Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.185,783
LQ45 612,558
Srikehati 299,552
JII 369,759
USD/IDR 17.990

Data Mengejutkan Penurunan Daya Beli Masyarakat 2019-2024, Apa Penyebabnya?

M Nurhadi

Minggu, 29 September 2024 | 14:09 WIB
Data Mengejutkan Penurunan Daya Beli Masyarakat 2019-2024, Apa Penyebabnya?
Masyarakat berjalan di pedestrian di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ketidakpastian ekonomi, e-Commerce, pinjaman online (Pinjol), peningkatan pajak hingga judi online (Judol) diduga kuat jadi penyebab daya beli masyarakat turun. Data penurunan daya beli masyarakat tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 dan 109 tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur (Presdir) PT. Bank Central Asia Tbk (BCA).

Pinjol contohnya, Presdri BCA mengatakan,, pinjol dan judol menggerogoti daya beli masyarakat. Hal itu tidak hanya terjadi pada kalangan menengah saja tetapi juga orang-orang dari kelas ekonomi atas. Penyebab daya beli masyarakat turun diawali dengan kemunculan subsidi belanja online dari platform e-commerce paska pandemi Covid-19.

Seperti yang telah diketahui bahwa selama pandemi, platform e-commerce memberikan diskon, gratis ongkos kirim, dan promo lainnya untuk mendapatkan income dari pengguna. Di tahun 2022, uang yang digelontorkan untuk subsidi belanja online ini tembus Rp80 triliun.

Kemudian terjadi ledakan paska pandemi, e-commerce mengurangi subsidi tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Alhasil, masyarakat yang semula bergantung pada subsidi dari e-commerce menghemat pengeluaran mereka. Di sisi lain, setelah pandemi masyarakat mulai menggunakan Pinjol.

Syarat pengajuan pinjol yang dipermudah membuat pinjol laku keras. Akan tetapi, kemunculan pinjol ini terlambat diantisipasi sehingga banyak masyarakat yang juga terjebak dalam pinjol ilegal yang menjerat mereka dengan bunga tinggi. Agar bisa menutupi pinjaman tersebut, masyarakat terpaksa membayar dengan mengurangi kemampuan belanja mereka atau pinjam lagi ke platform pinjol lain. Hal itu bisa menyebabkan seseorang lari dari satu pinjol ke pinjol yang lain.

Hal ini diperburuk dengan kebijakan pemerintah yang meningkatkan pajak. Peningkatan pajak cenderung mengurangi daya beli masyarakat karena pajak mengurangi pendapatan riil. Pajak dipotong dari penghasilan, sehingga ketika pajak naik, pendapatan riil berkurang, yang berarti seseorang bisa membeli lebih sedikit barang dan jasa dibandingkan sebelum kenaikan pajak.

Ketidakpastian ekonomi belakangan juga jadi sorotan pasca Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2020 hingga 2023 silam.

Data Penurunan Daya Beli Masyarakat Tahun 2024 Dibandingkan 2023 dan 2019

Perbedaan data penurunan daya beli masyarakat tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 dan 2019 dapat kita telusuri dari tingkat inflasinya. Di tahun 2023, tingkat inflasi mencapai 2.61 persen. Tingkat inflasi tersebut merupakan terendah dalam kurun waktu 20 tahun. Akan tetapi, daya beli masyarakat justru melemah.

baca juga

Daya beli masyarakat dihitung dari komponen inflasi inti yang merupakan indikator untuk mengukur inflasi di luar harga pangan dan bahan bakar sehingga sifatnya cenderung menetap atau persisten. Komponen inflasi inti diukur dengan mempertimbangkan interaksi permintaan-penawaran, sehingga digunakan untuk mengetahui daya beli masyarakat. Inflasi inti bisa mencerminkan daya beli masyarakat secara agregat.

Konsumsi rumah tangga masyarakat atau kemampuan daya beli masyarakat di tahun 2024 berdasarkan id.tradingeconomics.com berdasarkan data per Juni 2024 adalah Rp 1.66 miliar. Kemudian di tahun 2023 daya beli masyarakat tercatat mencapai Rp1.58 miliar.

Lalu di tahun 2019, daya beli masyarakat hanya Rp1.44 miliar. Sebetulnya, daya beli masyarkat di tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan ditahun 2023 dan 2019. Akan tetapi, angka tersebut tidak memiliki perbedaan signifikan dibandingkan tahun 2019. Terlebih, pengeluaran mereka kebanyakan untuk pinjol, judol, dan e-commerce. Daya beli masyarakat di tahun 2024 mengalami tekanan disebabkan juga oleh kenaikan harga kebutuhan pokok dan pendapatan yang stagnan.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suku Bunga The Fed Berpotensi Turun, Inflasi AS Cetak Rekor Terendah Sejak 2021

Suku Bunga The Fed Berpotensi Turun, Inflasi AS Cetak Rekor Terendah Sejak 2021

Bisnis | Rabu, 18 September 2024 | 12:40 WIB

Plt. Sekjen Kemendagri Tekankan Pentingnya Aksi Cepat Atasi Harga Komoditas di Atas HET

Plt. Sekjen Kemendagri Tekankan Pentingnya Aksi Cepat Atasi Harga Komoditas di Atas HET

News | Selasa, 17 September 2024 | 13:25 WIB

Plt. Sekjen Kemendagri Minta Pemda dengan IPH Tinggi Cermati Penyebab Kenaikan

Plt. Sekjen Kemendagri Minta Pemda dengan IPH Tinggi Cermati Penyebab Kenaikan

News | Selasa, 17 September 2024 | 13:23 WIB

Terkini

Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending

Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending

Entertainment | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar

Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti

4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:05 WIB

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Ribuan Ijazah SMA-SMK Negeri di Riau Belum Diambil, Dinas Pendidikan: Gratis!

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:49 WIB

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

Pakai Rompi Oranye, Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Mahrus Ali Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:47 WIB

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41 WIB

×