Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Dari Dapur Rumah, Usaha Minosorghum Tembus Pasar Nasional dengan Dukungan Digital BRIncubator

M Nurhadi

Jum'at, 27 September 2024 | 13:20 WIB
Dari Dapur Rumah, Usaha Minosorghum Tembus Pasar Nasional dengan Dukungan Digital BRIncubator
Poppy (kiri) memamerkan produk olahan sorghum, Minosorghum di salah satu pameran di Yogyakarta [Suara.com/Hadi]

Suara.com - Sorghum, yang sebelumnya jarang dilirik, mulai mendapat perhatian lebih besar usai pemerintah mulai melirik untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi komoditas pangan alternatif ini.

Pesona sorghum sempat mencuri perhatian saat Indonesia terdampak krisis gandum dunia pada tahun 2022 yang membuat kebutuhan gandum dalam negeri tergucang.

Kala itu, produsen gandum seperti Kazakhstan, Kirgistan, India, Afghanistan, Aljazair, Kosovo, Serbia, dan Ukraina menghentikan ekspor guna memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka. Dampaknya, Indonesia kelimpungan, sorghum lantas hadir sebagai angin segar yang menjanjikan.

Pemerintah pun mendorong pengembangan tanaman ini sebagai pengganti gandum. Sorghum adalah tanaman dari keluarga padi, jagung, dan gandum, dan meskipun sering dianggap hanya sebagai pakan ternak, ia memiliki kandungan nutrisi dan karbohidrat yang tinggi, menjadikannya sumber pangan yang kaya manfaat.

Di balik potensi besar tersebut, seorang perempuan bernama Poppy Sri muncul sebagai pelopor yang berhasil mengubah stigma sorghum dari sekadar pakan ternak menjadi makanan lezat dan sehat melalui usahanya, Minosorghum. Dari tangan kreatif Poppy, sorghum diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti kue brownies, keripik, hingga cookies.

"Minosorghum berasal dari nama tempat tinggal saya, Minomartani, Ngaglik, Sleman," kata Poppy dengan senyum bangga saat menceritakan awal mula perjalanannya kepada Suara.com.

Minosorghum sendiri berawal dari proyek sang suami yang bekerja sama dengan seorang dosen dari Universitas Gadjah Mada untuk membuat mesin pemeras nira sorghum, bahan yang digunakan untuk campuran hand sanitizer.

Namun, Poppy merasa sayang melihat banyak bagian dari tanaman sorghum yang terbuang percuma. Penasaran, ia membeli tepung sorghum dan mencoba membuat brownies, yang ternyata banyak disukai oleh teman dan tetangganya.

Tanpa modal, hanya keinginan yang kuat, Poppy memulai perjalanan usahanya. Kesempatan ini datang saat banyak orang mulai mencari makanan bebas gluten yang baik untuk kesehatan. Ternyata, brownies sorghum miliknya menjadi jawaban bagi mereka yang ingin menikmati camilan lezat tanpa khawatir kandungan gluten. Selain itu, sorghum juga mengandung banyak serat dan zat besi yang bermanfaat untuk kesehatan, menjadikannya pilihan tepat bagi yang ingin menjaga pola makan sehat.

Poppy bersama produk olahan sorghum yang ia bangun, Minosorghum di salah satu pameran di Yogyakarta [Suara.com/Hadi]
Poppy bersama produk olahan sorghum yang ia bangun, Minosorghum di salah satu pameran di Yogyakarta [Suara.com/Hadi]

Menerjang Pandemi dan Sukses Berkat Dukungan BRI

Awal perjalanannya memang tak selalu mulus. Ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia, Poppy, yang juga bekerja sebagai guru honorer, harus menjalani aktivitas dari rumah. Namun, Poppy tidak menyerah. Justru di masa sulit itulah ia semakin giat mengembangkan usahanya, bergabung dengan berbagai komunitas UMKM di Sleman dan mendapat dukungan untuk mendaftarkan produknya ke LPPOM MUI untuk label halal dan P-IRT.

Tidak hanya berhenti di situ, Poppy juga berkesempatan mengikuti program BRIncubator yang didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program ini memberi pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu bersaing dan berkembang lebih luas hingga mancanegara. Berkat pelatihan tersebut, Poppy semakin percaya diri dalam memasarkan produknya.

"BRIncubator memberikan banyak pengetahuan tentang digital marketing dan packaging, sehingga produk kami bisa lebih dikenal dan diterima oleh pasar," ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2018 silam, program inkubasi bisnis untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, di bidang pariwisata, pertanian subsektor kuliner, fashion, dan kriya ini sudah banyak membantu ribuan pelaku UMKM.

Seperti tujuan awalnya, BRIncubator berhasil mendukung modernisasi UMKM agar berorientasi pada penggunaan teknologi dan mampu menciptakan teknopreneur di seluruh pelosok negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pinjaman Rp30 Juta di BRI, Cicilan per Bulan Berapa?

Pinjaman Rp30 Juta di BRI, Cicilan per Bulan Berapa?

Bisnis | Jum'at, 27 September 2024 | 11:21 WIB

Bunga Rendah, Modal Lancar! Cek Syarat Pinjaman KUR BRI 2024

Bunga Rendah, Modal Lancar! Cek Syarat Pinjaman KUR BRI 2024

Bri | Jum'at, 27 September 2024 | 11:15 WIB

Ajukan KUR BRI Online, Plafon Hingga Rp500 Juta, Tenor 5 Tahun

Ajukan KUR BRI Online, Plafon Hingga Rp500 Juta, Tenor 5 Tahun

Bri | Jum'at, 27 September 2024 | 10:37 WIB

Terkini

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:03 WIB

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:52 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:42 WIB

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:35 WIB

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:16 WIB

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB

Program MBG Terus Jalan, Tapi Anggarannya Tak Lagi Rp 268 Triliun

Program MBG Terus Jalan, Tapi Anggarannya Tak Lagi Rp 268 Triliun

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:13 WIB

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:53 WIB