Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Emas dan Bitcoin Banyak Diborong Imbas Ketegangan Perang Dagang AS vs China

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 08 April 2025 | 21:02 WIB
Emas dan Bitcoin Banyak Diborong Imbas Ketegangan Perang Dagang AS vs China
Ilustrasi - Analisis Harga Bitcoin Terkini. [ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Foto Dokumen]

Perpindahan koin-koin lama ke tangan investor baru lebih menggambarkan tindakan rasional dalam mengamankan profit, bukan kepanikan massal atau hilangnya kepercayaan terhadap masa depan teknologi blockchain maupun mata uang kripto secara keseluruhan. Dalam konteks ini, Bitcoin dan emas memperlihatkan kemiripan menarik: keduanya tengah mendefinisikan ulang posisi strategis mereka di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Emas, misalnya, kini kembali dipandang sebagai pelindung nilai sistemik ketika kepercayaan terhadap stabilitas geopolitik dunia mulai goyah. Sementara itu, Bitcoin berevolusi dari sekadar aset berisiko tinggi menjadi bagian dari kerangka keuangan digital yang semakin diperhitungkan. Keduanya tidak berada dalam posisi saling bersaing, melainkan menjalankan fungsi pelengkap sebagai simbol dari pencarian nilai yang mampu bertahan dalam situasi penuh ketidakpastian.

Kita hidup di era ketika kesepakatan global dapat batal dalam sekejap, ketika kebijakan ekonomi bisa berubah hanya dalam hitungan jam, dan ketika sistem yang dahulu dibangun dengan prinsip efisiensi kini mulai bergeser ke arah sistem yang menekankan ketahanan atau resiliensi. Dalam situasi seperti ini, pendekatan konvensional dalam investasi yang hanya berlandaskan pada proyeksi pertumbuhan menjadi kurang relevan. Investor dituntut untuk berpikir lebih jauh—melihat dari perspektif perlindungan nilai, diversifikasi yang sangat luas, serta kemampuan beradaptasi terhadap gangguan sistemik yang semakin sering terjadi.

Dengan cara mereka masing-masing, emas dan Bitcoin bukan hanya menyediakan perlindungan terhadap risiko global, tetapi juga menjadi representasi dari perubahan besar yang sedang berlangsung. Keduanya mencerminkan bahwa dunia kini tengah bergerak ke arah baru, dan strategi investasi masa depan perlu lebih menekankan pada pemahaman terhadap tatanan ekonomi yang tengah berkembang, ketimbang sekadar menebak arah pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Visa Mahasiswa Dicabut AS di Tengah Gelombang Aksi Bela Palestina

Puluhan Visa Mahasiswa Dicabut AS di Tengah Gelombang Aksi Bela Palestina

News | Selasa, 08 April 2025 | 20:50 WIB

Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal ala Trump Janggal: "Ilmu Ekonomi Sudah Tidak Berguna!"

Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal ala Trump Janggal: "Ilmu Ekonomi Sudah Tidak Berguna!"

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 17:14 WIB

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 16:10 WIB

Presiden Prabowo Diminta Jangan Gegabah, Indonesia Punya Kartu 'Truf' Hadapi Tarif Trump, Apa Itu?

Presiden Prabowo Diminta Jangan Gegabah, Indonesia Punya Kartu 'Truf' Hadapi Tarif Trump, Apa Itu?

News | Selasa, 08 April 2025 | 13:25 WIB

IHSG Anjlok 8 Persen, Saham NETV Justru Terbang Tinggi Menuju ARA!

IHSG Anjlok 8 Persen, Saham NETV Justru Terbang Tinggi Menuju ARA!

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 11:47 WIB

Prabowo Tanggapi Tarif Trump: Kita Akan Berunding dengan Amerika!

Prabowo Tanggapi Tarif Trump: Kita Akan Berunding dengan Amerika!

Video | Selasa, 08 April 2025 | 12:03 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB