Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mitra Ogan Gandeng Anak Usaha ID FOOD untuk Penuhi Kewajiban Karyawan yang Tertunda

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 10 Februari 2025 | 06:10 WIB
Mitra Ogan Gandeng Anak Usaha ID FOOD untuk Penuhi Kewajiban Karyawan yang Tertunda
Mitra Ogan akan menggandeng anak perusahaan ID FOOD lainnya untuk peningkatan produksi TBS kelapa sawit dan untuk meningkatkan penjualan CPO.

Suara.com - PT Perkebunan Mitra Ogan (Mitra Ogan) berkomitmen penuhi hak karyawan yang saat ini masih tertunda. Sejumlah langkah untuk menyiapkan pendanaan tengah disiapkan manajemen, diantaranya melalui rencana kerja sama operasi dengan anak perusahaan ID FOOD lainnya untuk peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan untuk meningkatkan penjualan crude palm oil (CPO).

Sekretaris Perusahaan Mitra Ogan Mahmud Riyad mengatakan, saat ini manajemen terus fokus menempuh berbagai upaya untuk memastikan hak-hak karyawan yang masih tertunda terpenuhi.

“Kami selaku manajemen berkomitmen penuh untuk memenuhi hak karyawan secara bertahap dan tidak menunda pembayaran untuk kedepan. Memang kondisi perusahaan beberapa waktu lalu berada pada jumlah produksi yang rendah akibat penjarahan lahan dan belum optimalnya sarana pengolahan, namun perbaikan dan strategi peningkatan produksi telah dilakukan, seperti melalui pelaksanaan kerja sama operasi dengan anak perusahaan ID FOOD lain yang kondisinya lebih baik untuk membantu peningkatan produksi, kerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengembalikan areal produksi yang dijarah dan upaya optimalisasi asset” ujarnya ditulis Senin (10/2/2025).

Terkait hal tersebut, Mahmud berharap, seluruh karyawan serta serikat pekerja, baik yang terafiliasi dalam Serikat Pekerja Mitra Ogan (SPMO) dan Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SPPP) – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dapat mendukung langkah perusahaan menjalankan strategi kerja sama operasi ini.

“Penyerapan produksi TBS di lapangan ini sangat penting menjaga income perusahaan. Untuk itu, kami sangat menyayangkan terjadi aksi penjarahan TBS di lahan perusahaan yang berlokasi di Desa Bindu, Lubuk Rukam, serta Desa Durian, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Aksi ini dilakukan oknum masyarakat dan karyawan pada Januari dan masih berlangsung hingga saat ini,” ungkapnya.

Di samping solusi pendanaan tersebut, Mahmud menerangkan, manajemen Mitra Ogan juga telah menyiapkan strategi untuk solusi jangka panjang.

“Perusahaan telah berhasil melakukan penguasaan kembali lahan sawit di Unit Kebun Semidang Aji seluas sekitar 2.100 Ha yang hampir 5 tahun tidak teroptimalisasi dengan baik. Langkah ini dapat menjadi modal yang baik untuk mendukung peningkatan produksi TBS Mitra Ogan kedepannya,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan, terkait kewajiban yang belum 100% diselesaikan, Mahmud menyampaikan, saat ini manajemen telah memenuhi sejumlah kewajiban, diantaranya melakukan pembayaran rutin BPJS Kesehatan Karyawan serta pembayaran gaji secara bertahap.

Atas kondisi tersebut, pihaknya menghormati langkah karyawan melalui Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SPPP) – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang melakukan audiensi kepada Kementerian BUMN, Kementerian Tenaga Kerja, dan DPR RI.

“Kami hormati langkah tersebut. Namun demikian kami mengajak seluruh karyawan untuk sama-sama memperkuat soliditas dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Manajemen akan terus membersamai seluruh karyawan dalam menghadapi tantangan ini dan selalu siap berdialog untuk mencari solusi,” jelasnya.

Mahmud juga mengajak Serikat Pekerja dan karyawan untuk sama-sama mengawasi proses bisnis yang dijalankan perusahaan, agar upaya pembenahan yang saat ini sedang dijalankan dapat menghasilkan produksi dan pendapatan sesuai target.

Sementara itu, Direktur SDM ID FOOD Yossi Istanto mengatakan, kerja sama operasi yang sedang dilaksanakan akan diperluas pada beberapa afdeling sebagai solusi operasional dan keuangan Mitra Ogan dilakukan dengan menggandeng anak perusahaan serta BUMN.

Adapun Mitra Ogan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit, dengan aktivitas produksi pengolahan buah kelapa sawit menjadi minyak sawit mentah/CPO dan inti sawit/palm kernel (PK).

Mitra Ogan memiliki 2 (dua) unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 90 ton/jam yang beroperasi di Provinsi Sumatera Selatan. Mitra Ogan merupakan anak usaha BUMN dengan kepemilikan saham ID FOOD/RNI 75% dan Holding Perkebunan PTPN 35%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPDB-KUMKM dan ID FOOD Bersinergi Perkuat Sektor Pangan Nasional

LPDB-KUMKM dan ID FOOD Bersinergi Perkuat Sektor Pangan Nasional

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2025 | 18:07 WIB

Modal BUMN Berdikari Kejar Target Ketahanan Pangan Nasional era Prabowo

Modal BUMN Berdikari Kejar Target Ketahanan Pangan Nasional era Prabowo

Bisnis | Minggu, 26 Januari 2025 | 16:09 WIB

Aset Perusahaan Dianggap Hilang, Begini Tanggapan ID FOOD

Aset Perusahaan Dianggap Hilang, Begini Tanggapan ID FOOD

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2025 | 15:56 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB