Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Penggunan Sistem Sirkular Dinilai Pelaku Industri Bisa Kurangi Sampah Plastik

Achmad Fauzi

Minggu, 24 November 2024 | 10:11 WIB
Penggunan Sistem Sirkular Dinilai Pelaku Industri Bisa Kurangi Sampah Plastik
Ilustrasi sampah plastik (pexels.com/mali maeder)

Suara.com - Menjelang putaran akhir negosiasi perjanjian internasional untuk mengakhiri polusi plastik, para pemangku kepentingan di industri plastik menyerukan solusi ambisius yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik.

Pada sesi kelima Komite Negosiasi Antarpemerintah (INC5), yang dimulai Senin, 25 November di Busan, World Plastics Council (WPC) dan anggota Global Plastics Alliance (GPA) mendorong pendekatan yang fleksibel dan berbasis ekonomi sirkular.

Ketua WPC, Benny Mermans menekankan, perlunya perjanjian yang menghormati kebutuhan unik setiap negara.

"Pendekatan global yang seragam tidak akan efektif. Setiap negara membutuhkan fleksibilitas untuk mengembangkan solusi sesuai dengan tantangan mereka, tetapi tetap dalam kerangka kerja yang mendukung pengakhiran polusi plastik pada 2040," ujarnya seperti yang dikutip, Minggu (24/11/2024).

Perjanjian ini diharapkan dapat mewajibkan negara-negara untuk menyusun rencana aksi nasional dengan target seperti penggunaan plastik daur ulang. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai sampah plastik sebagai bahan baku tetapi juga menciptakan permintaan untuk bahan mentah sirkular, yang pada akhirnya memacu investasi dalam infrastruktur pengelolaan sampah dan daur ulang.

Wakil Ketua Umum INAPLAS dan perwakilan Indonesia di GPA, Edi Rivai menyebut, bahwa transisi ke sistem plastik sirkular menjadi kunci mengatasi masalah sampah plastik.

"Sistem di mana plastik digunakan kembali, didaur ulang, dan dikelola secara bertanggung jawab akan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi sumber daya, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja, terutama di negara-negara yang infrastrukturnya masih berkembang," jelas Edi.

Ia menambahkan, langkah paling efektif untuk mencapai tujuan ini adalah mengintegrasikan prinsip sirkularitas ke dalam seluruh siklus hidup plastik, mulai dari desain hingga pengelolaan akhir.

"Sampah plastik harus dianggap sebagai komoditas bernilai tinggi untuk mendorong penggunaannya kembali," imbuh Edi.

baca juga

Selain itu, plastik memiliki kontribusi besar terhadap keberlanjutan, seperti mendukung tenaga surya dan angin, meningkatkan efisiensi transportasi, dan menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, perjanjian ini juga harus mengakui peran plastik dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim.

Namun, sampah plastik yang tidak terkelola tetap menjadi masalah utama, terutama bagi sekitar 2,7 miliar orang yang belum memiliki akses ke pengelolaan sampah yang memadai. Hal ini menjadikan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai prioritas utama dalam perjanjian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara SIG Turunkan Emisi Karbon, Manfaatkan Limbah Jadi Energi Bersih

Cara SIG Turunkan Emisi Karbon, Manfaatkan Limbah Jadi Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 19 November 2024 | 18:03 WIB

Kolaborasi Riset Indonesia-Australia, Wujudkan Swakelola Limbah dan Ekonomi Sirkular di Citarum

Kolaborasi Riset Indonesia-Australia, Wujudkan Swakelola Limbah dan Ekonomi Sirkular di Citarum

Bisnis | Sabtu, 16 November 2024 | 15:08 WIB

Seminar Internasional PVC: Menuju Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan yang Lebih Hijau

Seminar Internasional PVC: Menuju Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan yang Lebih Hijau

Bisnis | Senin, 16 September 2024 | 05:57 WIB

Terkini

Makna Kelereng dan Karet Gelang di Souvenir Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Makna Kelereng dan Karet Gelang di Souvenir Upacara HUT ke-81 RI di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Jateng Dikepung Zona Megathrust dan Sesar Aktif, Wakil Ketua DPRD: Warga Harus Waspada!

Jateng Dikepung Zona Megathrust dan Sesar Aktif, Wakil Ketua DPRD: Warga Harus Waspada!

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:13 WIB

4 Penyebab HP Android Lemot yang Sering Tak Disadari, Cek Sebelum Makin Parah

4 Penyebab HP Android Lemot yang Sering Tak Disadari, Cek Sebelum Makin Parah

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:10 WIB

8 Aturan Menata Sofa Menurut Feng Shui agar Tidak Menghambat Energi

8 Aturan Menata Sofa Menurut Feng Shui agar Tidak Menghambat Energi

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:05 WIB

35 Ucapan HUT RI ke-81, Penuh Semangat dan Cocok Dibagikan di Media Sosial

35 Ucapan HUT RI ke-81, Penuh Semangat dan Cocok Dibagikan di Media Sosial

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:59 WIB

KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT

KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Siapa Pembawa Baki Tahun Ini? Ini Dia Sosok Celine Olivia dari Tim Paskibraka 'Indonesia Berdaulat'

Siapa Pembawa Baki Tahun Ini? Ini Dia Sosok Celine Olivia dari Tim Paskibraka 'Indonesia Berdaulat'

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia

Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia

Lampung | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Cara Meratakan Skin Tint Pakai Jari atau Spons? Ini Bedanya

Cara Meratakan Skin Tint Pakai Jari atau Spons? Ini Bedanya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Motul Indonesia Dukung Gaya Hidup Roda Dua di Mozia MotoFest 2026

Motul Indonesia Dukung Gaya Hidup Roda Dua di Mozia MotoFest 2026

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:52 WIB

×