Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

PT Charoen Pokphand Indonesia Tak Pernah Pasang Iklan, Konsumen Diminta Waspada

Ronald Seger Prabowo

Minggu, 19 Januari 2025 | 20:05 WIB
PT Charoen Pokphand Indonesia Tak Pernah Pasang Iklan, Konsumen Diminta Waspada
Kantor PT Charoen Pokphand Indonesia. [cp.co.id]

Suara.com - PT Charoen Pokphand Indonesia tak pernah memasang iklan dan memberikan penawaran produknya melalui Instagram dan media sosial.

Apalagi membuka nomor kontak untuk calon konsumen menggunakan WA Grup Bisnis.

Hal ini ditegaskan Marketing PT Charoen Pokphand Indonesia -Food Division Gun Affandy kepada media bahwa nama perusahaannya telah dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab dan pelaku kriminal untuk menipu banyak orang dengan modus penawaran produk.

"Mereka membuat iklan fiktif lengkap dengan menyertakan katalog produk kami. Bahkan iklan tersebut melalui Instagram dengan follower diatas 9.000 yang kontennya semua mengenai PT Charoen Pokphand Indonesia. Yang jelas penawaran harga dalam iklan tersebut dibuat lebih murah dari supplier," ungkap Gun Affandy dalam rilis yang diterima, Minggu (19/1/2025).

Kasus penipuan menggunakan nama PT Charoen Pokphand Indonesia ini terungkap setelah adanya banyak pihak yang menelpon perusahaannya menanyakan akan hal tersebut. Bahkan jumlahnya semakin hari semakin bertambah.

Umumnya korban telah melakukan transaksi melalui transfer QRis atau transfer digital. Umumnya korban yakin karena setelah scan QRis keluar nama PT Charoen Pokphand Indonesia.

Para korban mengaku telah mengalami kerugian setelah transfer namun pesanan tak kunjung dikirim. Padahal menurut sejumlah korban pelaku penipuan yang dilakukan secara digital telah menerbitkan invoice yang meyakinkan.

Setelah merasa ditipu, para korban baru sadar bahwa pelaku menggunakan QRis Merchant yang bisa diganti Namanya sesuai keinginan.

Atas kasus tersebut, PT Charoen Pokphand Indonesia menghimbau agar konsumen setianya berhati-hati dalam menanggapi iklan ‘bodong’ yang mengatasnamakan perusahaannya. Kepada mereka yang telah menjadi korban penipuan juga dihimbau melaporkan kasusnya ke pihak berwajib.

baca juga

"Kami juga akan tuntut pelakunya yang telah mencemarkan nama baik perusahaan kami. Untuk itu kami juga memohon bantuan semuanya, para korban harus membuat laporan kepolisian supaya bisa dilacak keberadaan pelakunya. Bagi masyarakat tetap harus hati-hati dan waspada terhadap penipuan yang menggunakan brand kami. Bila menginginkan produk kami dalam jumlah besar bisa datang ke supplier resmi kami," ujar Gun Affandy.

Gun Affandy juga memberikan telepon layanan konsumen di 021-6920000 atau melalui website www.cpfood.co.id.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Link Undian BRImo Festival Palsu Bertebaran di Medsos, Jangan Asal Klik!

Link Undian BRImo Festival Palsu Bertebaran di Medsos, Jangan Asal Klik!

Bri | Minggu, 19 Januari 2025 | 16:11 WIB

Sosok Susilawati: Viral Nyanyikan Lagu 'Waktu Ku Kecil', Kini Alami Dugaan Penipuan Honor Kerja

Sosok Susilawati: Viral Nyanyikan Lagu 'Waktu Ku Kecil', Kini Alami Dugaan Penipuan Honor Kerja

Lifestyle | Minggu, 19 Januari 2025 | 13:50 WIB

Lowongan Pegadaian 2025 Terbaru, Lulusan S1 Gaji Mulai Rp 6 Juta, Segera Daftar!

Lowongan Pegadaian 2025 Terbaru, Lulusan S1 Gaji Mulai Rp 6 Juta, Segera Daftar!

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 06:00 WIB

Terkini

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

×