Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Wiralodra, Cara Warga Balongan Jadikan Sampah Bernilai Ekonomi

Iwan Supriyatna

Rabu, 02 Oktober 2024 | 08:59 WIB
Wiralodra, Cara Warga Balongan Jadikan Sampah Bernilai Ekonomi
PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balongan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berencana mendirikan bank sampah di sekitar Desa Balongan.

Suara.com - Bisa jadi, banyak yang salah paham tentang bank sampah. Pasalnya, kata “bank” sudah terasosiasi dengan kegiatan yang bersifat menyimpan sesuatu. Di benak sebagian masyakat awam, pembangunan bank sampah berarti kegiatan mengumpulkan atau menumpuk sampah. Bank sampah sama dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah pemahaman itu pernah terjadi di Indramayu pada 2016. Saat itu, PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balongan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berencana mendirikan bank sampah di sekitar Desa Balongan. Masyarakat sontak menolak program tersebut. Mereka mendatangi kantor Humas Kilang Balongan, memblokade jalan, dan menuntut agar program bank sampah dibatalkan.

Matori, atau yang akrab disapa Mamat, sebagai pamong desa dan aktivis buruh migas, memimpin aksi demonstrasi tersebut. Mereka merasa bahwa program tersebut tidak akan membawa manfaat, berdampak negatif pada lingkungan masyarakat serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.

“Lebih baik membangun Bank BRI daripada bangun Bank Sampah. Merusak lingkungan masyarakat saja,” ujar Mamat, mengenang saat-saat demo tersebut.

Pihak KPI Unit Balongan kemudian melakukan pendekatan secara bertahap untuk mengatasi persoalan tersebut. Pada 2016, perusahaan melakukan penelitian social mapping untuk memahami dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Dari hasil penelitian tersebut, perusahaan menyadari pentingnya mediasi langsung dengan berbagai pihak yang ada di Balongan. Mediasi dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD). Tokoh-tokoh masyarakat, termasuk pemimpin desa, tokoh agama, dan aktivis seperti Mamat hadir dalam kegiatan tersebut.

KPI Unit Balongan menyampaikan visi dan misi bank sampah dengan jelas kepada masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan. Akhirnya, Mamat dan Masyarakat yang sebelumnya paling lantang menentang pembangunan bank sampah berbalik sikap mendukung dan proaktif mensosialisasikan bank sampah kepada masyarakat.

“Perusahaan menyadari Mamat dipandang sebagai aktor potensial yang dapat mempengaruhi orang-orang di sekitarnya,” tutur Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI Unit Balongan Mohamad Zulkifli. 

Desa Balongan terletak di tepi Laut Jawa. Pemandangannya sebenarnya cukup indah. Kehidupan masyarakat mayoritas sebagai nelayan. Di tengah kehidupan desa yang sederhana, berdiri kilang Balongan sejak 1994 sampai sekarang. Perusahaan berusaha menjangkau masyarakat lewat berbagai program CSR yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan di sekitar Balongan.

baca juga

Salah satu masalah yang muncul adalah sampah yang bertumpuk mengotori lingkungan, terutama di area sungai dan daratan sekitarnya. Mamat, yang telah berkomunikasi intens dengan KPI Unit Balongan, mendiskusikan cara menangani sampah tersebut.

Hasil diskusi mengerucut pada pemahaman bahwa permasalahan sampah hanya dapat diatasi dengan partisipasi seluruh warga Masyarakat. Akhirnya, Mamat disarankan untuk membentuk kelompok masyarakat yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang memiliki visi misi yang sama untuk menjaga lingkungan.

Pada 2016, Mamat bersama sembilan orang warga Balongan membentuk kelompok Bank Sampah Widara, gagasan yang dahulu pernah didemo olehnya. Kata “Widara” diambil sebagai penanda bahwa bank sampah itu dilahirkan dari musyawarah kelompok yang berkumpul di bawah pohon bidara. Bank sampah itu kemudian menjadi kelompok binaan KPI Unit Balongan.

“Di Desa Balongan banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, membakar sampah, serta minim fasilitas pengelolaan sampah terpadu seperti tong sampah, tempat pembuangan sementara, dan belum adanya sistem pengumpulan sampah yang baik. Masyarakat juga belum paham mengenai konsep bahwa mengolah sampah dapat menjadi jalan rezeki karena dapat menghasilkan nilai ekonomi,” papar Mamat.

Pada tahap awal operasional Bank Sampah Widara, Mamat dan kelompok menginisiasi banyak kegiatan pengelolaan lingkungan dan pengurangan sampah terintegrasi. Mereka menargetkan tujuan untuk menjadi pelopor penggerak kampung bebas sampah.

Aktivitas kelompok ini terus berkembang hingga Mamat mempelopori terbentuknya Wilayah Pengelolaan Daur Ulang Sampah yang dikenal dengan Wiralodra pada 2019. Fokus utama kelompok ditahun pertama adalah kegiatan penanganan sampah organik melalui budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikenal Sebagai Negara Terbersih, Jepang Kenalkan Kompetisi Supogomi di Indonesia: Apa Itu?

Dikenal Sebagai Negara Terbersih, Jepang Kenalkan Kompetisi Supogomi di Indonesia: Apa Itu?

Lifestyle | Selasa, 01 Oktober 2024 | 20:58 WIB

Jadi Ancaman Serius Bagi Lingkungan, Ini Langkah Mengolah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Tambah

Jadi Ancaman Serius Bagi Lingkungan, Ini Langkah Mengolah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Tambah

Lifestyle | Selasa, 01 Oktober 2024 | 17:52 WIB

Indosat Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan lewat Sampah Jadi Pulsa

Indosat Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan lewat Sampah Jadi Pulsa

Tekno | Selasa, 01 Oktober 2024 | 08:18 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×