Kawasan Wakaf Pertanian Produktif Dompet Dhuafa

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 25 November 2024 | 13:04 WIB
Kawasan Wakaf Pertanian Produktif Dompet Dhuafa
Ilustrasi Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang (Dok. Dompet Dhuafa)

Suara.com - Salah satu kebutuhan dasar material kita adalah pangan. Apabila kita terus serakah dengan membabat lahan pertanian dan “menanaminya” rumah serta gedung, kelak pada masanya masyarakat akan terbelalak ketika terjadi kelangkaan bahan pangan. Sebab, lahan pertanian makin menyusut dan tidak mampu menyuplai kebutuhan pangan.

Untuk itu, sebelum bencana ancaman kelangkaan pangan dan kelaparan yang bisa saja terjadi, sudah saatnya kita peduli dan berpihak pada pembangunan ketahanan pangan nasional salah satunya melalui peran wakaf produktif.

Dalam semesta wakaf, kita mengenal wakaf uang dan wakaf melalui uang. Wakaf uang adalah berwakaf uang melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU), dan nilai uang sebagai pokok wakafnya. Sedangkan, wakaf melalui uang adalah berwakaf uang untuk sebuah projek pengadaan aset wakaf, dan aset tersebut yang menjadi pokok wakafnya.

Melalui skema wakaf uang dan wakaf melalui uang, kita bisa turut andil membangun ketahanan pangan nasional. Pada pelaksanaannya, tentu membutuhkan kesadaran dan kerja sama dari berbagai pihak. Dalam hal ini, lembaga nazir wakaf merancang dan mengampanyekan projek wakaf pertanian produktif untuk pembebasan lahan-lahan pertanian menjadi lahan wakaf pertanian. Terutama, yang terancam beralih fungsi menjadi bangunan komersial. Kemudian, masyarakat berpartisipasi berwakaf melalui uang untuk merealisasikan pembebasan lahan-lahan pertanian tersebut, untuk kemudian dikelola menjadi lahan wakaf pertanian produktif.

Setelah lahan pertanian dibebaskan, tentu akan memerlukan modal kerja untuk mengaktivasinya. Di sinilah peran LKSPWU. LKSPWU turut andil mengampanyekan wakaf uang untuk permodalan wakaf pertanian produktif. Selanjutnya, dana wakaf uang yang terkumpul diaktivasi oleh lembaga nazir wakaf untuk pengembangan wakaf produktif pertanian.

Secara regulasi, pengembangan wakaf uang bisa dilakukan di sektor keuangan syariah dan sektor riil. Selama ini lebih banyak pengembangan wakaf uang dilakukan di sektor keuangan syariah, seperti diinvestasikan pada sukuk, saham, atau deposito syariah. Ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan wakaf uang di sektor riil, seperti pertanian produktif.

Kawasan Wakaf Pertanian Produktif Dompet Dhuafa (Dok. Dompet Dhuafa)
Kawasan Wakaf Pertanian Produktif Dompet Dhuafa (Dok. Dompet Dhuafa)

Dalam hal ini, tentu saja lembaga wakaf mesti berhitung dengan cermat dan memastikan membangun sistem pertanian produktif dengan baik agar pokok wakaf bisa terjaga. Dengan manajemen risiko yang tepat, ancaman bisa dikonversi menjadi peluang, sebagaimana Nabi Yusuf membangun sistem pertanian di Mesir. Pada masanya, Nabi Yusuf ‘alaihissalam berhasil menyelamatkan negeri Mesir dari ancaman bencana kekeringan dan kelaparan dengan sistem pertanian. Peristiwa ini menjadi contoh pentingnya membangun ketahanan pangan nasional.

Selanjutnya, lembaga nazir wakaf bisa bekerja sama dengan petani lokal dan ahli pertanian. Melalui pengembangan wakaf pertanian produktif, para petani lokal bisa diberdayakan menjadi mitra petani penggarap dengan sistem bagi hasil yang menguntungkan para petani. Dengan skema ini, pemberdayaan petani bisa dilakukan dengan baik.

Sementara, ahli pertanian berkontribusi pada penerapan teknologi pertanian agar menghasilkan panen lebih banyak dan berkualitas premium, sehingga bisa disalurkan untuk pasar premium. Dalam hal ini, lembaga nazhir wakaf juga perlu membangun kemitraan dengan perusahaan penyuplai hasil pertanian premium, sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Pada ujungnya kesejahteraan mitra petani penggarap bisa makin baik.

Salah Satu Petani di Greenhouse Buncis Kenya Dompet Dhuafa (Dok. Dompet Dhuafa)
Salah Satu Petani di Greenhouse Buncis Kenya Dompet Dhuafa (Dok. Dompet Dhuafa)

Dalam konteks ini, lembaga nazhir wakaf Dompet Dhuafa telah menginisiasi pertanian modern berupa greenhouse di kawasan Pesantren Tahfizh Green Lido, Sukabumi. Di kawasan ini telah beroperasi dua unit greenhouse yang ditanami melon premium. Hasil panen diserap oleh para donatur dalam setiap event wisata petik melon. Selebihnya disalurkan ke pasar premium melalui mitra distributor.

baca juga

Pada sisi pemberdayaan, beroperasinya dua unit greenhouse telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Selain itu, di kawasan pesantren ini juga dikembangkan lahan pertanian buncis kenya, yang hasil panennya turut di ekspor ke Singapura melalui mitra kerjasama. Selain itu, pertanian greenhouse melon dan buncis kenya ini juga menjadi media pembelajaran pertanian bagi para santri. Hal ini diharapkan bisa menjadi bekal kemandirian bagi para santri.

Bayangkan jika model kemandirian pangan ini diduplikasi oleh lembaga nazir wakaf dengan mengembangkan sekian puluh dan ratus hektare lahan wakaf pertanian produktif, itu artinya lembaga nazir wakaf telah berkontribusi pada pembangunan ketahanan pangan nasional. Mari turut dukung pengembangan wakaf produktif pertanian dan wakaf majukan UMKM melalui: https://digital.dompetdhuafa.org/wakaf/greenhouse

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agroteknologi Belajar Apa? Latar Belakang Pendidikan Melody Laksani Dinilai Cocok Bantu Kementan

Agroteknologi Belajar Apa? Latar Belakang Pendidikan Melody Laksani Dinilai Cocok Bantu Kementan

Lifestyle | Senin, 18 November 2024 | 16:57 WIB

Apakah Petani Milenial Digaji? Nominal Menggiurkan Bisa Tembus Double Digit!

Apakah Petani Milenial Digaji? Nominal Menggiurkan Bisa Tembus Double Digit!

News | Kamis, 14 November 2024 | 20:24 WIB

Diumpakan Angsa Bertelur Emas, Pemerintah Konsisten Dukung Industri Sawit

Diumpakan Angsa Bertelur Emas, Pemerintah Konsisten Dukung Industri Sawit

Bisnis | Jum'at, 08 November 2024 | 08:19 WIB

Wamentan Sudaryono Soroti Beredarnya Bibit Sawit Palsu, Petani Diminta Cermat

Wamentan Sudaryono Soroti Beredarnya Bibit Sawit Palsu, Petani Diminta Cermat

Bisnis | Kamis, 07 November 2024 | 10:56 WIB

Membangun Fondasi Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Wakaf dan Sinergi Lintas Sektor

Membangun Fondasi Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Wakaf dan Sinergi Lintas Sektor

Bisnis | Selasa, 05 November 2024 | 19:25 WIB

Sambangi Program Cetak Sawah 1 Juta Hektare di Merauke, Prabowo Didampingi Haji Isam

Sambangi Program Cetak Sawah 1 Juta Hektare di Merauke, Prabowo Didampingi Haji Isam

Bisnis | Minggu, 03 November 2024 | 19:59 WIB

Terkini

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:16 WIB

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 19:11 WIB

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:06 WIB

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:01 WIB

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:00 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 18:52 WIB

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:39 WIB

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:34 WIB

×