Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Sri Mulyani Jalin Komunikasi Intens dengan Dubes AS Soal Tarif Resiprokal

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 17 April 2025 | 16:34 WIB
Sri Mulyani Jalin Komunikasi Intens dengan Dubes AS Soal Tarif Resiprokal
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Instagram)

Suara.com - Di tengah gejolak perdagangan global yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengambil langkah sigap dengan menjalin komunikasi intensif bersama Duta Besar AS untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (16/4) tersebut menjadi momentum krusial dalam upaya meredam potensi dampak negatif kebijakan tersebut terhadap perekonomian Indonesia.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@smindrawati), Sri Mulyani mengungkapkan esensi dari pertemuan tersebut. "Kami berdiskusi secara terbuka mengenai langkah-langkah yang bisa ditempuh bersama agar isu ini dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan asas keadilan bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia," tulisnya, mengisyaratkan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam dalam menghadapi potensi ancaman perdagangan.

Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Sri Mulyani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan secara mendalam mengenai desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah disiapkan untuk mendukung program-program prioritas Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto. APBN 2025, menurutnya, dirancang dengan fokus pada program-program pro-rakyat seperti makan bergizi gratis, perlindungan sosial, dan pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat.

"Semua itu dirancang dengan tetap menjaga prinsip yang prudent dan berkelanjutan," tegas Sri Mulyani, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Diplomasi APBN di Tengah Pusaran Geopolitik Global

Lebih dari sekadar pembahasan isu perdagangan, pertemuan ini juga menjadi platform bagi kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah pusaran geopolitik dan perekonomian global yang sedang bergejolak. "Pertemuan ini menjadi kesempatan baik untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Amerika di tengah dinamika geopolitik dan perekonomian global yang sedang terjadi," ujar Sri Mulyani, menekankan pentingnya kerja sama strategis antara kedua negara.

Langkah Sri Mulyani ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan negosiasi intensif dengan AS terkait tarif resiprokal. Delegasi Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, saat ini tengah berada di Washington D.C. untuk melakukan serangkaian pertemuan penting dengan para pejabat AS.

Dalam lawatannya, delegasi Indonesia membawa sejumlah usulan utama, antara lain revitalisasi perjanjian kerja sama dagang Trade & Investment Framework Agreement (TIFA), pelonggaran regulasi Non-Tariff Measures (NTMs) termasuk relaksasi TKDN, serta penawaran peningkatan impor migas dari AS. Pemerintah juga menyiapkan insentif fiskal dan non-fiskal untuk menjaga daya saing ekspor, termasuk penurunan bea masuk, PPh impor, dan PPN impor.

Menjaga Keseimbangan di Tengah Tekanan Perdagangan

Langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan perdagangan dengan AS, sekaligus melindungi kepentingan ekonomi nasional. Di tengah tekanan perdagangan global yang semakin meningkat, diplomasi APBN yang digawangi oleh Sri Mulyani menjadi salah satu pilar penting dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Komunikasi intensif dengan Dubes AS menjadi jembatan penting dalam menyampaikan aspirasi dan kepentingan Indonesia kepada pemerintah AS. Dengan pendekatan yang konstruktif dan solutif, diharapkan kedua negara dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan menghindari potensi perang dagang yang merugikan.

Sri Mulyani dan tim negosiasi Indonesia menyadari betul bahwa negosiasi perdagangan dengan AS bukanlah perkara mudah. Namun, dengan persiapan yang matang, strategi yang cerdik, dan komunikasi yang efektif, Indonesia optimis dapat melewati tantangan ini dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global. Pertemuan Sri Mulyani dan Dubes AS ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap "pasang badan" untuk melindungi kepentingan nasional di panggung perdagangan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang RI Mulai Cemas, Kudu Mikir 1.000 Kali Untuk Belanja! Sri Mulyani Justru Diam Seribu Bahasa

Orang RI Mulai Cemas, Kudu Mikir 1.000 Kali Untuk Belanja! Sri Mulyani Justru Diam Seribu Bahasa

Bisnis | Rabu, 16 April 2025 | 11:23 WIB

Detik-detik Pemerintah Umumkan Tukin Dosen dan ASN Akan Cair Juli 2025

Detik-detik Pemerintah Umumkan Tukin Dosen dan ASN Akan Cair Juli 2025

Foto | Selasa, 15 April 2025 | 19:33 WIB

Sri Mulyani Ungkap Pemicu Dosen ASN Demo Soal Tukin: Nominalnya Lebih Tinggi dari Tunjangan Profesi

Sri Mulyani Ungkap Pemicu Dosen ASN Demo Soal Tukin: Nominalnya Lebih Tinggi dari Tunjangan Profesi

News | Selasa, 15 April 2025 | 15:10 WIB

Terkini

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:35 WIB

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB