Harga Emas Turun, Analis Ungkap Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 26 November 2024 | 16:33 WIB
Harga Emas Turun, Analis Ungkap Penyebabnya
Pekerja menunjukkan perhiasan emas di Kantor Pusat Galeri 24 Pegadaian, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ekonom dari Center of Macroeconomics & Finance Indef, Abdul Manap Pulungan, menyatakan bahwa perbaikan kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan mengapa harga emas mengalami penurunan signifikan sebesar Rp40.000 per gram pada hari ini.

Dia menjelaskan bahwa ekspektasi pasar mengenai penurunan suku bunga acuan bank sentral mendorong para investor untuk beralih dari aset komoditas seperti emas ke aset keuangan yang dianggap lebih menguntungkan.

"Tren inflasi global juga menunjukkan penurunan, karena biasanya orang membeli emas sebagai langkah antisipasi terhadap inflasi yang meningkat," ujarnya, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (26/11/2024).

Abdul Manap menambahkan bahwa perbaikan beberapa indikator ekonomi global, seperti indeks risiko politik dan kemampuan pembayaran utang negara-negara berkembang, meningkatkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi global dan mengurangi permintaan emas sebagai aset aman.

“Dengan perbaikan indikator tersebut, masyarakat global percaya bahwa situasi hingga akhir tahun 2024 akan lebih baik dibandingkan tahun 2023. Inilah yang menyebabkan penurunan harga emas,” katanya.

Namun, dia berpendapat bahwa pergerakan harga emas ke depan masih sangat tergantung pada kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan baru di Amerika Serikat.

Menurutnya, kebijakan ekonomi dan perdagangan yang diterapkan oleh pemerintahan baru dapat berdampak besar pada aliran likuiditas global dan mempengaruhi harga komoditas, termasuk emas.

“Pergerakan harga emas sangat bergantung pada persepsi investor. Saat ini, investor belum melihat bagaimana kebijakan yang akan diterapkan oleh Donald Trump ke depan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar masyarakat yang ingin berinvestasi dalam logam mulia tidak terlalu terfokus pada fluktuasi harga emas harian. 

Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru untuk membeli emas saat ini karena ada kemungkinan harganya akan terus menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Jatuh Terjungkal, Balik ke Level Rp1,4 Juta/Gram

Harga Emas Antam Jatuh Terjungkal, Balik ke Level Rp1,4 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 26 November 2024 | 09:36 WIB

Harap Bijak! Stop Menormalisasi Fenomena Pemerasan di Balik Mental Gratisan

Harap Bijak! Stop Menormalisasi Fenomena Pemerasan di Balik Mental Gratisan

Your Say | Selasa, 26 November 2024 | 08:32 WIB

Surga Investasi Terancam? Analisis Mendalam Potensi Guncangan Ekonomi Irlandia Timbul Setelah Donald Trump Terpilih

Surga Investasi Terancam? Analisis Mendalam Potensi Guncangan Ekonomi Irlandia Timbul Setelah Donald Trump Terpilih

News | Senin, 25 November 2024 | 19:09 WIB

Terkini

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:31 WIB

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:22 WIB

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:18 WIB

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:17 WIB

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:04 WIB

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:59 WIB

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:58 WIB

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49 WIB

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:28 WIB