Penggunan Sistem Sirkular Dinilai Pelaku Industri Bisa Kurangi Sampah Plastik

Achmad Fauzi

Minggu, 24 November 2024 | 10:11 WIB
Penggunan Sistem Sirkular Dinilai Pelaku Industri Bisa Kurangi Sampah Plastik
Ilustrasi sampah plastik (pexels.com/mali maeder)

Suara.com - Menjelang putaran akhir negosiasi perjanjian internasional untuk mengakhiri polusi plastik, para pemangku kepentingan di industri plastik menyerukan solusi ambisius yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik.

Pada sesi kelima Komite Negosiasi Antarpemerintah (INC5), yang dimulai Senin, 25 November di Busan, World Plastics Council (WPC) dan anggota Global Plastics Alliance (GPA) mendorong pendekatan yang fleksibel dan berbasis ekonomi sirkular.

Ketua WPC, Benny Mermans menekankan, perlunya perjanjian yang menghormati kebutuhan unik setiap negara.

"Pendekatan global yang seragam tidak akan efektif. Setiap negara membutuhkan fleksibilitas untuk mengembangkan solusi sesuai dengan tantangan mereka, tetapi tetap dalam kerangka kerja yang mendukung pengakhiran polusi plastik pada 2040," ujarnya seperti yang dikutip, Minggu (24/11/2024).

Perjanjian ini diharapkan dapat mewajibkan negara-negara untuk menyusun rencana aksi nasional dengan target seperti penggunaan plastik daur ulang. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai sampah plastik sebagai bahan baku tetapi juga menciptakan permintaan untuk bahan mentah sirkular, yang pada akhirnya memacu investasi dalam infrastruktur pengelolaan sampah dan daur ulang.

Wakil Ketua Umum INAPLAS dan perwakilan Indonesia di GPA, Edi Rivai menyebut, bahwa transisi ke sistem plastik sirkular menjadi kunci mengatasi masalah sampah plastik.

"Sistem di mana plastik digunakan kembali, didaur ulang, dan dikelola secara bertanggung jawab akan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi sumber daya, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja, terutama di negara-negara yang infrastrukturnya masih berkembang," jelas Edi.

Ia menambahkan, langkah paling efektif untuk mencapai tujuan ini adalah mengintegrasikan prinsip sirkularitas ke dalam seluruh siklus hidup plastik, mulai dari desain hingga pengelolaan akhir.

"Sampah plastik harus dianggap sebagai komoditas bernilai tinggi untuk mendorong penggunaannya kembali," imbuh Edi.

baca juga

Selain itu, plastik memiliki kontribusi besar terhadap keberlanjutan, seperti mendukung tenaga surya dan angin, meningkatkan efisiensi transportasi, dan menjaga ketahanan pangan. Oleh karena itu, perjanjian ini juga harus mengakui peran plastik dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim.

Namun, sampah plastik yang tidak terkelola tetap menjadi masalah utama, terutama bagi sekitar 2,7 miliar orang yang belum memiliki akses ke pengelolaan sampah yang memadai. Hal ini menjadikan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai prioritas utama dalam perjanjian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara SIG Turunkan Emisi Karbon, Manfaatkan Limbah Jadi Energi Bersih

Cara SIG Turunkan Emisi Karbon, Manfaatkan Limbah Jadi Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 19 November 2024 | 18:03 WIB

Kolaborasi Riset Indonesia-Australia, Wujudkan Swakelola Limbah dan Ekonomi Sirkular di Citarum

Kolaborasi Riset Indonesia-Australia, Wujudkan Swakelola Limbah dan Ekonomi Sirkular di Citarum

Bisnis | Sabtu, 16 November 2024 | 15:08 WIB

Seminar Internasional PVC: Menuju Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan yang Lebih Hijau

Seminar Internasional PVC: Menuju Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan yang Lebih Hijau

Bisnis | Senin, 16 September 2024 | 05:57 WIB

Terkini

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

×