RI Perlu Lompatan Pertumbuhan Ekonomi Agar Keluar dari Jebakan 'Batman'

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 23 November 2024 | 16:53 WIB
RI Perlu Lompatan Pertumbuhan Ekonomi Agar Keluar dari Jebakan 'Batman'
Founder dan Ekonom Senior Core Indonesia Hendri Saparini dalam acara Core Economic Outlook 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (23/11/2024). (Foto Fadil-Suara.com)

Suara.com - Indonesia telah mengalami beberapa kali pergantian pemerintahan dalam beberapa dekade terakhir. Namun, pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan inklusif masih menjadi tantangan besar.

Meskipun ada upaya-upaya untuk mendorong pertumbuhan, realitanya, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tergolong moderat dan belum mampu membawa negara ini keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Hal tersebut diungkapkan oleh Founder dan Ekonom Senior Core Indonesia Hendri Saparini dalam acara Core Economic Outlook 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (23/11/2024).

"Perlu lompatan pertumbuhan ekonomi agar Indonesia dapat keluar dari middle income trap," kata Hendri.

Salah satu cara yang ia sarankan agar Indonesia berhasil keluar dari jebakan itu adalah dengan melakukan revitalisasi industri melalui 4 strategi inkulsifitas, sustainabilitas, dan adopsi teknologi.

"Namun strategi ini perlu perencanaan dan pendekatan baru pada kebijakan dan program turunnya dengan mengoptimalkan semua instrumen kebijakan," katanya.

4 strategi itu diantaranya adalah pertama, dengan melakukan harmonisasi kebijakan fiskal, perdagangan, industri dan investasi. Kedua, melakukan hard-soft infrastructure terintegrasi. Ketiga, melakukan revitalisasi industri dan industrilisasi dan keempat adalah dengan melakukan sinergi BUMN, swasta dan UMKM.

"Harus dibangun sinergitas dan kolaborasi BUMN-swasta-UMKM dan koperasi untuk menguatkan struktur industri nasional serta mendorong efisiensi dan daya saing nasional," papar Hendri.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025 diprediksi akan melambat. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari melemahnya konsumsi rumah tangga hingga ketidakpastian global.

Menurut studi Economic Outlook 2025 yang dilakukan oleh CORE Indonesia, perlambatan konsumsi rumah tangga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti efek setelah pandemi, dominasi sektor informal di pasar tenaga kerja, dan kebijakan ekonomi yang kurang berpihak pada kelas menengah.

"Kelas menengah yang mayoritas sekarang sedang bermasalah akan semakin sulit pulih pada 2025 jika tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan," kata Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohamad Faisal.

Selain konsumsi, investasi juga menjadi sorotan. Meskipun pemerintah gencar mendorong investasi, namun sejumlah kendala seperti ketidakpastian global dan kebijakan yang kurang efisien masih menjadi hambatan.

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi hanya akan mencapai 4,8-5% pada tahun 2025. Angka ini jauh di bawah target pemerintah yang ingin mencapai pertumbuhan 8%.

"Namun, kita melihat walaupun jangka dalam 5 tahun berpotensi meningkat, tapi di 2025 belum akan naik signifikan karena selain konsumsi domestik yang rendah juga ada ketidakpastian global, terutama terkait perkembangan terbaru di AS dan konsolidasi pemerintahan yang baru," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ingin Ekonomi RI Terbang 8 Persen, Faktanya Tahun Depan Makin Berat

Prabowo Ingin Ekonomi RI Terbang 8 Persen, Faktanya Tahun Depan Makin Berat

Bisnis | Sabtu, 23 November 2024 | 15:18 WIB

Kocar-kacir Kelas Menengah RI, Rata-rata Tabungannya Tinggal Rp1,8 Juta

Kocar-kacir Kelas Menengah RI, Rata-rata Tabungannya Tinggal Rp1,8 Juta

Bisnis | Sabtu, 23 November 2024 | 15:09 WIB

Nasib Kelas Menengah RI Makin Suram, Tahun Depan Penderitaan Belum Hilang

Nasib Kelas Menengah RI Makin Suram, Tahun Depan Penderitaan Belum Hilang

Bisnis | Sabtu, 23 November 2024 | 11:46 WIB

Terkini

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:37 WIB

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:33 WIB

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:17 WIB

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:23 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:44 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:42 WIB

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:15 WIB