Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Saham PANI Jadi Sorotan, IHSG Melesat di Tengah Keputusan BI

M Nurhadi

Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:02 WIB
Saham PANI Jadi Sorotan, IHSG Melesat di Tengah Keputusan BI
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022). . ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini, Kamis, 17 Oktober 2024, dengan peningkatan sebesar 0,97 persen atau 74,31 poin, menutup sesi I di level 7.723,25.

Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama berada dalam kisaran 7.647 hingga 7.729, dengan nilai transaksi mencapai Rp4,39 triliun.

Kenaikan IHSG didorong oleh sektor material dasar yang naik 1,39 persen, diikuti sektor keuangan 1,04 persen, teknologi 0,99 persen, properti 0,85 persen, dan industri 0,80 persen.

Salah satu saham yang disorot yakni emiten PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), terutama setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa di Rp14.000 pada perdagangan pagi ini, dengan kenaikan 9,41 persen di sesi pertama.

Saham properti ini mencatatkan market cap sebesar Rp235 triliun, menjadikannya salah satu dari 10 emiten terbesar di BEI. Selain PANI, saham-saham lain juga menarik perhatian investor, seperti GOTO, PURI, HUMI, BRMS, BSBK dan MLPL.

Investor asing menunjukkan minat besar dengan membukukan net buy sebesar Rp38 miliar pada PANI, sementara broker Mandiri Sekuritas mencatatkan akumulasi saham senilai Rp22,3 miliar sehari sebelumnya.

Faktor Penguatan IHSG

Penguatan IHSG ini, dikutip dari Antara, salah satunya dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga BI-Rate di level 6 persen dalam pertemuan Oktober 2024.

Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meskipun demikian, keputusan BI tidak sesuai ekspektasi pasar, yang menyebabkan arus keluar dana (outflow) di pasar saham senilai Rp335,5 miliar.

baca juga

Dari luar negeri, laporan inflasi tahunan Inggris pada September 2024 sebesar 1,7 persen turut memengaruhi sentimen pasar, di mana angka ini menjadi yang terendah sejak April 2021.

Selain itu, perhatian pasar global masih tertuju pada kebijakan bank sentral Amerika Serikat dan Eropa, serta janji China untuk mendukung sektor propertinya. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada November mendatang, yang semakin mendorong penguatan pasar saham di Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham TLDN Menguat 17,94% Usai Sang Komisaris Masuk Calon Menteri Prabowo

Saham TLDN Menguat 17,94% Usai Sang Komisaris Masuk Calon Menteri Prabowo

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2024 | 14:43 WIB

Investor Asing Kabur Rp2,84 Triliun, Rupiah Tetap Kuat?

Investor Asing Kabur Rp2,84 Triliun, Rupiah Tetap Kuat?

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 19:16 WIB

Bersih-bersih Emiten Bermasalah, Delapan Perusahaan Bangkrut dan Diminta Cabut dari BEI

Bersih-bersih Emiten Bermasalah, Delapan Perusahaan Bangkrut dan Diminta Cabut dari BEI

Bisnis | Rabu, 09 Oktober 2024 | 13:10 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×