Emiten SBMA Beberkan Strategi Meningkatkan Laba Bersih di 2025

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 13 Januari 2025 | 09:07 WIB
Emiten SBMA Beberkan Strategi Meningkatkan Laba Bersih di 2025
Jajaran Direksi dan Komisaris PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk. (SBMA)/ist

Suara.com - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk. (SBMA) terus mengembangkan kinerja bisnis yang ditopang di wilayah Kalimantan yang terus bergerak positif, terlebih lagi adanya beberapa proyek strategis di pulau Kalimantan.

Perkembangan industri migas, tambang, dan industri manufaktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan gas industri.

Pada tahun 2024, SBMA berhasil mencatatkan pertumbuhan organik yang signifikan dimana pendapatan dan laba per kuartal selalu naik. Hal ini didorong oleh nilai kontrak dari berbagai pelanggan besar seperti PGN, Pertamina, BUMI, DEWA yang membutuhkan bahan gas industri untuk kebutuhan operasional tambang dan blok minyak yang dimiliki olehnya.

Namun, performa saham SBMA di pasar modal tampaknya berbanding terbalik dengan performa kinerja operasional dan keuangannya. Sebagian dari pada pelaku pasar mungkin bisa melihat hal ini sebagai momentum untuk akumulasi buy saham SBMA di harga terendahnya pada level Rp120-122 per lembar saham. Saham SBMA saat ini ada di level terendahnya sejak 5 tahun terakhir.

Direktur Utama SBMA, Rini Dwiyanti mengatakan, meskipun harga saham SBMA saat ini tidak mencerminkan peningkatan laba yang telah tercatat, penting untuk dipahami bahwa harga saham seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal yang tidak selalu terkait langsung dengan kinerja perusahaan.

Secara kinerja operasional dan keuangan, SBMA terus menunjukkan peningkatan laba yang konsisten dan memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang yang sangat solid, terutama dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti gas medis, special gas, dan metalurgi.

"Keunggulan produk kami, yang terbukti memiliki kualitas tinggi dan kemurnian yang terjaga, serta kepercayaan yang semakin meningkat dari industri, menjadi dasar yang kuat untuk masa depan yang cerah," ujarnya seperti dikutip, Senin (13/1/2025).

Selain itu, sektor gas medis, yang telah terbukti sangat penting selama pandemi, memberikan peluang besar untuk ekspansi lebih lanjut. Perseroan juga memiliki rencana diversifikasi produk yang matang dan investasi pada kapasitas produksi yang akan terus memperkuat posisi perusahaan di pasar.

Meskipun mungkin ada tantangan jangka pendek, Rini yakin bahwa langkah-langkah strategis ini akan memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan membawa keuntungan jangka panjang.

"Dengan pengalaman, keahlian, dan komitmen untuk terus berinovasi, SBMA berada pada posisi yang sangat baik untuk menciptakan nilai lebih besar bagi para pemegang saham di masa depan. Kami mengajak investor untuk tetap mendukung kami dalam perjalanan ini, karena kami percaya bahwa potensi pertumbuhan yang signifikan akan terlihat lebih jelas seiring berjalannya waktu," imbuh Rini.

Berdasarkan diskusi internal dan proyeksi untuk tahun 2025, SBMA sangat optimis terhadap pertumbuhan Perseroan. Adapun target penjualan dan jasa/service SBMA yakin dengan proyeksi pertumbuhan perusahaan pada 2025, didukung oleh peningkatan kapasitas utilitas plant yang solid.

Langkah strategis yang telah tersusun, berdasarkan parameter yang telah kami tetapkan sebelumnya, siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Produk unggulan kami, seperti gas untuk medis, produk special gas, serta layanan jasa seperti leak test, hydrotest, vacuum test siap mendukung pertumbuhan perusahaan.

"Kami melihat potensi besar dalam sektor jasa ini untuk memelihara dan meningkatkan layanan ke Customer yang ada dengan Keahlian tim teknis yang telah dipercaya. Lebih lanjut SBMA juga berkomitmen untuk mendiversifikasi produk, fokus pada pengembangan produk spesifik seperti nitrogen UHP dengan kemurnian di bawah 1 ppm, untuk memasuki pasar yang lebih luas, terutama di sektor yang membutuhkan gas berkualitas tinggi. Kami juga terus mengeksplorasi inovasi dalam distribusi gas, termasuk melalui pipa, yang semakin diminati pelanggan," beber Rini.

Oksigen dan Acetylene akan tetap menjadi fokus utama kami, karena pentingnya produk ini di industri, termasuk petrokimia. Kepercayaan dari perusahaan besar seperti KPC memperkuat keyakinan kami bahwa permintaan untuk kedua produk ini akan terus meningkat, mendukung pertumbuhan perusahaan.

"Kepercayaan dari Industri juga menjadi katalis setelah Kami membangun reputasi kuat di industri, khususnya dalam produk special gas dan layanan terkait. Kepercayaan industri petrokimia memperkuat komitmen kami untuk terus memperluas jangkauan produk dan layanan guna memenuhi permintaan pasar yang berkembang. Kami percaya bahwa 2025 akan menjadi tahun yang penuh peluang dan pertumbuhan bagi perusahaan. Kami siap untuk menghadapi tantangan dan meraih sukses lebih besar," tutup Rini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mayora Suntik Mati Anak Usaha di Belanda, Tinggalkan Utang Rp35 Miliar

Mayora Suntik Mati Anak Usaha di Belanda, Tinggalkan Utang Rp35 Miliar

Bisnis | Kamis, 09 Januari 2025 | 15:03 WIB

Emiten BELI Gandeng Luhut Hingga Retno Marsudi Perkuat Kualitas SDM

Emiten BELI Gandeng Luhut Hingga Retno Marsudi Perkuat Kualitas SDM

Bisnis | Senin, 30 Desember 2024 | 08:49 WIB

Beban Operasional Meningkat 41 Persen, Laba Mizuho Leasing Turun jadi Rp8 Miliar

Beban Operasional Meningkat 41 Persen, Laba Mizuho Leasing Turun jadi Rp8 Miliar

Bisnis | Jum'at, 27 Desember 2024 | 13:45 WIB

Terkini

Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH

Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:00 WIB

Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran

Donald Trump: AS Segera Angkat Kaki dari Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 06:58 WIB

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB