Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Andalkan Program Pemerintah, Emiten PART Bidik Pendapat Melonjak 15 Persen di 2025

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 11 Februari 2025 | 18:07 WIB
Andalkan Program Pemerintah, Emiten PART Bidik Pendapat Melonjak 15 Persen di 2025
Ilustrasi saham [Shutterstock]

Suara.com - PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), emiten penyediaan suku cadang bagi industri otomotif, sanitary, dan elektronik terus melakukan transformasi. Dengan lebih dari 49 klien besar yang mempercayakan kebutuhan komponen mereka, PART memainkan peran strategis dalam menjaga kelangsungan rantai pasok manufaktur nasional.

PART mencatat kinerja keuangan yang impresif dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan tahunan (CAGR) 27,3 persen sejak 2021. Pada 2024, laba bersih diperkirakan mencapai Rp23,3 miliar dengan net profit margin 9 persen, dengan pendapatan 2024 di optimis di angka Rp267 miliar, adapun saat ini kami masih dalam proses audit.

Dengan fondasi ini, perusahaan optimistis membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 15 persen pada 2025.

"Momentum pertumbuhan kami semakin kuat pasca IPO. Kami melihat potensi besar di berbagai sektor yang bisa kami sinergikan dengan keunggulan manufaktur kami," ujar Direktur Utama PART, Hamim seperti dikutip, Selasa (11/2/2025),

Perseroan akan melakukan diversifikasi bisnisnya dari sektor otomotif pada manufaktur lainnya seperti pemenuhan kebutuhan tray food untuk kebutuhan program makan bergizi pemerintah dengan target produksi 1 juta tray food per bulan, serta diversifikasi di sektor alat pertanian.

Sehingga, Manajemen PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menargetkan pendapatan di akhir tahun 2025 akan menyentuh Rp1 triliun lebih dengan estimasi pertumbuhan lebih dari 200 persen.

"Dengan asumsi tray food dan agribisnis bisa berjalan mulus pada tahun ini sesuai target perusahaan," imbuh Hamim.

Hamim mengatakan, bahwa kontribusi perseroan pada program tray food ini karena kepedulian terhadap program pemerintah ini yang dianggap sangat baik demi perkembangan anak-anak Indonesia.

Kebutuhan gizi anak-anak harus terpenuhi demi tumbuh kembangnya. Perseroan, harus turut serta berkontribusi demi kemajuan Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, PART akan membangun fasilitas produksi baru seluas 8.000 meter persegi yang akan meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Langkah ini diambil untuk menjawab permintaan pasar yang terus meningkat serta memperkuat peran PART dalam mendukung sektor manufaktur nasional.

Selain itu, PART mulai memasuki pasar food tray sebagai solusi kemasan yang higienis dan berkelanjutan, sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Dengan target penjualan Rp364 miliar eksisting, inisiatif ini tidak hanya memperluas lini bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ekosistem penyediaan makanan sehat bagi masyarakat.

Selain sektor pangan, PART juga siap berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian nasional dengan menyediakan alat dan mesin pertanian berkualitas tinggi.
Berbekal pengalaman dalam fabrikasi baja dan plastik, perusahaan menargetkan kontribusi sebesar 5-10 persen terhadap total kebutuhan alat dan mesin pertanian dalam program pemerintah.

Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebagai perusahaan yang tumbuh bersama industri manufaktur nasional, PART melihat potensi besar dari arah kebijakan ekonomi yang berorientasi pada rakyat.

"Kami optimistis dengan kebijakan pemerintah yang pro-industri dan diprediksi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5-8 persen. Dengan fondasi yang kuat dan strategi yang tepat, PART siap berkontribusi dalam akselerasi ini," kata Hamim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Emiten TGUK: Karyawan Tetap Tinggal 4 Orang, Gerai Banyak yang Bangkrut

Nasib Emiten TGUK: Karyawan Tetap Tinggal 4 Orang, Gerai Banyak yang Bangkrut

Bisnis | Senin, 10 Februari 2025 | 17:49 WIB

Izin Tambang Emas Anak Usaha Emiten BMRS Diminta Dicabut

Izin Tambang Emas Anak Usaha Emiten BMRS Diminta Dicabut

Bisnis | Senin, 10 Februari 2025 | 17:15 WIB

Proyeknya Dijegal KLH, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo Bilang Begini

Proyeknya Dijegal KLH, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo Bilang Begini

Bisnis | Senin, 10 Februari 2025 | 12:21 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB