Prabowo Ugal-ugalan Buat Kebijakan, Para Taipan RI Ramai-ramai Larikan Kekayaan ke Luar Negeri

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 21 April 2025 | 15:26 WIB
Prabowo Ugal-ugalan Buat Kebijakan, Para Taipan RI Ramai-ramai Larikan Kekayaan ke Luar Negeri
Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - Gelombang kekhawatiran terhadap kebijakan ugal-ugalan yang ditelurkan Presiden Prabowo Subianto mendorong sejumlah orang kaya Indonesia untuk memindahkan aset mereka senilai ratusan juta dolar ke luar negeri. 

Para Taipan ini menilai kebijakan yang dibuat Prabowo menyalahi aturan disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi, terutama terkait perluasan peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak Oktober lalu.

Kabar ini mencuat berdasarkan laporan Bloomberg yang mengutip sejumlah sumber terpercaya di kalangan finansial dan individu kaya di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Chan, seorang mantan eksekutif berusia 40-an di sebuah perusahaan besar Indonesia. Karena khawatir akan potensi sanksi pemerintah, Chan memilih untuk tidak mengungkapkan nama lengkapnya.

"Saya telah meningkatkan pembelian USDT (Kripto Tether) saya dalam beberapa bulan terakhir," ungkap Chan kepada Bloomberg dikutip Senin (21/4/2025).

"Ini memungkinkan saya untuk menjaga nilai aset saya dan mengirimkannya ke luar negeri jika diperlukan tanpa harus membawanya secara fisik melintasi perbatasan. Prospek ekonomi Indonesia dan risiko terhadap stabilitas politik negara benar-benar membuat saya khawatir," lanjutnya.

Senada dengan Chan, sekitar selusin manajer investasi, bankir swasta, penasihat keuangan, dan individu lainnya mengonfirmasi adanya tren serupa di kalangan elite ekonomi Indonesia. Tujuan utama pemindahan kekayaan ini bervariasi, mulai dari aset tradisional seperti emas dan properti hingga aset digital seperti kripto.

Kripto menjadi pilihan menarik karena menawarkan cara untuk menghindari pengawasan dalam memindahkan sejumlah besar dana lintas negara.

Seorang bankir swasta mengungkapkan bahwa beberapa kliennya dengan kekayaan bersih antara US$100 juta hingga US$400 juta bahkan telah mengalihkan hingga 110 persen aset mereka ke dalam bentuk kripto.

baca juga

Peralihan ini disebut mulai terasa sejak Oktober, bertepatan dengan menguatnya pengaruh Prabowo Subianto. Tren ini semakin menguat setelah pelemahan nilai tukar Rupiah pada bulan Maret lalu.

Sumber lain dari sebuah firma keuangan menyebutkan bahwa mereka telah memindahkan sekitar US$50 juta dana klien asal Indonesia ke Dubai dan Abu Dhabi. Dana tersebut digunakan untuk membeli properti perumahan dan komersial yang diatasnamakan anggota keluarga dan teman, sebagai upaya untuk menghindari deteksi.

Lebih lanjut, beberapa klien firma tersebut dilaporkan telah berhasil memperoleh visa kerja di Dubai, yang kemudian mereka manfaatkan untuk mendirikan perusahaan cangkang dan membeli real estat di negara tersebut.

Fenomena ini menjadi indikasi serius terhadap sentimen para pemilik modal besar di Indonesia terhadap kondisi ekonomi dan politik saat ini.

Eksodus kekayaan ini berpotensi memberikan dampak negatif terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri jika kekhawatiran tersebut tidak segera diatasi oleh pemerintah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah terkait laporan eksodus kekayaan para miliarder ini.

Disisi lain Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya aliran modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik sebesar Rp24,04 triliun pada minggu kedua April 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zulhas Punya Kans jadi Cawapres di 2029, Alasan PAN Cuma Dukung Prabowo Tak Sepaket dengan Gibran?

Zulhas Punya Kans jadi Cawapres di 2029, Alasan PAN Cuma Dukung Prabowo Tak Sepaket dengan Gibran?

News | Senin, 21 April 2025 | 14:46 WIB

PAN Dukung Prabowo Capres Lagi, Deddy PDIP: Aneh, Pemerintah Baru 6 Bulan Kok Udah Ngomongin 2029

PAN Dukung Prabowo Capres Lagi, Deddy PDIP: Aneh, Pemerintah Baru 6 Bulan Kok Udah Ngomongin 2029

News | Senin, 21 April 2025 | 14:07 WIB

Dari Aksi Damai hingga Piknik Melawan: Sejauh Mana Suara Rakyat Didengar?

Dari Aksi Damai hingga Piknik Melawan: Sejauh Mana Suara Rakyat Didengar?

Video | Senin, 21 April 2025 | 13:48 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×