Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

PT Sumitomo Forestry Perusahaan Apa? Diminta Prabowo Mengembangkan Food Estate di Indonesia

Baehaqi Almutoif | Suara.com

Minggu, 08 Desember 2024 | 18:11 WIB
PT Sumitomo Forestry Perusahaan Apa? Diminta Prabowo Mengembangkan Food Estate di Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan perwakilan pengusaha Jepang dari Japan-Indonesia Association (JAPINDA) di Istana Negara, Kamis (5/12/2024). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto bertemu sejumlah pengusaha dalam dan luar negeri untuk membahas pengembangan lahan pertanian di Indonesia.

Prabowo mengundang mengundang pengusaha asal Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dan perusahaan asal Jepang, PT Sumitomo Forestry Indonesia di Istana Negara pada Jumat (6/12/2024).

Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertamuan itu membahas mengenai pengembangan food estate.

PT Sumitomo Forestry Indonesia disebutkan Airlangga akan mengembangkan lahan-lahan pertanian Indonesia. "Haji Isam kan salah satu yang mengembangkan food estate dan salah satu juga yang mengembangkan food estate dari Jepang Sumitomo Forestry," kata Airlangga dikutip.

Lantas bergerak di bidang apakah Sumitomo Forestry Indonesia? Berikut ini profil singkatnya.

PT Sumitomo Forestry Indonesia

Melansir dari laman resminya, PT Sumitomo Forestry Indonesia merupakan perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang kehutanan.

Perusahaan ini telah berdiri sejak lama, kurang lebih sekitar 330 tahun. PT Sumitomo Forestry Indonesia memiliki mengelola kayu menjadi bahan untuk bangunan dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan pada pengelolaan hutan.

PT Sumitomo Forestry Indonesia anak perusahaan, di antaranya Kutai Timber Indonesia, Rimba Partikel Indonesia, AST Indonesia, dan Sinar Rimba Pasifik yang semuanya bergerak di bidang manufaktur kayu lapis, papan partikel, dan furnitur.

Kemudian memiliki anak perusahaan perkebunan Wana Subur Lestari. Mengutip dari Antara, pada 2021 perusahaan ini merupakan pemegang konsesi hutan tanaman industri seluas 40.000 hektare di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Sedangkan Sumitomo Forestry mengelola sekitar 145.000 hektare lahan hutan di Indonesia.

Perusahaan asal Jepang tersebut juga mengembangkan bisnisnya di bidang real estate, dengan membangun perumahan di Kota Bandung, Makassar, Depok, dan Bogor. Kemudian proyek CBD Jakarta kerja sama dengan Sinarmas Land.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia di Balik Pujian Prabowo: Pakar Gestur Ungkap Kemarahan & Kekecewaan pada Gus Miftah

Rahasia di Balik Pujian Prabowo: Pakar Gestur Ungkap Kemarahan & Kekecewaan pada Gus Miftah

Tekno | Minggu, 08 Desember 2024 | 17:47 WIB

Haji Isam Orang Terkaya Nomor Berapa? Crazy Rich yang Dampingi Prabowo Ketemu Investor Jepang

Haji Isam Orang Terkaya Nomor Berapa? Crazy Rich yang Dampingi Prabowo Ketemu Investor Jepang

News | Minggu, 08 Desember 2024 | 15:58 WIB

Abu Janda Bantah Incar Jabatan Gus Miftah: Gaji Saya 3 Kali Lipat Lebih Besar

Abu Janda Bantah Incar Jabatan Gus Miftah: Gaji Saya 3 Kali Lipat Lebih Besar

Lifestyle | Sabtu, 07 Desember 2024 | 21:31 WIB

Terkini

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB