Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Kronologi Oknum Polisi Doxing Warga Denmark Keturunan Indonesia, Panen Hujatan Publik

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 06 April 2025 | 08:37 WIB
Kronologi Oknum Polisi Doxing Warga Denmark Keturunan Indonesia, Panen Hujatan Publik
Ilustrasi [Luis Villasmil on Unsplash]

Suara.com - Seorang oknum polisi diduga melakukan doxing atau penyebaran data pribadi warga Denmark keturunan Indonesia. Seperti klarifikasi yang tersebar di akun X atau Twitter, kronologi kasus tersebut dimulai WNI bernama Sverre Dahl Nielsen di-doxing oknum polisi Indonesia dimulai ketika dirinya banyak berbicara untuk menentang korupsi di pemerintahan. Sverre merupakan warga negara Denmark keturunan Indonesia.

Namun, setelah dia berbicara mengenai kasus korupsi tersebut data pribadinya malah bocor serta akunnya diretas. Setelahnya Sverre menghilang dari media sosial dan menyeret kasus ini ke ranah hukum yang lebih serius.

Ketika kasus doxing dan peretasan akun terus diproses, seorang mahasiswa Indonesia di Denmark berinisial A, mengulurkan tangan untuk menawarkan dukungan moral dan bahkan secara pribadi mengundang kedutaan. Sverre menyambut baik uluran tangan tersebut.

Sayangnya, netizen berasumsi A menjadi penyebab Sverre menghilang dari media sosial. Padahal, alasan sebenarnya adalah lantaran dirinya perlu berdiskusi untuk membuat keputusan.

Beberapa setelah peretasan akun Sverre, kantor kepolisian Indonesia mengeluarkan permintaan maaf resmi. Perwakilan mereka bahkan melakukan perjalanan ke kediaman pribadi Sverre di Kopenhagen untuk meminta maaf secara langsung.

Pada saat itu, Sverre diberi dua pilihan: menerima permintaan maaf atau terus melanjutkan kasus ke ranah hukum yang bisa jadi melibatkan polisi internasional atau interpol. Akhirnya Sverre memutuskan untuk memaafkan dan tidak melanjutkan kasus lantaran sejumlah alasan.

Sverre menyebutkan alasan pertamanya karena dia melaporkan peristiwa doxing tersebut tanpa sepengetahuan sang ayah. Namun, ketika ayahnya tahu, dia malah menyebut bahwa melanjutkan kasus hanya akan membuat hubungan diplomatik Indonesia – Denmark merenggang. Sverre menyadari nasihat ayahnya, yang juga terlibat dalam pemerintahan, ada benarnya.

Tak cuma di dunia maya, Sverre juga mengalami intimidasi di dunia nyata yang menurutnya kini lebih mendesak dan membutuhkan perhatian penuh untuk diurus bersama kepolisian Denmark. Kemudian, Sverre juga menyadari jika dirinya terus melanjutkan kasus doxing ke ranah hukum, hal ini justru bakal mempersulit orang Indonesia yang ingin tinggal di Denmark. Di sisi lain dirinya memiliki banyak teman Indonesia yang bermimpi untuk belajar di universitas – universitas terbaik di negara tersebut.

Terakhir, Sverre mengatakan dirinya sedang mempersiapkan diri untuk masuk universitas, hal yang dia prioritaskan untuk masa depan. Sementara berurusan dengan kasus hukum yang berkepanjangan akan memakan banyak waktu dan energi yang bisa digunakan untuk memikirkan pendidikan.

Perwakilan kepolisian Indonesia meyakinkan bahwa oknum yang bertanggung jawab atas doxing telah dipecat dan akan menghadapi konsekuensi yang pantas didapatkan di Indonesia. Penyelidikan terpisah oleh pihak berwenang Denmark juga menegaskan bahwa kasus ini memang tindakan individu, bukan atas perintah institusi kepolisian.

Terakhir, Sverre menegaskan keputusan untuk tidak melanjutkan kasus dibuat bukan karena kelemahan tetapi karena dirinya percaya hal tersebut adalah jalan terbaik ke depan. “Saya tidak ingin insiden ini merusak hubungan antara Denmark dan Indonesia, saya juga tidak ingin itu menciptakan kesulitan yang tidak perlu bagi orang-orang yang tidak bersalah,” kata dia dalam pernyataan resmi.

Terakhir, Sverre menyatakan tidak akan membiarkan situasi ini menyita seluruh waktu dan energi ketika dirinya memiliki tujuan penting lainnya yang harus diperhatikan. Dirinya meminta kepada seluruh pihak untuk berhenti menyebarkan informasi yang salah, terutama mengenai A dan KBRI, yang tidak memiliki pengaruh pada keputusan akhir dirinya. Situasi ini diakuinya memang sangat sulit, namun Sverre memilih untuk bergerak maju.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Polisi Jadi Korban Begal di Cikarang, Honda Scoopy Miliknya Dibawa Kabur

Seorang Polisi Jadi Korban Begal di Cikarang, Honda Scoopy Miliknya Dibawa Kabur

News | Kamis, 03 April 2025 | 22:57 WIB

Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors

Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors

News | Selasa, 01 April 2025 | 15:13 WIB

Perusahaan Travel Dipolisikan Kasus Penipuan Modus Kode Booking Palsu, Korban Rugi Miliaran Rupiah

Perusahaan Travel Dipolisikan Kasus Penipuan Modus Kode Booking Palsu, Korban Rugi Miliaran Rupiah

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 22:04 WIB

Serahkan ke Polisi soal Temuan Ladang Ganja di Bromo, Kemenpar: Itu Destinasi Ramah Lingkungan

Serahkan ke Polisi soal Temuan Ladang Ganja di Bromo, Kemenpar: Itu Destinasi Ramah Lingkungan

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 20:46 WIB

Kapolri Perintahkan Seluruh Polisi yang Pantau Arus Mudik Bersiaga hingga Subuh, Kenapa?

Kapolri Perintahkan Seluruh Polisi yang Pantau Arus Mudik Bersiaga hingga Subuh, Kenapa?

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 20:10 WIB

Ngeri! Jejak Represif Polisi saat Demo Tolak UU TNI di DPR: Cegat Ambulans hingga Gebuk Paramedis!

Ngeri! Jejak Represif Polisi saat Demo Tolak UU TNI di DPR: Cegat Ambulans hingga Gebuk Paramedis!

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 12:35 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB