Distribusi Beras SPHP Dihentikan Jelang Ramadan, Ini Alasannya

M Nurhadi

Senin, 10 Februari 2025 | 17:54 WIB
Distribusi Beras SPHP Dihentikan Jelang Ramadan, Ini Alasannya
Pengunjung membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur.. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 100.959 ton per 6 Februari 2025, atau setara dengan 33,65% dari target total 300.000 ton.

Beras SPHP merupakan salah satu program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen. Namun, penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan lainnya dihentikan sementara mulai 7 Februari 2025. Langkah ini diambil untuk memprioritaskan penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani yang sedang memasuki masa panen.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini bertujuan memberikan ruang bagi petani agar produksi GKP mereka diserap oleh Perum Bulog. Hal ini diharapkan dapat menjaga harga GKP di tingkat petani tetap stabil.

Pemerintah telah menetapkan target penyerapan GKP sebanyak 3 juta ton setara beras melalui Bulog, dengan harga GKP any quality di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Dengan harga Rp6.500 per kilogram, petani diharapkan bisa mendapatkan margin keuntungan yang wajar,” ujar Ketut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Jakarta, Senin (10/2/2025).

Ketut menegaskan bahwa penghentian sementara penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan merupakan langkah strategis untuk melindungi kepentingan petani. Pada musim panen yang diperkirakan menghasilkan surplus sekitar 4 juta ton hingga April 2025, Bulog ditugaskan untuk menyerap 3 juta ton GKP. 

Selain itu, Bapanas juga akan melakukan dua intervensi utama untuk menjaga stabilitas harga pangan. Pertama, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), yang bertujuan menyediakan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Kedua, dengan memfasilitasi distribusi pangan dari daerah dengan harga rendah ke daerah dengan harga tinggi. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selama Tiga Bulan, Produksi Gabah Kering di Jawa Tengah Diprediksi Capai 4,8 Juta Ton

Selama Tiga Bulan, Produksi Gabah Kering di Jawa Tengah Diprediksi Capai 4,8 Juta Ton

News | Rabu, 05 Februari 2025 | 17:38 WIB

Harap Bersabar! Selama Ramadan Bansos Beras Ditiadakan Sementara

Harap Bersabar! Selama Ramadan Bansos Beras Ditiadakan Sementara

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2025 | 17:28 WIB

JK Beri Wejangan Ketahanan Pangan ke Prabowo, Bahas Lonjakan Produksi Beras

JK Beri Wejangan Ketahanan Pangan ke Prabowo, Bahas Lonjakan Produksi Beras

Video | Selasa, 04 Februari 2025 | 20:30 WIB

Bertamu ke Istana, Jusuf Kalla Kasih Saran Ini untuk Kabinet Prabowo

Bertamu ke Istana, Jusuf Kalla Kasih Saran Ini untuk Kabinet Prabowo

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 17:37 WIB

Harga Gabah Anjlok di Banyuasin, Kementan Kawal Panen di Sumsel

Harga Gabah Anjlok di Banyuasin, Kementan Kawal Panen di Sumsel

Bisnis | Senin, 20 Januari 2025 | 14:08 WIB

Jangan Bandel! Pedagang Jual Beras SPHP di Atas HET Siap-siap Kena Sanksi

Jangan Bandel! Pedagang Jual Beras SPHP di Atas HET Siap-siap Kena Sanksi

Bisnis | Selasa, 14 Januari 2025 | 13:29 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×