Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Harga Emas Diprediksi Makin Menguat Seiring Perang Dagang AS dan China

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 16 April 2025 | 20:25 WIB
Harga Emas Diprediksi Makin Menguat Seiring Perang Dagang AS dan China
Xi Jinping dan Donald Trump

Suara.com - Analis pasar uang terkemuka, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan proyeksinya bahwa nilai emas global berpotensi untuk mencapai angka 3.600 dolar Amerika Serikat (AS) per troy ounce pada tahun 2025 mendatang.

"Pandangan terhadap pergerakan harga emas mengalami perubahan pada tahun ini, tidak lagi berada di kisaran 3.400 dolar AS. Potensi kenaikannya bahkan bisa menyentuh level 3.600 dolar AS per troy ounce," ungkap Ibrahim dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Rabu (16/4/2025).

Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan bahwa pada kuartal kedua tahun 2025, harga emas dunia berpeluang untuk mulai melampaui batas psikologis 3.400 dolar AS per troy ounce.

"Apabila pada perdagangan siang hari ini (Rabu) harga emas sudah berhasil menembus level 3.300 dolar AS, maka target untuk mencapai 3.400 dolar AS per troy ounce sangat mungkin terealisasi pada kuartal II-2025," jelas Ibrahim lebih lanjut, seperti yang dikutip dari Antara.

Ibrahim menguraikan bahwa sentimen utama yang saat ini mendorong penguatan harga emas di pasar global antara lain adalah eskalasi tensi perang dagang yang masih terus berlanjut di tingkat internasional, terutama perseteruan antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok.

Selain itu, Ibrahim juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan sejumlah negara penting seperti Iran, Kuwait, Amerika Serikat, dan Israel, sebagai faktor signifikan yang turut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Faktor pendorong lainnya, menurut Ibrahim, adalah meningkatnya ekspektasi di kalangan pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve atau The Fed) akan mengambil langkah yang lebih agresif dalam menurunkan suku bunga acuannya sepanjang sisa tahun 2025.

Ekspektasi terhadap sikap yang lebih dovish dari bank sentral AS tersebut sejalan dengan tren penurunan tingkat inflasi di Amerika Serikat, yang tercatat menurun dari angka 2,8 persen menjadi 2,4 persen pada bulan Maret 2025. Penurunan ini semakin mendekatkan tingkat inflasi AS pada target ideal yang ditetapkan oleh The Fed sebesar 2 persen.

Pergerakan harga emas di pasar global menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, dengan mencatatkan kenaikan sebesar 2 persen pada hari Kamis. Kenaikan ini berhasil membawa harga emas menembus angka 3.300 dolar AS per troy ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah perdagangan emas, berdasarkan data perdagangan yang dirilis pada hari Rabu.

Pada pukul 04.57 Greenwich Mean Time (GMT), harga emas untuk kontrak berjangka yang akan jatuh tempo pada bulan Juni di bursa komoditas New York Comex mengalami kenaikan sebesar 61,22 dolar AS, sehingga mencapai level 3.301,62 dolar AS per troy ounce.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi kembali menegaskan bahwa penguatan harga emas di pasar global saat ini sejalan dengan meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mengadopsi sikap yang lebih dovish atau cenderung melonggarkan kebijakan moneternya sepanjang sisa tahun ini.

Menurut analisisnya, ekspektasi pasar saat ini mengarah pada keyakinan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya lebih dari tiga kali dalam sisa tahun 2025. Keyakinan ini didukung oleh data penurunan tingkat inflasi AS dari 2,8 persen menjadi 2,4 persen pada bulan Maret 2025, yang semakin mendekati target inflasi The Fed sebesar 2 persen.

"Faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga emas adalah data inflasi AS yang sesuai dengan ekspektasi pasar, menunjukkan penurunan dari 2,8 persen menjadi 2,4 persen. Penurunan ini meningkatkan probabilitas bahwa bank sentral AS The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya lebih dari tiga kali pada tahun ini," ujar Ibrahim kepada Antara di Jakarta pada hari Rabu.

Lebih lanjut, Ibrahim menyoroti sentimen lain yang turut mempengaruhi harga emas, yaitu tensi perang dagang global yang masih terus berlangsung, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurutnya, Tiongkok terus berupaya untuk melawan berbagai kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Faktor kedua yang sangat berpengaruh adalah perang dagang antara AS dan Tiongkok yang intens. Tiongkok terus melakukan perlawanan, terutama dengan menahan impor barang-barang dari AS, terutama pesawat Boeing, yang berdampak negatif terhadap penurunan harga saham-saham teknologi," jelas Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BURUAN! Link Saldo DANA Kaget Buat Beli Emas Antam Lagi Dibagikan, Segera Cek di Sini

BURUAN! Link Saldo DANA Kaget Buat Beli Emas Antam Lagi Dibagikan, Segera Cek di Sini

Lifestyle | Rabu, 16 April 2025 | 19:25 WIB

Perhatian! Harga Logam Mulia Diprediksi Akan Terus Alami Kenaikan

Perhatian! Harga Logam Mulia Diprediksi Akan Terus Alami Kenaikan

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 17:47 WIB

5 Drama China Tayang April 2025, Ada The Demon Hunter's Romance

5 Drama China Tayang April 2025, Ada The Demon Hunter's Romance

Your Say | Rabu, 16 April 2025 | 17:07 WIB

Harga Emas Galeri24, Turun Saatnya Beli? Cek Update Harga Emas Pegadaian Di Sini

Harga Emas Galeri24, Turun Saatnya Beli? Cek Update Harga Emas Pegadaian Di Sini

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 14:51 WIB

Stok Emas Kosong, Warga Tetap Antre PO Meski Harga Tembus Rekor

Stok Emas Kosong, Warga Tetap Antre PO Meski Harga Tembus Rekor

News | Rabu, 16 April 2025 | 14:34 WIB

Donald Trump Beri Sinyal Selamatkan Sektor Otomotif di Tengah Perang Dagang, Pajak Diturunkan?

Donald Trump Beri Sinyal Selamatkan Sektor Otomotif di Tengah Perang Dagang, Pajak Diturunkan?

Otomotif | Rabu, 16 April 2025 | 14:20 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB