Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

10 Ribu Perusahaan di Jepang Sudah Bangkrut, Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 09 April 2025 | 12:37 WIB
10 Ribu Perusahaan di Jepang Sudah Bangkrut, Ini Penyebabnya
Jepang terus mengalami permasalahan ekonominya dengan beberapa perusahaan sudah mengajukan status bangkrut

Suara.com - Jepang terus mengalami permasalahan ekonominya dengan beberapa perusahaan sudah mengajukan status bangkrut. Adapun 10 ribu perusahaan di Jepang sudah bangkrut selama sebelas tahun. Perusahaan ini terdiri dari kecil hingga menengah menanggung beban di tengah kekurangan tenaga kerja dan harga yang lebih tinggi.

Dilansir Japan Times, alasan beberapa perusahaan di Jepang bangkrut adalah kondisi keuntungan yang menipis hingga beban utang terus tinggi. Rata-rata perusahaan mendapatkan utang edikitnya 10 juta yen, naik 12,1 persen dari tahun sebelumnya menjadi 10.144.

Banyaknya perusahaan yang bangkrut membuat jumlah karyawan di negara tersebut sedikit. Ada perusahaan dengan kurang dari 10 karyawan mencapai 89,4 persen dari total karena mereka berjuang untuk membiayai bisnis mereka setelah berakhirnya langkah-langkah penangguhan pajak khusus yang diperkenalkan selama pandemi COVID-19,.

Selain itu, berdasarkan industri, sektor jasa mencatat jumlah kebangkrutan tertinggi, yakni 3.398 kasus, naik 12,2 persen, tertinggi sejak tahun fiskal 1989. Sektor konstruksi menyusul dengan 1.943 kasus, naik 9,3 persen.
Kebangkrutan di industri logistik turun 3,8 persen menjadi 424 kasus di tengah negosiasi harga. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Apalagi dengan perang dagang yang memanas membuat beberapa perusahaan di dunia juga mengalami permasalahan keuangan. 

Tidak hanya Jepang yang mengalami banyaknya perusahaan bangkrut. Amerika Serikat juga alami beberapa perusahaan yang sudah bangkrut serta memiliki jumlah lowongan pekerjaan sedikit. Sementara itu, jumlah lowongan pekerjaan di Amerika Serikat terus menurun. Terlebih, para pengusaha AS menarik kembali rencana perekrutan mereka bulan lalu dikarenakan meningkatnya jumlah pengangguran.

Meskipun terjadi penurunan lowongan, perputaran pasar tenaga kerja secara keseluruhan tetap stabil di bulan Februari, karena persentase perekrutan, PHK, dan keluar dari total pekerjaan tidak berubah.

PHK memang meningkat dari Januari menjadi sekitar 1,79 juta dari 1,67 juta, menurut laporan tersebut. Tidak mengherankan, sektor yang mengalami salah satu peningkatan PHK terbesar adalah pemerintah federal, yang mengalami lonjakan PHK menjadi 22.000 dari 4.000 pada bulan Januari, menandai total bulanan tertinggi sejak November 2020.

Departemen Efisiensi Pemerintah yang dipelopori Elon Musk telah menyerbu lembaga-lembaga federal dalam beberapa minggu terakhir, dengan cepat memangkas pekerjaan dan memotong pendanaan dan program. Ekonom telah memperingatkan bahwa data pasar tenaga kerja awal tahun 2025, yang telah menunjukkan perlambatan tetapi penambahan pekerjaan yang solid, kemungkinan besar merupakan "tenang sebelum badai. Tindakan kebijakan Trump yang bergerak cepat termasuk pengurangan tenaga kerja yang drastis dalam pemerintahan federal. Serta diperkirakan akan berdampak pada sektor swasta, yang berpotensi menghambat pertumbuhan di sana dan ekonomi AS secara keseluruhan.

"Data hari ini melihat kembali ke bulan Februari, saat PHK dimulai. Visibilitas pemotongan yang sedang berlangsung hanya akan menjadi lebih jelas dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," tulis Elizabeth Renter, ekonom senior NerdWallet.

Pengusaha sudah mempekerjakan lebih sedikit orang memasuki tahun ini, dan ketidakpastian yang terus meningkat di seluruh bidang ekonomi akan menahan perekrutan pada tingkat yang lebih rendah. Estimasi konsensus FactSet menunjukkan para ekonom memperkirakan lowongan pekerjaan pada bulan Februari akan turun menjadi 7,625 juta dari 7,74 juta.

Menurut estimasi FactSet, para ekonom memperkirakan penambahan pekerjaan akan melambat pada bulan Maret dan memperkirakan penambahan bersih sebesar 125.000 pekerjaan untuk bulan tersebut. Namun adanya penambahan lowongan pekerjaan akan sulit jika masih memanasnya perang dagang yang dibuat oleh Presiden AS Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru

Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 08:00 WIB

Film Terbaru Doraemon Berhasil Kuasai Box Office Jepang 6 Pekan Berturut

Film Terbaru Doraemon Berhasil Kuasai Box Office Jepang 6 Pekan Berturut

Your Say | Sabtu, 11 April 2026 | 11:40 WIB

Sinopsis Ten Strokes to You, Drama Terbaru Shison Jun dan Nimura Sawa

Sinopsis Ten Strokes to You, Drama Terbaru Shison Jun dan Nimura Sawa

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 13:45 WIB

Sinopsis Gift, Drama Olahraga Dibintangi Tsutsumi Shinichi dan Yamada Yuki

Sinopsis Gift, Drama Olahraga Dibintangi Tsutsumi Shinichi dan Yamada Yuki

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 08:05 WIB

Pak Tarno Kena Apes Lagi, Diteror Dept Collector karena Mobil Digadai Orang Dekat Diam-Diam

Pak Tarno Kena Apes Lagi, Diteror Dept Collector karena Mobil Digadai Orang Dekat Diam-Diam

Entertainment | Kamis, 09 April 2026 | 06:00 WIB

Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata

Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata

Your Say | Rabu, 08 April 2026 | 18:30 WIB

7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya

7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:22 WIB

Banjir Kritik, Wardatina Mawa Tetap Pertahankan Video Jogetnya di Instagram

Banjir Kritik, Wardatina Mawa Tetap Pertahankan Video Jogetnya di Instagram

Entertainment | Selasa, 07 April 2026 | 20:20 WIB

Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam

Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:58 WIB

Viral Lagi, Kondisi Pak Tarno Jualan Mainan di Kursi Roda Bikin Miris

Viral Lagi, Kondisi Pak Tarno Jualan Mainan di Kursi Roda Bikin Miris

Entertainment | Selasa, 07 April 2026 | 11:03 WIB

Terkini

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:12 WIB

Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN

Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 14:59 WIB

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:44 WIB

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB