IHSG Terjun Bebas, Hanya 15 Saham di Zona Hijau Pasca Trading Halt

M Nurhadi

Selasa, 08 April 2025 | 11:26 WIB
IHSG Terjun Bebas, Hanya 15 Saham di Zona Hijau Pasca Trading Halt
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami penghentian perdagangan sementara (trading halt) pagi ini akibat penurunan tajam lebih dari 9%.

Pada pembukaan sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas ke level 5.912,06, mengalami penurunan drastis sebesar 598,55 poin (9,19%) yang memicu mekanisme penghentian perdagangan otomatis.

Berdasarkan peraturan yang berlaku, penghentian perdagangan diberlakukan selama 30 menit. Protokol ini juga memungkinkan pemberlakuan trading halt tambahan 30 menit jika penurunan berlanjut melebihi ambang batas 15%. Memasuki pukul 09.48 WIB, IHSG mulai menunjukkan perbaikan ke level 5.983,74 meskipun masih tercatat turun 526,87 poin (8,09%) dari posisi pembukaan di 5.914,28.

Pergerakan saham menunjukkan dominasi pelemahan dengan 597 emiten tercatat negatif, sementara hanya 15 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 46 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan hingga pukul 10.00 WIB mencapai lebih dari Rp6 triliun.

Penyesuaian Regulasi Trading Halt oleh BEI

Menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian signifikan terhadap aturan auto rejection bawah dan trading halt. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran dan efisiensi perdagangan efek di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan melalui revisi dua peraturan utama: Surat Keputusan Direksi tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan dalam Kondisi Darurat. Perubahan kebijakan yang tertuang dalam SK Direksi Nomor Kep-00002/BEI/04-2025 dan Kep-00003/BEI/04-2025 ini mulai berlaku efektif sejak 8 April 2025.

Penyesuaian terbaru menetapkan batasan auto rejection bawah sebesar 15% untuk seluruh jenis saham di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, serta instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) dan Dana Investasi Real Estat (DIRE) di semua rentang harga.

Dampak Kebijakan Tarif AS dan Respons Pasar Global

baca juga

Dikutip via Antara, perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025) masih berada di bawah tekanan kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang berdampak global. IHSG tercatat melemah 596,33 poin (9,16%) ke level 5.914,28, sementara Indeks LQ45 mengalami koreksi lebih dalam dengan penurunan 92,61 poin (11,25%) ke posisi 651,90.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memproyeksikan tekanan jual masih akan berlanjut dalam beberapa sesi mendatang. Faktor utama yang memicu kepanikan pasar adalah penetapan tarif balasan AS sebesar 32% terhadap Indonesia, yang mendorong pemerintah untuk segera mengirim delegasi tingkat tinggi guna melakukan negosiasi bilateral.

Dampak kebijakan proteksionis AS juga terasa kuat di pasar global. Wall Street mengalami pelemahan signifikan sejak pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden Donald Trump pada 2 April 2025. Pada perdagangan Senin (7/4), Indeks S&P 500 dan Dow Jones menutup sesi di zona merah setelah mengalami fluktuasi tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global.

Pasar Eropa juga tidak luput dari tekanan, dengan Indeks STOXX 600 anjlok 4,5% ke level terendah sejak Januari 2024. Indeks DAX Jerman sempat menyentuh penurunan 6,4% sebelum ditutup melemah 4,13%, sementara FTSE 100 Inggris dan CAC 40 Prancis masing-masing merosot 4,38% dan 4,78%.

Di kawasan Asia, pergerakan pasar terfragmentasi dengan Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,71%, sedangkan Indeks Shanghai Komposit tercatat stagnan. Indeks acuan Malaysia dan Singapura masing-masing menguat 0,02% dan 1,40%, menunjukkan respons yang beragam terhadap gejolak pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Impor Bikin IHSG Babak Belur, Bos BEI Siapkan Jurus Jitu Redam Kepanikan Investor

Tarif Impor Bikin IHSG Babak Belur, Bos BEI Siapkan Jurus Jitu Redam Kepanikan Investor

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 11:19 WIB

Usai Trading Halt, Perdagangan IHSG Masih Merosot 8 Persen

Usai Trading Halt, Perdagangan IHSG Masih Merosot 8 Persen

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 10:18 WIB

Trump Bikin Pasar Saham Ambyar! Sikap Investor Bisa Jadi Faktor Kunci Penguatan IHSG

Trump Bikin Pasar Saham Ambyar! Sikap Investor Bisa Jadi Faktor Kunci Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 10:16 WIB

IHSG Trading Halt, Daftar Harga Saham yang Ambruk Pagi Ini

IHSG Trading Halt, Daftar Harga Saham yang Ambruk Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 09:54 WIB

Turun 9 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan IHSG

Turun 9 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan IHSG

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 09:25 WIB

Imbas Tarif Impor Trump, IHSG Turun 9,16 Persen di Pembukaan Perdana Usai Libur Lebaran

Imbas Tarif Impor Trump, IHSG Turun 9,16 Persen di Pembukaan Perdana Usai Libur Lebaran

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 09:16 WIB

Terkini

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan Dua Orang, Satu Petugas Damkar Terluka

Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan Dua Orang, Satu Petugas Damkar Terluka

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:12 WIB

GAC Indonesia Resmi Kenalkan Mobil Listrik AION UT Urban di Bekasi

GAC Indonesia Resmi Kenalkan Mobil Listrik AION UT Urban di Bekasi

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:10 WIB

KPK Sita Mobil Land Cruiser Milik Orang Kepercayaan Nusron Wahid

KPK Sita Mobil Land Cruiser Milik Orang Kepercayaan Nusron Wahid

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Rudy Masud Sakit Apa Sampai Harus Medical Check-Up di Singapura? Bisa Pas dengan GP Singapura

Rudy Masud Sakit Apa Sampai Harus Medical Check-Up di Singapura? Bisa Pas dengan GP Singapura

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Tayang 2027, Sooyoung dan Kang Seung Yoon Bintangi Drakor I Went to School

Tayang 2027, Sooyoung dan Kang Seung Yoon Bintangi Drakor I Went to School

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Allah Tidak Tidur, Curhat Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin

Allah Tidak Tidur, Curhat Pilu Bang Madun di Tengah Perseteruan Aa Juju dan Awkarin

Entertainment | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:51 WIB

×