Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lewat Sribu Para Pekerja yang Terkena PHK Bisa Raih Pendapatan Jadi Freelancer

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:46 WIB
Lewat Sribu Para Pekerja yang Terkena PHK Bisa Raih Pendapatan Jadi Freelancer
Sribu meluncurkan kampanye nasional terbaru bertajuk #SribuinAja untuk mendukung transformasi bisnis di era digital.

Suara.com - Sribu, platflorm freelancer, berupaya untuk mengentaskan pengangguran dengan mengajak masyarakat menjadi karyawan lepas. Para pekerja yang terkena PHK bisa mencari peruntungan dengan keahlian yang dimiliki lewat platform Seribu.

CEO Sribu, Ryan Gondokusumo menjelaskan, Visi Sribu adalah menciptakan dunia di mana setiap bisnis memiliki akses mudah ke freelancer berkualitas yang dapat membantu mereka tumbuh dan berinovasi.

"Kami berkomitmen untuk memberdayakan para freelancer Indonesia dengan memberikan peluang baru yang memungkinkan mereka menunjukkan keterampilan terbaik mereka," ujar Ryan di Jakarta, Selasa (15/10/2024).

Sribu hadir sebagai solusi yang mendemokratisasi peluang kerja dan penghasilan, tidak hanya bagi para freelancer, tetapi juga bagi pelaku bisnis yang memerlukan akses fleksibel ke talenta berkualitas.

"Di masa yang penuh tantangan ini, Sribu membuka akses ke peluang kerja yang lebih luas bagi para freelancer, sementara bisnis bisa tetap gesit dengan mengakses keterampilan tingkat tinggi tanpa komitmen biaya jangka panjang yang memberatkan. Kami memberikan solusi bagi bisnis untuk berkembang lebih cepat, dengan biaya yang lebih efisien, sekaligus memberikan freelancer kesempatan untuk bekerja di berbagai proyek lokal maupun global," kata dia.

Dengan banyaknya pekerja yang terdampak PHK dan peningkatan pengangguran, Sribu memastikan bahwa baik freelancer maupun bisnis mendapatkan peluang untuk beradaptasi di era digital.

"Sribu memungkinkan pelaku usaha untuk tetap gesit dan adaptif dengan mendapatkan akses ke keterampilan tingkat tinggi tanpa komitmen biaya yang besar. Misalnya, sebuah UKM yang ingin meluncurkan kampanye pemasaran digital dapat menggunakan Sribu untuk menemukan freelancer yang tepat, mendapatkan hasil cepat tanpa harus menambah karyawan tetap, sehingga tetap gesit dan fokus pada pertumbuhan," imbuh Ryan.

Dalam hal ini, Sribu meluncurkan kampanye nasional terbaru bertajuk #SribuinAja untuk mendukung transformasi bisnis di era digital. Kampanye ini bertujuan untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala untuk menemukan freelancer terbaik yang siap membantu proyek-proyek kreatif dan digital, dari desain grafis hingga pemasaran online.

Melalui kampanye #SribuinAja, Sribu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang keuntungan menggunakan freelancer bagi bisnis lokal. Kampanye ini menginspirasi pelaku usaha untuk memanfaatkan potensi besar dari tenaga kerja freelance di Indonesia, yang menawarkan fleksibilitas, keterampilan khusus, dan solusi bisnis yang lebih hemat biaya.

Dengan meningkatkan pemahaman ini, Sribu berharap bisa meyakinkan lebih banyak bisnis lokal untuk bekerja dengan freelancer dan berkontribusi pada terciptanya peluang baru bagi talenta lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terancam PHK Massal, Buruh Rokok Desak Pemerintan Cabut Aturan Kontroversial

Terancam PHK Massal, Buruh Rokok Desak Pemerintan Cabut Aturan Kontroversial

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 19:12 WIB

Gelombang PHK Industri Tembakau Bisa Terjadi Jika Kebijakan Rokok Baru Diberlakukan

Gelombang PHK Industri Tembakau Bisa Terjadi Jika Kebijakan Rokok Baru Diberlakukan

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2024 | 10:57 WIB

AI: Senjata Makan Tuan Bagi Pekerja?

AI: Senjata Makan Tuan Bagi Pekerja?

Bisnis | Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:29 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB