Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

TikTok Dilarang di AS, Jutaan Pengguna Mendadak 'Migrasi' ke Aplikasi Rednote

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 15 Januari 2025 | 17:33 WIB
TikTok Dilarang di AS, Jutaan Pengguna Mendadak 'Migrasi' ke Aplikasi Rednote
Ilustrasi tiktok (Pexels.com/cottonbro studio)

Suara.com - Jelang larangan TikTok yang direncanakan di Amerika Serikat pada 19 Januari 2025, banyak kreator konten mulai mencari platform atau medos alternatif.

Seiring dengan kemungkinan Mahkamah Agung AS mendukung larangan tersebut, para pengguna TikTok berusaha beradaptasi dengan berpindah ke aplikasi lain, salah satunya Rednote, yang merupakan versi Amerika dari aplikasi Xiaohongshu asal Tiongkok.

Rednote kini menjadi pilihan populer di kalangan pengguna TikTok yang merasa terancam kehilangan akses ke platform favorit mereka.

Aplikasi ini telah mencatatkan lonjakan unduhan dan berhasil menduduki posisi teratas di App Store AS. Dengan lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan pada akhir 2023, Rednote menggabungkan fitur-fitur dari Instagram, Twitter, dan Pinterest dalam satu platform.

Kreator konten di TikTok merasa frustrasi dengan keputusan pemerintah AS yang berpotensi memblokir aplikasi tersebut. Banyak dari mereka mengandalkan TikTok sebagai sumber penghasilan utama.

Seorang kreator, Emily Phillips, menyatakan bahwa larangan ini akan berdampak besar pada kehidupannya. "Saya kehilangan sumber pendapatan terbesar saya tanpa alasan yang jelas," ujar dia, dikutip via Diario AS.

Ketidakpastian ini menciptakan suasana cemas di kalangan kreator, yang merasa hak mereka untuk berekspresi terancam. Beberapa pengguna Rednote bahkan berkomentar dengan nada sarkastis mengenai keputusan pemerintah AS untuk melarang TikTok, mengekspresikan kekhawatiran tentang privasi data.

Sementara itu, jika larangan ini diberlakukan, lebih dari 170 juta pengguna TikTok di AS akan kehilangan akses ke platform tersebut. Selain itu, sekitar 7.000 karyawan TikTok di AS juga akan menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.

Pemerintah AS beralasan bahwa TikTok dapat membahayakan keamanan nasional karena keterkaitannya dengan pemerintah Tiongkok melalui perusahaan induknya, ByteDance.

Jika ByteDance tidak memenuhi tenggat waktu untuk menjual aset TikTok di AS sebelum 19 Januari, aplikasi ini akan diblokir secara permanen.

Dengan situasi yang semakin memanas, para kreator konten dan pengguna TikTok disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan ini dan bersiap menghadapi kemungkinan penutupan layanan. Sementara itu, ByteDance didorong untuk mempercepat proses negosiasi guna menghindari pemblokiran dan dampak negatif yang lebih luas terhadap ekosistem digital di AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Twitter, Elon Musk Bakal Beli TikTok?

Setelah Twitter, Elon Musk Bakal Beli TikTok?

Tekno | Rabu, 15 Januari 2025 | 17:10 WIB

Kiamat Mobil China di AS? Larangan Impor Berlaku Mulai 2027!

Kiamat Mobil China di AS? Larangan Impor Berlaku Mulai 2027!

Otomotif | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:17 WIB

Kuba Tak Lagi Teroris bagi AS: Peran Paus Fransiskus dan Pembebasan Tahanan Politik

Kuba Tak Lagi Teroris bagi AS: Peran Paus Fransiskus dan Pembebasan Tahanan Politik

News | Rabu, 15 Januari 2025 | 12:10 WIB

Trump Incar Harta Karun yang Tersimpan di Greenland

Trump Incar Harta Karun yang Tersimpan di Greenland

Bisnis | Rabu, 15 Januari 2025 | 07:15 WIB

Rahasia Viral Ardhito Pramono: Nuansa Sendu Di Balik Promosi Lagu TikTok

Rahasia Viral Ardhito Pramono: Nuansa Sendu Di Balik Promosi Lagu TikTok

Video | Rabu, 15 Januari 2025 | 13:00 WIB

Awalnya Cuma Buat Jualan Lagu, Ardhito Pramono Baper Sendiri Gara-Gara Konten Galau

Awalnya Cuma Buat Jualan Lagu, Ardhito Pramono Baper Sendiri Gara-Gara Konten Galau

Entertainment | Rabu, 15 Januari 2025 | 09:45 WIB

Terkini

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:48 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB