Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Geger Kasus Sodomi di Panti Asuhan Milik GISB, Global Ikhwan Malaysia Perusahaan Apa?

Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 17 September 2024 | 13:17 WIB
Geger Kasus Sodomi di Panti Asuhan Milik GISB, Global Ikhwan Malaysia Perusahaan Apa?
Global Ikhwan Services and Business Holdings atau GISB (youtube IkhwanTV Official)

Suara.com - Baru-baru ini masyarakat digemparkan oleh pengakuan dari pimpinan Global Ikhwan Malaysia (GISB) atas terjadinya praktek sodomi di panti asuhan yang mereka kelola. Sekilas, mari membahas lebih jauh Global Ikhwan Malaysia perusahaan apa dan bagaimana kasus ini bisa terjadi.

Pernyataan ‘pengakuan’ ini sendiri disampaikan oleh  Kepala Eksekutif, Nassiruddin Ali, dalam video di halaman Facebook resmi dari GISB pada hari Sabtu lalu. Dinyatakan bahwa perusahaan telah melanggar beberapa undang-undang, namun tidak disebutkan apa undang-undang yang dilanggar.

Sekilas Mengenal Global Ikhwan Malaysia

Global Ikhwan Malaysia sendiri merupakan bagian dari Global Ikhwan Services and Business Holdings Malaysia (GISB). Perusahaan ini telah dikaitkan dengan Al-Arqam, sebuah sekte keagamaan yang telah dilarang oleh pemerintah sejak tahun 1994 lalu.

Perusahaan ini kemudian mengakui keterkaitan tersebut, dan bermetamorfosa menjadi jaringan perusahaan Islam yang mendasarkan aktivitasnya pada prinsip-prinsip muslim pada banyak sektor bisnis yang dijalankannya.

Dalam situs yang mereka miliki, Global Ikhwan Malaysia menjadi bagian dari GISB. GISB sendiri bergerak di berbagai sektor bisnis, mulai dari pendidikan, keuangan, komunikasi, pertanian, medis, manufaktur, hingga pariwisata.

GISB memiliki berbagai bisnis mulai dari binatu, minimarket, toko roti hingga restoran. Mengutip dari Antara, GISB memiliki anak perusahaan di Indonesia yaitu PT Global Ikhwan Grup Indonesia. Perusahaan itu memproduksi songkok, konveksi, makanan hingga minuman.

Perusahaan tersebut juga mempunya peternakan Wadi Barokah di Bogor, Galeri Ikhwan dan Konveksi di sejumlah kota, fasilitas pendidikan Wadi Harapan mulai playgroup hingga sekolah menengah, restoran, swalayan hingga perhotelan.

Tidak hanya ada di Malaysia saja, namun jaringan bisnisnya telah menggurita di Indonesia, Singapura, Mesir, Arab Saudi, Prancis, Australia, dan Thailand. Tentu, dengan jaringan seluas ini bisnis yang dikelola GISB bukan merupakan bisnis skala kecil.

Dugaan Kasus

Pengakuan atas satu atau dua kasus sodomi di salah satu panti asuhan yang memiliki keterkaitan dengan Global Ikhwan Malaysia sendiri terlontar dari Nasiruddin Ali. Namun ia membantah adanya kekerasan di panti asuhan yang menampung setidaknya 402 anak tersebut.

Namun demikian pihak kepolisian setempat telah menyelamatkan ratusan anak dari panti asuhan yang dijalankan oleh sebuah perusahaan Islam yang mengeksploitasi pekerjanya.

Pada 13 September 2024 lalu, pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa banyak anak yang mengalami cedera fisik dan seksual, sementara setidaknya 13 anak tercatat telah menjadi korban sodomi.

Bantahan kemudian dilontarkan oleh pihak GISB, bahwa mereka tidak mengelola panti asuhan tersebut. Hal serupa juga dilakukan pada tuduhan penganiayaan dan eksploitasi pekerja. Kasus ini sendiri tengah didalami oleh pihak kepolisian setempat untuk menemukan berbagai bukti tambahan lain untuk dapat dituntaskan secara hukum.

Itu tadi sekilas tentang informasi Global Ikhwan Malaysia perusahaan apa yang dapat dibagikan dalam artikel singkat kali ini. Semoga menjadi artikel yang bermanfaat untuk Anda, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Sekte Al-Arqam dan Kaitannya di Kasus Sodomi Global Ikhwan hingga Ayah Atta Halilintar Terseret

Sejarah Sekte Al-Arqam dan Kaitannya di Kasus Sodomi Global Ikhwan hingga Ayah Atta Halilintar Terseret

News | Senin, 16 September 2024 | 16:28 WIB

402 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Malaysia, Polisi Amankan Guru Agama Hingga Pengasuh

402 Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Malaysia, Polisi Amankan Guru Agama Hingga Pengasuh

News | Jum'at, 13 September 2024 | 02:25 WIB

Lawan Pelecehan, Mengapa Anak-Anak Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual?

Lawan Pelecehan, Mengapa Anak-Anak Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual?

Your Say | Selasa, 10 September 2024 | 08:58 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB