Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

MIND ID Merintis Jalan Indonesia Jadi Pemimpin Ekosistem Baterai Listrik Dunia

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 11 November 2024 | 19:22 WIB
MIND ID Merintis Jalan Indonesia Jadi Pemimpin Ekosistem Baterai Listrik Dunia
Ilustrasi logo MIND ID.

Suara.com - Indonesia sedang berada di ambang perubahan besar dalam hal transisi energi, yang tidak hanya menyangkut pengurangan ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis sumber daya alam yang dimiliki.

Salah satu sektor yang semakin mendapatkan perhatian adalah ekosistem baterai listrik, yang menjadi kunci dalam pengembangan kendaraan listrik dan penyimpanan energi terbarukan.

Indonesia, dengan kekayaan sumber daya mineral yang melimpah, berpotensi besar untuk memainkan peran utama dalam industri baterai listrik global. Dalam konteks ini, MIND ID memposisikan diri sebagai pionir dalam merangkai ekosistem baterai listrik di Indonesia.

MIND ID, yang merupakan perusahaan holding BUMN sektor pertambangan, tengah bertransformasi menjadi pemain utama dalam industri hilirisasi mineral yang mendukung pengembangan baterai listrik di Asia Tenggara.

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sekitar 52% dari cadangan nikel global, yang menjadikannya pemain kunci dalam industri baterai listrik.

Nikel merupakan bahan baku utama dalam pembuatan baterai lithium-ion yang digunakan dalam kendaraan listrik (EV) dan penyimpanan energi terbarukan. Sebagai contoh, setiap baterai lithium-ion yang digunakan pada kendaraan listrik modern membutuhkan sekitar 30-60 kg nikel.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan nikel sulfat dan prekursor baterai, yang merupakan bahan olahan nikel yang sangat dibutuhkan oleh pabrik baterai global.

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo menegaskan pentingnya langkah ini dalam upaya menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk dunia.

"Indonesia memiliki sumber daya nikel yang sangat besar, yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik. Dengan posisi ini, kami melihat peluang besar untuk tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga untuk mengembangkan industri hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing Indonesia di pasar global. Ini adalah wujud komitmen kami dalam mendukung hilirisasi yang berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan industri strategis Indonesia di masa depan," ungkap Dilo ditulis Senin (11/11/2024).

MIND ID telah memulai berbagai langkah strategis untuk membangun ekosistem baterai listrik yang terintegrasi. Salah satunya adalah investasi dalam pembangunan smelter dan fasilitas pengolahan nikel di Indonesia Timur.

Proyek ini bertujuan untuk mengolah nikel menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi, seperti nikel sulfat dan prekursor baterai, yang kemudian dapat dipasok ke produsen baterai dan kendaraan listrik global.

"Keberhasilan hilirisasi nikel tidak hanya tentang menambah nilai ekonomi, tetapi juga memastikan Indonesia dapat mengembangkan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kami ingin agar ekosistem baterai listrik yang kami bangun dapat mengintegrasikan semua sektor, dari hulu hingga hilir, dengan tujuan utama menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan. Tentunya, sebagai perusahaan yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan kelas dunia, langkah-langkah strategis ini sudah kami rumuskan, dan kami harap dapat menjadi solusi jangka panjang bagi industri pertambangan dan manufaktur Tanah Air,” tutup Dilo.

Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah Indonesia dalam memajukan kendaraan listrik, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin gencar didorong untuk mengurangi polusi udara dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Melalui kerja sama dengan berbagai mitra global dan domestik, MIND ID berharap bisa mendorong percepatan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, termasuk stasiun pengisian baterai dan sistem distribusi yang efisien.

Namun, perjalanan menuju pembangunan ekosistem baterai listrik tidak lepas dari tantangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MIND ID Pastikan Cadangan Mineral Mencukupi untuk Mendukung Hilirisasi Berkelanjutan

MIND ID Pastikan Cadangan Mineral Mencukupi untuk Mendukung Hilirisasi Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 04 November 2024 | 14:21 WIB

PGN Group Sukses Bangun Infrastruktur Energi, Mulai Gas Sampai Energi Terbarukan

PGN Group Sukses Bangun Infrastruktur Energi, Mulai Gas Sampai Energi Terbarukan

Bisnis | Minggu, 20 Oktober 2024 | 12:10 WIB

Pertamina NRE Gandeng PIS Kembangkan Bisnis Transportasi Berbasis Energi Terbarukan

Pertamina NRE Gandeng PIS Kembangkan Bisnis Transportasi Berbasis Energi Terbarukan

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2024 | 07:42 WIB

Terkini

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB