Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ketimpangan Standar Hidup di Indonesia, DKI Jakarta Cetak Angka Tertinggi

M Nurhadi

Senin, 18 November 2024 | 16:16 WIB
Ketimpangan Standar Hidup di Indonesia, DKI Jakarta Cetak Angka Tertinggi
Ilustrasi pekerja beraktivitas di kawasan Sudirman [Ist]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pengeluaran riil per kapita per tahun di Indonesia pada 2024 meningkat menjadi Rp12,34 juta atau Rp1,02 juta per bulan, mencerminkan kenaikan sebesar Rp442 ribu (3,71%) dibandingkan 2023.

Pertumbuhan ini lebih tinggi dari rata-rata tahunan 2020–2023, yang hanya mencapai 2,61%. Menurut Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, pertumbuhan ini mencerminkan tren peningkatan standar hidup meski masih menghadapi tantangan ketimpangan regionalen Peningkatan Pengeluaran Riil.

Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran riil per kapita Indonesia tumbuh sebesar 2,91% per tahun. Pada 2020, angka ini tercatat Rp11,01 juta per tahun atau Rp917,5 ribu per bulan, dengan kenaikan terbesar terjadi pada 2024 (3,71%).

Hal ini menunjukkan pemulihan konsumsi domestik pasca-pandemi COVID-19, yang sebelumnya menyebabkan penurunan daya beli dan pertumbuhan ekonomi melambat (World Bank, 2023).

Ketimpangan Regional

BPS mencatat adanya kesenjangan signifikan antarwilayah. DKI Jakarta memiliki pengeluaran riil per kapita tertinggi sebesar Rp19,95 juta per tahun (Rp1,66 juta per bulan), lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Papua Pegunungan, yang hanya sebesar Rp5,71 juta per tahun (Rp475 ribu per bulan).

Menurut Bank Indonesia pada dua tahun silam, ketimpangan ini dipengaruhi oleh perbedaan akses infrastruktur, peluang ekonomi, dan distribusi investasi antarwilayah.

Ada beberapa faktor pendorong dan Tantangan dalam kasus ini, diantaranya:

1. Faktor Pendorong

baca juga
  • Peningkatan Pendapatan Nasional : Menurut laporan Asian Development Bank, pertumbuhan PDB per kapita berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat.
  • Reformasi Subsidi dan Bantuan Sosial : Kebijakan pemerintah dalam menyesuaikan subsidi energi dan meningkatkan transfer bantuan sosial berperan dalam mendorong konsumsi rumah tangga.

2. Tantangan 

  • Ketimpangan Regional : Minimnya akses terhadap fasilitas publik dan peluang ekonomi di wilayah timur Indonesia memperburuk kesenjangan pengeluaran.
  • Inflasi : Kenaikan harga barang kebutuhan pokok dapat mengurangi dampak positif dari peningkatan pendapatan.

Berkaitan dengan hal ini, OECD melaporkan, guna mengatasi ketimpangan dan meningkatkan standar hidup, pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, memperkuat distribusi fiskal antarwilayah, dan mendorong investasi di sektor strategis, seperti pendidikan dan kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengeluaran riil per kapita secara lebih merata dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lucky Hakim Sebut Indramayu Daerah Termiskin & Bupatinya Terkaya di Jabar, Cek Faktanya

Lucky Hakim Sebut Indramayu Daerah Termiskin & Bupatinya Terkaya di Jabar, Cek Faktanya

Bisnis | Kamis, 07 November 2024 | 14:49 WIB

Perekonomian Jakarta Triwulan III 2024 Melesat 4,93 Persen, Apa Pemicunya?

Perekonomian Jakarta Triwulan III 2024 Melesat 4,93 Persen, Apa Pemicunya?

News | Kamis, 07 November 2024 | 00:05 WIB

Meski Turun, Jumlah Orang Nganggur di Indonesia Capai 7 Juta

Meski Turun, Jumlah Orang Nganggur di Indonesia Capai 7 Juta

Bisnis | Selasa, 05 November 2024 | 16:30 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB