Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Wall Street Terguncang, IHSG Diprediksi Melemah Pasca Asing Jual Saham Bluechip

M Nurhadi

Selasa, 22 April 2025 | 06:48 WIB
Wall Street Terguncang, IHSG Diprediksi Melemah Pasca Asing Jual Saham Bluechip
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan tajam pada Senin (21/4/2025) atau Selasa (22/4/2025 waktu Indonesia), dipicu oleh serangan verbal Presiden Donald Trump terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Serangan ini memicu kekhawatiran pasar mengenai independensi bank sentral AS, di tengah ketidakpastian yang terus membayangi pembicaraan perdagangan global antara AS dan China.

Indeks-indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan signifikan pada penutupan perdagangan Senin. Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok sebesar 2,48%, mengakhiri sesi di bawah tekanan jual yang kuat. Indeks S&P 500 juga mengalami penurunan substansial sebesar 2,36%. Sementara itu, indeks berbasis teknologi Nasdaq Composite terpangkas lebih dalam, merosot sebesar 2,55%.

Tekanan jual ini terutama dirasakan pada saham-saham teknologi raksasa yang dikenal sebagai ‘Magnificent Seven’. Saham produsen mobil listrik Tesla mencatat penurunan paling signifikan, yakni sebesar 5,8%. Raksasa Nvidia juga terpukul, turun lebih dari 4%.

Tidak ketinggalan, saham-saham e-commerce Amazon dan media sosial Meta juga melemah masing-masing sebesar 3%. Di sektor industri, saham Caterpillar, yang sering dianggap sebagai barometer ekonomi global, turut mengalami penurunan sebesar 2,8%.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, Presiden Trump secara terbuka menyerang Ketua The Fed Jerome Powell, menyebutnya sebagai ‘Mr. Too Late, seorang pecundang besar’. Trump mendesak The Fed untuk segera mengambil tindakan tegas dengan memangkas suku bunga acuan.

Bahkan, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan untuk memberhentikan Powell dari jabatannya, sebuah langkah yang menurut penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, sedang dalam pertimbangan. Komentar-komentar pedas dari Presiden Trump ini semakin menekan nilai tukar dolar AS, yang terperosok ke level terendah dalam tiga tahun terakhir terhadap mata uang utama lainnya.

Di tengah gejolak pasar saham dan melemahnya dolar AS, aset safe haven seperti emas justru mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Harga emas melonjak tajam hingga menembus level rekor baru di atas US$ 3.400 per ons, mengindikasikan bahwa para investor semakin mencari perlindungan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Ketegangan perdagangan antara AS dan China juga semakin memanas setelah Beijing mengeluarkan peringatan kepada negara-negara lain untuk tidak membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat yang merugikan kepentingan Tiongkok. Peringatan ini semakin memperdalam jurang perpecahan antara dua ekonomi terbesar di dunia dan menambah bahan bakar pada perang tarif yang sedang berlangsung.

Secara sektoral, seluruh 11 sektor utama yang tercatat dalam indeks S&P 500 berakhir di zona negatif pada perdagangan Senin. Sektor konsumen diskresioner dan sektor teknologi menjadi dua sektor yang mengalami kerugian persentase terbesar, mencerminkan sentimen negatif terhadap saham-saham pertumbuhan dan perusahaan-perusahaan dengan sensitivitas tinggi terhadap kondisi ekonomi.

baca juga

Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal pertama perusahaan-perusahaan AS memasuki fase yang lebih sibuk pada pekan ini, dengan puluhan perusahaan besar yang diawasi ketat oleh investor dijadwalkan untuk merilis laporan kinerja mereka.

Data yang dihimpun oleh LSEG menunjukkan bahwa, dari 59 perusahaan yang telah melaporkan sejauh ini, sebanyak 68% berhasil melampaui ekspektasi analis Wall Street. Meskipun demikian, sentimen pasar secara keseluruhan tetap tertekan akibat kekhawatiran terhadap kebijakan moneter dan ketegangan perdagangan.

Sementara itu, bursa saham Asia Pasifik menunjukkan kinerja yang bervariasi pada perdagangan Senin (21/4/2025). Di China, indeks CSI 300 naik sebesar 0,33% dan indeks Shanghai Composite menguat sebesar 0,45% setelah bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR) tenor 1 tahun di level 3,1% dan suku bunga LPR tenor 5 tahun di level 3,6%. Keputusan ini diambil di tengah tekanan terhadap mata uang yuan akibat ketegangan perdagangan dengan AS.

Di Jepang, sentimen negatif dari Wall Street turut menyeret kinerja bursa saham, dengan indeks Nikkei 225 turun sebesar 1,30% dan indeks Topix melemah sebesar 1,18%. Sementara itu, pasar saham Korea Selatan menunjukkan kinerja yang beragam, dengan indeks Kospi naik tipis sebesar 0,28%, sedangkan indeks Kosdaq yang berfokus pada saham-saham teknologi justru turun sebesar 0,32%. Bursa saham Australia dan Hong Kong dilaporkan masih tutup dalam rangka perayaan Paskah.

Dari perspektif teknikal pasar saham Indonesia (IHSG), pada perdagangan kemarin ditutup dengan kenaikan tipis sebesar 0,12%, namun disertai dengan arus keluar modal asing (net sell) yang cukup signifikan, mencapai sekitar 519 miliar Rupiah. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah saham-saham blue-chip seperti BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, dan emiten batu bara ITMG.

Analis dari BNI Sekuritas, dalam kajian paginya memperkirakan bahwa IHSG hari ini berpotensi mengalami koreksi dan mendekati level support di kisaran 6400, sejalan dengan sentimen global terkait tekanan Presiden Trump terhadap The Fed untuk menurunkan suku bunga, yang dapat mengganggu independensi bank sentral AS. Level support IHSG diperkirakan berada di rentang 6300-6400, sementara level resistance atau batas atas pergerakan diperkirakan berada di rentang 6480-6520.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berakhir Naik Lagi, Meski Perang Dagang Terus Memanas

IHSG Berakhir Naik Lagi, Meski Perang Dagang Terus Memanas

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 16:26 WIB

Dendy Kurniawan Dikukuhkan Kembali Jadi Direktur Utama Pelita Air oleh Pemegang Saham

Dendy Kurniawan Dikukuhkan Kembali Jadi Direktur Utama Pelita Air oleh Pemegang Saham

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 15:49 WIB

Edukasi Trading, Vier Abdul Jamal dan Dupoin Futures Indonesia Road Show Training Super Cluster

Edukasi Trading, Vier Abdul Jamal dan Dupoin Futures Indonesia Road Show Training Super Cluster

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 15:18 WIB

Ekonomi Bukan Cuma Soal Dapur: Menggugat Narasi Populis Elitis

Ekonomi Bukan Cuma Soal Dapur: Menggugat Narasi Populis Elitis

Your Say | Senin, 21 April 2025 | 11:17 WIB

IHSG Dibuka Masih Nyaman di Zona Hijau Pada Senin Pagi

IHSG Dibuka Masih Nyaman di Zona Hijau Pada Senin Pagi

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 09:16 WIB

IHSG Diproyeksikan Masuk Fase Konsolidasi Pada Perdagangan Senin Ini

IHSG Diproyeksikan Masuk Fase Konsolidasi Pada Perdagangan Senin Ini

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 08:41 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×