tahun: Analis

Bitcoin Berpotensi Capai Harga US$100.000 di Akhir Tahun: Analis

Bisnis | Rabu, 28 Agustus 2024 | 14:05 WIB

Para Pakar Ungkap Kunci Sukses Pengembangan Web3 di Indonesia, Ini Rahasianya

Para Pakar Ungkap Kunci Sukses Pengembangan Web3 di Indonesia, Ini Rahasianya

Bisnis | Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:31 WIB

Terkini

Indri Wahyuni Juri LCC MPR  Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:58 WIB

Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal

Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:43 WIB

Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram

Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:21 WIB

BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit

BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:19 WIB

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:14 WIB

Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI

Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:08 WIB

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:49 WIB

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:43 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, Saham 'Gorengan' dan 'Konglomerat' Bisa Bikin IHSG Turun Kelas!

Jelang Pengumuman MSCI, Saham 'Gorengan' dan 'Konglomerat' Bisa Bikin IHSG Turun Kelas!

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:39 WIB