Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 04 Desember 2024 | 11:40 WIB
Kronologi Darurat Militer Korea Selatan dan Alasan Isu Pemakzulan Presiden
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. (YONHAP / AFP)

Suara.com - Pada Selasa (3/12/2024) malam waktu setempat, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengejutkan dunia dengan mengumumkan pemberlakuan darurat militer (martial law) di negara yang ia pimpin.

Keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari lawan-lawan politiknya di Majelis Nasional, yang segera berusaha berkumpul di gedung legislatif untuk menggagalkan dekrit tersebut. Situasi ini menyebabkan konfrontasi dramatis antara para legislator dan tentara yang mengamankan gedung.

Namun, pada dini hari Rabu (4/12/2024), sejumlah legislator Korea Selatan berhasil memasuki ruang sidang. Dari total 300 anggota, 190 di antaranya hadir, jauh lebih banyak dari 150 yang diperlukan untuk melakukan pemungutan suara. Mereka secara bulat menolak perintah presiden sekitar pukul 1 pagi.

Sementara itu, di sekitar gedung legislatif, para lawan Yoon terus berkumpul dalam ketegangan dengan pihak militer. Sekitar pukul 4.30 pagi, angkatan bersenjata mulai mundur dan Yoon secara publik mengakui bahwa upayanya telah gagal.

Perintah tersebut akhirnya dicabut, menandai berakhirnya krisis konstitusi yang singkat namun signifikan antara presiden dan Majelis Nasional.

Apa itu darurat militer?

Darurat militer adalah kondisi yang menangguhkan kebebasan demokratis utama, memberikan wewenang kepada militer untuk menjalankan kekuasaan lebih dalam situasi perang atau ancaman besar terhadap keselamatan publik. Dalam dekritnya, Yoon menunjuk Jenderal Park An-su sebagai komandan darurat militer baru dan mengumumkan larangan terhadap semua aktivitas politik, termasuk yang terkait dengan Majelis Nasional, pertemuan regional, partai politik, serta protes dan demonstrasi. Dekrit ini juga membatasi kebebasan pers dan menghentikan pemogokan yang sedang berlangsung oleh dokter junior di Korea Selatan.

Yoon membenarkan keputusan darurat militer tersebut dengan menuduh lawan-lawan politiknya melakukan "aktivitas anti-negara yang merencanakan pemberontakan".

Ia mengklaim bahwa ia melindungi konstitusi dari "kekuatan pro-Korea Utara", istilah yang sering digunakan oleh beberapa konservatif Korea Selatan untuk menyebut lawan-lawan liberal mereka.

Keputusan ini muncul setelah berbulan-bulan pertempuran politik domestik antara pemimpin Korea Selatan dan Majelis Nasional yang didominasi oleh oposisi. Yoon mengutip upaya-upaya lawan-lawannya untuk memaksa pemecatan anggota kunci pemerintahannya serta penghalangan legislasi anggaran sebagai alasan lebih lanjut untuk menerapkan darurat militer.

Siapa Presiden Korea Selatan saat Ini

Yoon terpilih dengan mayoritas tipis pada tahun 2022 dan sejak saat itu menghadapi berbagai skandal korupsi politik yang semakin mengurangi dukungannya.

Survei terbaru menunjukkan bahwa ia hanya memiliki sekitar 25% dukungan dari publik Korea. Ketegangan juga meningkat seputar istrinya, Kim Keon-hee, setelah serangkaian skandal memalukan terkait dugaan korupsi.

Meskipun oposisi berhasil menggagalkan dekrit darurat militer Yoon, hal ini menunjukkan ketahanan demokratis lembaga-lembaga dan budaya politik Korea Selatan. Oposisi termasuk Ketua Partai Kekuatan Rakyat Yoon, Han Dong-hoon, yang mengecam dekrit presiden sebagai "salah" dan berjanji akan "menghentikannya bersama rakyat".

Ini adalah pertama kalinya darurat militer diumumkan di Korea Selatan dalam era demokrasi modernnya. Meskipun kerusakan ekonomi langsung terhadap mata uang dan pasar mungkin akan pulih, reputasi internasional negara sebagai demokrasi yang stabil dapat mengalami dampak jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Korea Selatan Darurat Militer, Shin Tae-yong: Tolong...

Bola | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:23 WIB

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

Ajudan Presiden Korea Selatan Mundur Massal Setelah Deklarasi Darurat Militer Dibatalkan

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 11:22 WIB

Darurat Militer di Korea Selatan: Ujian Bagi Demokrasi dan Aliansi AS

Darurat Militer di Korea Selatan: Ujian Bagi Demokrasi dan Aliansi AS

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 10:54 WIB

Shin Tae-yong Batal Latih Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2024 karena Darurat Militer Korea?

Shin Tae-yong Batal Latih Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2024 karena Darurat Militer Korea?

Bola | Rabu, 04 Desember 2024 | 09:57 WIB

Oposisi Korea Selatan Desak Pemakzulan Yoon Setelah Deklarasi Darurat Militer

Oposisi Korea Selatan Desak Pemakzulan Yoon Setelah Deklarasi Darurat Militer

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 08:57 WIB

Penyebab Yoon Suk Yeol Terapkan Darurat Militer di Korsel: Karena Posisi Sebagai Presiden Terancam?

Penyebab Yoon Suk Yeol Terapkan Darurat Militer di Korsel: Karena Posisi Sebagai Presiden Terancam?

News | Rabu, 04 Desember 2024 | 08:06 WIB

Terkini

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:52 WIB

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:10 WIB

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:46 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:43 WIB

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:31 WIB

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:23 WIB

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB