Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

IHSG Terjun Bebas, Hanya 15 Saham di Zona Hijau Pasca Trading Halt

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 08 April 2025 | 11:26 WIB
IHSG Terjun Bebas, Hanya 15 Saham di Zona Hijau Pasca Trading Halt
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami penghentian perdagangan sementara (trading halt) pagi ini akibat penurunan tajam lebih dari 9%.

Pada pembukaan sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas ke level 5.912,06, mengalami penurunan drastis sebesar 598,55 poin (9,19%) yang memicu mekanisme penghentian perdagangan otomatis.

Berdasarkan peraturan yang berlaku, penghentian perdagangan diberlakukan selama 30 menit. Protokol ini juga memungkinkan pemberlakuan trading halt tambahan 30 menit jika penurunan berlanjut melebihi ambang batas 15%. Memasuki pukul 09.48 WIB, IHSG mulai menunjukkan perbaikan ke level 5.983,74 meskipun masih tercatat turun 526,87 poin (8,09%) dari posisi pembukaan di 5.914,28.

Pergerakan saham menunjukkan dominasi pelemahan dengan 597 emiten tercatat negatif, sementara hanya 15 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 46 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan hingga pukul 10.00 WIB mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Penyesuaian Regulasi Trading Halt oleh BEI

Menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian signifikan terhadap aturan auto rejection bawah dan trading halt. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran dan efisiensi perdagangan efek di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan melalui revisi dua peraturan utama: Surat Keputusan Direksi tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan dalam Kondisi Darurat. Perubahan kebijakan yang tertuang dalam SK Direksi Nomor Kep-00002/BEI/04-2025 dan Kep-00003/BEI/04-2025 ini mulai berlaku efektif sejak 8 April 2025.

Penyesuaian terbaru menetapkan batasan auto rejection bawah sebesar 15% untuk seluruh jenis saham di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, serta instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) dan Dana Investasi Real Estat (DIRE) di semua rentang harga.

Dampak Kebijakan Tarif AS dan Respons Pasar Global

Dikutip via Antara, perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025) masih berada di bawah tekanan kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang berdampak global. IHSG tercatat melemah 596,33 poin (9,16%) ke level 5.914,28, sementara Indeks LQ45 mengalami koreksi lebih dalam dengan penurunan 92,61 poin (11,25%) ke posisi 651,90.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memproyeksikan tekanan jual masih akan berlanjut dalam beberapa sesi mendatang. Faktor utama yang memicu kepanikan pasar adalah penetapan tarif balasan AS sebesar 32% terhadap Indonesia, yang mendorong pemerintah untuk segera mengirim delegasi tingkat tinggi guna melakukan negosiasi bilateral.

Dampak kebijakan proteksionis AS juga terasa kuat di pasar global. Wall Street mengalami pelemahan signifikan sejak pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden Donald Trump pada 2 April 2025. Pada perdagangan Senin (7/4), Indeks S&P 500 dan Dow Jones menutup sesi di zona merah setelah mengalami fluktuasi tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global.

Pasar Eropa juga tidak luput dari tekanan, dengan Indeks STOXX 600 anjlok 4,5% ke level terendah sejak Januari 2024. Indeks DAX Jerman sempat menyentuh penurunan 6,4% sebelum ditutup melemah 4,13%, sementara FTSE 100 Inggris dan CAC 40 Prancis masing-masing merosot 4,38% dan 4,78%.

Di kawasan Asia, pergerakan pasar terfragmentasi dengan Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,71%, sedangkan Indeks Shanghai Komposit tercatat stagnan. Indeks acuan Malaysia dan Singapura masing-masing menguat 0,02% dan 1,40%, menunjukkan respons yang beragam terhadap gejolak pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Impor Bikin IHSG Babak Belur, Bos BEI Siapkan Jurus Jitu Redam Kepanikan Investor

Tarif Impor Bikin IHSG Babak Belur, Bos BEI Siapkan Jurus Jitu Redam Kepanikan Investor

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 11:19 WIB

Usai Trading Halt, Perdagangan IHSG Masih Merosot 8 Persen

Usai Trading Halt, Perdagangan IHSG Masih Merosot 8 Persen

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 10:18 WIB

Trump Bikin Pasar Saham Ambyar! Sikap Investor Bisa Jadi Faktor Kunci Penguatan IHSG

Trump Bikin Pasar Saham Ambyar! Sikap Investor Bisa Jadi Faktor Kunci Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 10:16 WIB

IHSG Trading Halt, Daftar Harga Saham yang Ambruk Pagi Ini

IHSG Trading Halt, Daftar Harga Saham yang Ambruk Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 09:54 WIB

Turun 9 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan IHSG

Turun 9 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan IHSG

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 09:25 WIB

Imbas Tarif Impor Trump, IHSG Turun 9,16 Persen di Pembukaan Perdana Usai Libur Lebaran

Imbas Tarif Impor Trump, IHSG Turun 9,16 Persen di Pembukaan Perdana Usai Libur Lebaran

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 09:16 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Lowongan Kerja BRI Terbaru April 2026, Terbuka untuk Semua Jurusan

Lowongan Kerja BRI Terbaru April 2026, Terbuka untuk Semua Jurusan

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:38 WIB

Ekspor Produk Perikanan Capai 6,27 Miliar Dolar AS di 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun

Ekspor Produk Perikanan Capai 6,27 Miliar Dolar AS di 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:36 WIB

Siapa PT Yasa Artha Trimanunggal? Pemenang Pengadaan Motor Trail Listrik MBG

Siapa PT Yasa Artha Trimanunggal? Pemenang Pengadaan Motor Trail Listrik MBG

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:26 WIB

Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Dony Oskaria Bocorkan Skemanya

Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Dony Oskaria Bocorkan Skemanya

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:11 WIB

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Pengujian B50 di Alat Berat Sukses, Indonesia di Ambang Swasembada Energi

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:58 WIB

Kemenhum Aktifkan Notifikasi Otomatis Perpanjangan Merek HKI Online

Kemenhum Aktifkan Notifikasi Otomatis Perpanjangan Merek HKI Online

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:50 WIB

Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?

Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:34 WIB

Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol

Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:26 WIB

Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha

Banyak Akses Infrastruktur, Kawasan Park Serpong Mulai Diburu Pelaku Usaha

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 17:22 WIB