Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Minat Pasar Tinggi, SGER Ekspor Batu Bara Senilai 35,7 Juta Dolar AS ke Vietnam

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 08 April 2025 | 20:08 WIB
Minat Pasar Tinggi, SGER Ekspor Batu Bara Senilai 35,7 Juta Dolar AS ke Vietnam
Ilustrasi batu bara di atas kapal tongkang. [Istimewa]

Suara.com - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) melalui anak perusahaannya, Hineni Seven Resources DMCC, berhasil memperluas jaringan bisnis internasional dengan menandatangani kontrak ekspor batu bara baru ke Vietnam senilai US$35,7 juta. Kontrak penjualan yang ditandatangani pada Selasa (26/3/2025) ini mencakup pengiriman 500.000 metrik ton batu bara ke VIMC Shipping Company, salah satu perusahaan pengapalan terkemuka di Vietnam.

Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi SGER sebagai salah satu pemain utama di industri batu bara nasional. Sejak berdiri pada 17 Maret 2008, perusahaan ini secara konsisten menunjukkan perkembangan bisnis yang positif. Tahun 2024 menjadi tahun yang gemilang bagi SGER dengan total penjualan mencapai Rp14 triliun, dimana pasar ekspornya telah mencakup beberapa negara Asia termasuk China, Malaysia, India, Filipina, dan Bangladesh.

Welly Thomas, Direktur Utama SGER, mengungkapkan perkembangan positif yang dialami perusahaan. "Sejak listing di Bursa Efek Indonesia pada 2020, pertumbuhan omset kami terus menunjukkan tren positif. Tahun lalu kami berhasil mencapai Rp14 triliun," jelas Welly dalam acara di Graha BIP, Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2025).

Data keuangan kuartal III-2024 memperkuat pernyataan tersebut. SGER mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,88 triliun pada periode tersebut, meningkat 14,30% dibandingkan kuartal III-2023 yang sebesar Rp9,52 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan batu bara sebesar 12,84% year-on-year menjadi Rp10,65 triliun, serta lonjakan penjualan nikel yang mencapai 211,96% menjadi Rp228,52 miliar.

Welly menyatakan optimisme terhadap prospek industri batu bara ke depan. "Batu bara masih akan menjadi sumber energi penting, baik di Indonesia maupun global. Di dalam negeri, kami memperkirakan kebutuhan batu bara masih akan bertahan selama 15-20 tahun ke depan mengingat harganya yang kompetitif dibanding sumber energi lainnya," paparnya.

Kontrak baru dengan Vietnam ini semakin memperkuat posisi SGER di pasar internasional. Perusahaan terus menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika pasar energi global yang fluktuatif. Dengan strategi ekspansi pasar dan diversifikasi komoditas yang tepat, SGER diproyeksikan akan terus mencetak kinerja positif di tahun-tahun mendatang.

Pencapaian SGER ini juga mencerminkan potensi besar industri pertambangan Indonesia di pasar global. Dengan pengelolaan yang profesional dan strategi bisnis yang tepat, perusahaan-perusahaan tambang nasional mampu bersaing di kancah internasional sekaligus berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui devisa hasil ekspor.

“Ini (batu bara) adalah source listrik yang paling murah dan banyak situasi geopolitik yang akan mendukung penggunaan batu bara. Misalnya, Amerika Serikat akan bersaing dengan China. Di mana, Amerika tetap mendukung penggunaan batu bara,” tuturnya.

Terkait cadangan batu bara di Indonesia, Welly bilang, masih sangat besar. Untuk itu, SGER berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata.

Selain itu, perseroan ingin menjadi bagian dari pengembangan bisnis hijau dengan sumber-sumber energi alternatif berkelanjutan, serta membangun bisnis yang sustainable.

“PT SGE selalu berusaha untuk mengantisipasi dan mengambil potensi atau peluang green energy. Kami memutuskan untuk lebih proaktif, masuk lebih awal supaya punya fundamental yang baik di bidang ini. Sehingga kami memiliki kompetensi yang unggul dalam industri green energy seperti di industry batubara,” jelas Welly.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan batu bara Indonesia mengalami penyesuaian dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, cadangan batu bara tercatat sebesar 38,84 miliar ton. Namun, laporan kinerja Ditjen Mineral dan Batubara tahun 2024 menunjukkan bahwa pada tahun 2023, cadangan terbukti (proven reserve) batu bara Indonesia adalah 31,713 miliar ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PTBA Raup Laba Bersih Rp 5,10 Triliun di 2024

PTBA Raup Laba Bersih Rp 5,10 Triliun di 2024

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 16:51 WIB

Tarif Impor Naik, Komisi VI Desak Pemerintah Tempuh Jalur WTO

Tarif Impor Naik, Komisi VI Desak Pemerintah Tempuh Jalur WTO

DPR | Selasa, 08 April 2025 | 15:45 WIB

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 16:10 WIB

Arutmin Pacu Produktivitas Pertanian Lewat Penanaman Jagung Serentak

Arutmin Pacu Produktivitas Pertanian Lewat Penanaman Jagung Serentak

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 16:00 WIB

Kopi Asal Indonesia Java Coffee Tembus Pasar Eropa

Kopi Asal Indonesia Java Coffee Tembus Pasar Eropa

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 12:51 WIB

ASEAN Harus Bersatu Lawan Tarif AS!

ASEAN Harus Bersatu Lawan Tarif AS!

News | Senin, 07 April 2025 | 21:35 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 23:27 WIB

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB