Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

1,4 Miliar Masyarakat India Tidak Punya Uang, Kok Bisa?

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 27 Februari 2025 | 15:27 WIB
1,4 Miliar Masyarakat India Tidak Punya Uang, Kok Bisa?
Bendera India.(Unsplash.com)

Suara.com - India nampaknya mengalami kesulitan ekonomi Hal ini dikarenakan 1,4 miliar masyarakat India tidak memiliki uang untuk belanja.

Dilansir BBC, 1 miliar masyarakat India mengalami kekurangan finansial sehingga tidak bisa berbelanja karena keuangan yang tidak mencukupi.

Menurut laporan dari Blume Ventures, sebuah perusahaan modal ventura kelas konsumen negara ini secara efektif merupakan pasar potensial bagi perusahaan rintisan atau pemilik bisnis hanya 130-140 juta orang.

Sebanyak 300 juta lainnya merupakan konsumen "baru" atau "calon konsumen."  Mereka enggan berbelanja dan baru saja mulai membuka dompet mereka. Ini karena pembayaran digital dengan sekali klik memudahkan transaksi.

Terlebih lagi, menurut laporan tersebut,  kelas konsumen di ekonomi terbesar ketiga di Asia tidak "melebar" melainkan "mendalam". Itu pada dasarnya berarti populasi kaya di India tidak benar-benar bertambah jumlahnya, meskipun mereka yang sudah kaya menjadi semakin kaya.

Semua ini membentuk pasar konsumen negara ini dengan berbagai cara yang unik, khususnya mempercepat tren "premiumisasi". Di mana  merek memacu pertumbuhan dengan menggandakan produk mahal dan canggih yang ditujukan untuk orang kaya daripada berfokus pada produk untuk pasar massal.

Hal ini terbukti dari penjualan rumah mewah dan ponsel premium yang terus meningkat, meskipun varian kelas bawahnya sedang berjuang. Rumah yang terjangkau kini hanya mencakup 18% dari keseluruhan pasar India dibandingkan dengan 40% lima tahun lalu.

Barang bermerek juga menguasai pangsa pasar yang lebih besar. Dan "ekonomi pengalaman" sedang berkembang pesat, dengan tiket konser mahal oleh artis internasional seperti Coldplay dan Ed Sheeran laku keras.

"Perusahaan yang telah beradaptasi dengan perubahan ini telah berkembang pesat,” kata Sajith Pai.

"Mereka yang terlalu fokus pada pasar massal atau memiliki campuran produk yang tidak memiliki eksposur ke pasar premium telah kehilangan pangsa pasar," tambahnya.

Namun, kemerosotan konsumsi terkini semakin dalam bukan hanya karena hancurnya daya beli, tetapi juga karena penurunan tajam tabungan finansial dan melonjaknya utang di kalangan masyarakat. Bank sentral negara itu juga telah menindak tegas pinjaman mudah tanpa jaminan yang menopang permintaan setelah pandemi COVID.

Sebagian besar pengeluaran konsumsi dari kelas  baru atau calon masyarakat India didorong oleh pinjaman tersebut,  dan mematikan keran tersebut pasti akan berdampak pada konsumsi," kata Pai.

Temuan laporan tersebut memperkuat pandangan yang sudah lama berlaku bahwa pemulihan pascapandemi di India berbentuk K,  di mana orang kaya semakin kaya, sementara orang miskin kehilangan daya beli.

Faktanya, ini telah menjadi tren struktural jangka panjang yang dimulai bahkan sebelum pandemi. Ketimpangan di India semakin parah, dengan 10% penduduk teratas India kini menguasai 57,7% pendapatan nasional dibandingkan dengan 34% pada tahun 1990. Separuh penduduk terbawah mengalami penurunan pangsa pendapatan nasional dari 22,2% menjadi 15%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital

Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital

Your Say | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Gontor dan Jago Syariah Kolaborasi Edukasi Finansial untuk Santri

Gontor dan Jago Syariah Kolaborasi Edukasi Finansial untuk Santri

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:50 WIB

Survei Ipsos 2026: Koneksi ke Platform Belanja Online Kini Jadi Alasan Orang Pilih Bank Digital

Survei Ipsos 2026: Koneksi ke Platform Belanja Online Kini Jadi Alasan Orang Pilih Bank Digital

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:46 WIB

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB