Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,90% di 2024

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 06 Februari 2025 | 17:10 WIB
Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,90% di 2024
Kota Jakarta (pexels.com/Afif Ramdhasuma)

Suara.com - Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja positif pada triwulan IV 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,01% (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,93% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar mengatakan secara kumulatif, ekonomi Jakarta pada tahun 2024 tumbuh sebesar 4,90% (cumulative-to-cumulative/ctc). Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2023 yang sebesar 4,96% (ctc), dan sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,03% (ctc).

Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang positif pada triwulan IV 2024, ekonomi Jakarta masih menghadapi berbagai tantangan, seperti inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Namun, dengan dukungan dari berbagai sektor dan kebijakan yang tepat, prospek ekonomi Jakarta pada tahun 2025 diperkirakan akan tetap positif.

"BPS mencatat bahwa perekonomian Jakarta masih didominasi oleh sektor jasa, diikuti oleh sektor perdagangan dan industri. Pertumbuhan ekonomi Jakarta diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional," kata Arlyana dikutip Kamis (6/2/2025).

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 5,14% (year-on-year/yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,26% (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta berbagai acara dan kegiatan Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) yang berlangsung pada akhir tahun.

Investasi juga mengalami pertumbuhan yang kuat, mencapai 7,54% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 4,27% (yoy). Peningkatan ini terutama didorong oleh investasi bangunan sejalan dengan berlanjutnya berbagai proyek strategis pemerintah dan swasta yang bersifat multi-tahun.

Sektor ekspor juga mencatatkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan sebesar 14,66% (yoy), naik dari triwulan sebelumnya yang sebesar 13,40% (yoy). Peningkatan ini didorong oleh terus membaiknya ekspor produk otomotif, serta peningkatan ekspor komoditas lainnya seperti pakaian dan aksesorisnya, produk kimia, serta logam mulia dan perhiasan/permata.

Sementara itu, Konsumsi Pemerintah tumbuh melambat menjadi 5,20% (yoy), dari triwulan sebelumnya (11,85%; yoy). Perlambatan terutama bersumber dari front-loading pada awal tahun, utamanya terkait belanja Pemilu. Konsumsi LNPRT juga tumbuh melambat menjadi 6,84% (yoy), dari triwulan sebelumnya (11,99%; yoy). Perlambatan sejalan dengan berakhirnya periode kampanye Pilkada pada pertengahan triwulan IV 2024.

Dari sisi Lapangan Usaha, pertumbuhan terutama ditopang oleh LU Perdagangan yang tumbuh tinggi 7,26% (yoy), meski sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya (7,96% yoy), didukung oleh tingginya aktivitas masyarakat saat HBKN Nataru. LU Konstruksi juga menjadi penopang dengan pertumbuhan sebesar 9,39% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (5,65%; yoy).

Hal ini sejalan dengan Investasi yang juga tumbuh tinggi. LU Infokom tumbuh 4,36% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya (4,27%; yoy), didorong oleh tingginya penggunaan data dan internet saat HBKN Nataru. Selanjutnya, LU Industri Pengolahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,35% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (1,33%; yoy), terutama didorong oleh perbaikan ekspor otomotif serta pemenuhan permintaan dalam negeri untuk HBKN Nataru. Sementara itu, LU Jasa Keuangan tumbuh lebih rendah menjadi sebesar 2,60% (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh 6,09% (yoy), sejalan dengan melambatnya penyaluran kredit.

"Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor perkembangan berbagai indikator perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. Selain itu, sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di berbagai sektor guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, serta mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang berdaya saing," pungkas Arlyana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persija Perkuat Benteng Pertahanan, Hindari Kebobolan dengan Cara Mudah

Persija Perkuat Benteng Pertahanan, Hindari Kebobolan dengan Cara Mudah

Your Say | Kamis, 06 Februari 2025 | 14:25 WIB

Bukalapak Terancam Pailit Akibat PKPU Rp 107 Miliar, Singgung Dana IPO

Bukalapak Terancam Pailit Akibat PKPU Rp 107 Miliar, Singgung Dana IPO

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2025 | 11:41 WIB

Tren Sepatu 2025, Brand Lokal Mulai Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri!

Tren Sepatu 2025, Brand Lokal Mulai Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri!

Lifestyle | Kamis, 06 Februari 2025 | 11:00 WIB

Terkini

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:39 WIB

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:33 WIB

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:58 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB