Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Sempat Jadi Polemik, Begini Kabar Investasi Rp 175 Triliun di Pulau Rempang

Achmad Fauzi

Jum'at, 13 September 2024 | 10:15 WIB
Sempat Jadi Polemik, Begini Kabar Investasi Rp 175 Triliun di Pulau Rempang
Rempang [suara.com/elizagusmeri]

Suara.com - Investasi di Pulau Rempang ternyata belum terealisasi sampai saat ini. Padahal, investasi di wilayah Kepulauan Riau itu sempat menjadi polemik nasional.

Salah satu perusahaan yang akan berinvestasi yaitu Xinyi Group dengan nilai USD 11,6 miliar atau setara Rp 175 triliun. Rencananya, Xinyi Group akan membangun industri kaca dan kaca panel surya.

Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala BKPM Yuliot Tanjung mengatakan, investasi Xinyi Group mundur di tahun 2025. Padahal sebelumnya, nota kesepahaman telah ditandatangani pada tahun 2023 silam.

"Target groundbreaking tahun depan. Kita usahakan triwulan I-2025. Tapi kita lihat kondisinya terlebih dahulu. Ini kan banyak yang kita harus selesaikan," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta yang dikutip, Jumay (13/9/2024).

Yuliot menuturkan, kekinian pemerintah juga tengah membereskan masalah lahan yang menjadi lokasi pembangunan industri tersebut.

Selain itu, pemerintah juga telah membayarkan ganti rugi kepada masyarakat dari lahan yang telah dibebaskan.

"Yang di Rempang kan kita lagi menyiapkan lokasinya terlebih dahulu. Untuk lokasi pelepasan kawasan hutannya kan sudah. Ini ada masyarakat yang berkebun di kawasan hutan ini kan harus kita selesaikan. Dan juga sebagian ganti rugi kepada masyarakat itu sudah dilaksanakan," imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengklarifikasi soal investasi Xinyi Group Rp 175 triliun di Pulau Rempang, Batam. Dia dituduh berbohong soal nilai investasi yang ramai dibahas di media sosial.

Namun, Bahlil secara tegas menjawan bahwa, sejak dirinya menjadi Menteri Investasi tidak ada investasi yang tak lolos atau tak terealisasi.

baca juga

"Ini penting saya luruskan, agar seolah-olah ada orang bilang saya bodoh katanya. Ada yang bilang ini menteri investasi bodoh atau bohong. Saya mau kasih tahu pimpinan, sejak saya jadi menteri investasi, mana pernah saya bohongi publik atau bohong terhadap investasi yang telah saya sampaikan kemudian tidak terealisasi," kata dia.

Bahlil memaparkan, investasi rempang sebenarnya terbagi dalam berapa sisi dan dilakukan secata grup. Selain pabrik kaca panel surya, Xinyi Group juga membangun kawasan terintegrasi, mulai dari pemrosesan pasir silika, industri soda abu, industri kaca float.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko PMK: Tak Ada Jaminan Kenaikan Investasi Serap Tenaga Kerja

Menko PMK: Tak Ada Jaminan Kenaikan Investasi Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Kamis, 12 September 2024 | 16:49 WIB

6 Tahun Mangkrak, Pabrik Petrokimia Milik Lotte Senilai Rp59 Triliun Kelar Maret 2025

6 Tahun Mangkrak, Pabrik Petrokimia Milik Lotte Senilai Rp59 Triliun Kelar Maret 2025

Bisnis | Kamis, 12 September 2024 | 13:50 WIB

Pemerintah Diminta Tertibkan Perusahaan yang Diduga Memanfaatkan TKDN IK

Pemerintah Diminta Tertibkan Perusahaan yang Diduga Memanfaatkan TKDN IK

Bisnis | Kamis, 12 September 2024 | 08:57 WIB

Terkini

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×