Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Emas dan Bitcoin Banyak Diborong Imbas Ketegangan Perang Dagang AS vs China

M Nurhadi

Selasa, 08 April 2025 | 21:02 WIB
Emas dan Bitcoin Banyak Diborong Imbas Ketegangan Perang Dagang AS vs China
Ilustrasi - Analisis Harga Bitcoin Terkini. [ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Foto Dokumen]

Suara.com - Di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar global, salah satunya akibat kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump investor kembali beralih ke aset safe haven tradisional yang telah teruji selama ribuan tahun - emas.

Kenaikan harga emas spot hampir 1% pada hari ini tidak hanya mencerminkan reaksi sesaat terhadap ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, tetapi juga menunjukkan perubahan mendasar dalam persepsi pasar tentang peran emas di era ekonomi yang semakin terpecah dan tidak stabil.

Situasi yang berkembang cukup mengkhawatirkan. Ketika Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah Tiongkok untuk mencabut tarif balasan sebesar 34% atau menghadapi kenaikan tarif baru sebesar 50%, pasar global langsung bereaksi keras. Bukan karena pernyataan ini tidak terduga, tetapi karena waktu dan besarnya perubahan kebijakan ini memaksa pelaku pasar untuk mengevaluasi kembali asumsi dasar yang selama ini menjadi fondasi perdagangan internasional.

Harga emas, yang sebelumnya sempat turun ke level terendah dalam empat minggu karena harapan akan meredanya ketegangan, kini melonjak kembali di atas level US$3.000 per ons. Zain Vawda, analis MarketPulse dari OANDA, dalam pernyataannya kepada Reuters menyatakan bahwa penguatan emas didorong oleh melemahnya nilai dolar AS dan ketidakpastian yang terus berlanjut terkait perkembangan perang dagang.

Kenaikan harga emas ini bukan sekadar reaksi sesaat. Fenomena ini mencerminkan krisis kepercayaan terhadap sistem ekonomi yang selama dua dekade terakhir menjadi dasar globalisasi, stabilitas tarif, prediktabilitas kebijakan, dan kepastian rantai pasokan global. Dalam konteks seperti ini, emas tidak lagi dipandang semata-mata sebagai alat proteksi terhadap inflasi atau tempat berlindung sementara bagi modal.

Emas kini mulai diposisikan sebagai penjaga nilai dalam sistem ekonomi yang sedang berusaha menemukan keseimbangan baru. Para investor yang cerdas menyadari bahwa risiko yang dihadapi saat ini bukan sekadar volatilitas biasa, melainkan potensi restrukturisasi menyeluruh terhadap arsitektur ekonomi dunia. Dengan kata lain, emas mulai dilihat sebagai alat proteksi nilai yang efektif melintasi berbagai siklus dan sistem ekonomi.

Inilah sebabnya mengapa banyak manajer investasi dan analis pasar terus merekomendasikan alokasi 5 hingga 10% portofolio ke dalam emas spot. Rekomendasi ini bukan sekadar strategi defensif, tetapi lebih sebagai persiapan menghadapi kemungkinan masa depan yang tidak lagi dapat diprediksi menggunakan model-model ekonomi konvensional.

Sementara itu, untuk instrumen emas berjangka, meskipun banyak investor yang kehilangan sebagian keuntungan ketika harga sempat menembus level US$3.200, pendekatan konservatif tetap menjadi prinsip utama dalam menghadapi pasar yang sangat rentan terhadap gejolak geopolitik.

Namun, narasi emas sebagai pelindung nilai tak bisa berdiri sendiri. Seseorang juga harus melihat bagaimana Bitcoin ($BTC), sebagai aset digital yang sering dijuluki "emas versi milenial", bereaksi terhadap tekanan pasar.

baca juga

Analis Reku Fahmi Almuttaqin dalam keterangannya yang dikutip via Antara mengatakan, kebijakan tarif Trump menekan Bitcoin pada awal April 2025, turun ke level 83.000 dolar AS walaupun sempat naik  ke level 87.000 dolar AS saat pengumuman awal.

Hingga berlanjut sempat menyentuh titik terendah di 74.604 dolar AS, dan kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan kembali naik ke atas 79.000 dolar.

Meski dalam jangka pendek masih mencatat penurunan 3,1 persen dan telah terkoreksi hampir 30 persen dari puncaknya di awal tahun, struktur pergerakannya mengisyaratkan sesuatu yang berbeda, ini bukan kehancuran, tapi lebih serupa fase konsolidasi.

Koreksi tajam seperti ini kerap kali menjadi filter alami terhadap modal spekulatif jangka pendek. Dalam konteks pasar bullish, koreksi semacam ini justru membuka ruang bagi penguatan yang lebih sehat. Indikator Exchange Inflow Coin Days Destroyed (CDD), yang melacak pergerakan koin lama ke bursa, menunjukkan lonjakan tajam.

Banyak analis melihat ini sebagai sinyal bahwa investor jangka panjang tengah mempertimbangkan profit taking.

Dalam sejarah pergerakan pasar, lonjakan indikator Cumulative Distribution Days (CDD) kerap muncul justru saat pasar sedang memasuki fase konsolidasi—yakni periode transisi sebelum tren kenaikan berikutnya terjadi. Artinya, saat ini Bitcoin tengah mengalami fase penyaringan, di mana posisi-posisi lemah dan spekulatif mulai tersingkir untuk memberi jalan bagi momentum kenaikan harga yang lebih sehat dan berkelanjutan. Fenomena ini bukanlah indikasi bahwa para pelaku pasar kehilangan keyakinan terhadap Bitcoin, melainkan merupakan bagian alami dari dinamika siklus harga aset.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Visa Mahasiswa Dicabut AS di Tengah Gelombang Aksi Bela Palestina

Puluhan Visa Mahasiswa Dicabut AS di Tengah Gelombang Aksi Bela Palestina

News | Selasa, 08 April 2025 | 20:50 WIB

Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal ala Trump Janggal: "Ilmu Ekonomi Sudah Tidak Berguna!"

Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal ala Trump Janggal: "Ilmu Ekonomi Sudah Tidak Berguna!"

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 17:14 WIB

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Airlangga Hartarto Sebut Tarif Resiprokal AS Jadi Angin Segar Ekspor Padat Karya Indonesia

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 16:10 WIB

Presiden Prabowo Diminta Jangan Gegabah, Indonesia Punya Kartu 'Truf' Hadapi Tarif Trump, Apa Itu?

Presiden Prabowo Diminta Jangan Gegabah, Indonesia Punya Kartu 'Truf' Hadapi Tarif Trump, Apa Itu?

News | Selasa, 08 April 2025 | 13:25 WIB

IHSG Anjlok 8 Persen, Saham NETV Justru Terbang Tinggi Menuju ARA!

IHSG Anjlok 8 Persen, Saham NETV Justru Terbang Tinggi Menuju ARA!

Bisnis | Selasa, 08 April 2025 | 11:47 WIB

Prabowo Tanggapi Tarif Trump: Kita Akan Berunding dengan Amerika!

Prabowo Tanggapi Tarif Trump: Kita Akan Berunding dengan Amerika!

Video | Selasa, 08 April 2025 | 12:03 WIB

Terkini

Babinsa Ikut Urusi Pajak, Imparsial Tegaskan Langgar UU TNI

Babinsa Ikut Urusi Pajak, Imparsial Tegaskan Langgar UU TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:46 WIB

Bank Jor-joran Salurkan Kredit Hijau, Tapi Ancaman Greenwashing Mengintai

Bank Jor-joran Salurkan Kredit Hijau, Tapi Ancaman Greenwashing Mengintai

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:46 WIB

Dua Dekade Bangun Usaha Gula Merah, Rosidah Sukses Kembangkan UMKM Sumenep Berkat KUR BRI

Dua Dekade Bangun Usaha Gula Merah, Rosidah Sukses Kembangkan UMKM Sumenep Berkat KUR BRI

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:43 WIB

Guru Besar UI Soroti Krisis Senyap di Dunia Medis: Mengapa Dokter yang Sakit Tetap Bekerja?

Guru Besar UI Soroti Krisis Senyap di Dunia Medis: Mengapa Dokter yang Sakit Tetap Bekerja?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:42 WIB

Hilirasi Batu Bara jadi Metanol Dimulai, Grup Bakrie Pegang Proyeknya

Hilirasi Batu Bara jadi Metanol Dimulai, Grup Bakrie Pegang Proyeknya

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:41 WIB

Kepala BGN Jawab Kritik Dapur MBG vs Sekolah Rusak: Tak Adil Jika Dibandingkan

Kepala BGN Jawab Kritik Dapur MBG vs Sekolah Rusak: Tak Adil Jika Dibandingkan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:35 WIB

KUR BRI Berperan dalam Pengembangan Gula Merah di Sumenep yang Kini Rambah Berbagai Daerah

KUR BRI Berperan dalam Pengembangan Gula Merah di Sumenep yang Kini Rambah Berbagai Daerah

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:35 WIB

3 Bedak Padat Viva untuk Kulit Kuning Langsat, Lengkap Review Pembeli

3 Bedak Padat Viva untuk Kulit Kuning Langsat, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:33 WIB

Laba Bersih Chandra Asri Tembus Rp6,71 Triliun di Semester I-2026

Laba Bersih Chandra Asri Tembus Rp6,71 Triliun di Semester I-2026

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:32 WIB

Sekjen Kemendagri Harap Pamong Praja Muda IPDN Jadi Agen Perubahan di Daerah

Sekjen Kemendagri Harap Pamong Praja Muda IPDN Jadi Agen Perubahan di Daerah

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:31 WIB

×