Perang Rusia-Ukraina Memanas Lagi, Rupiah Kena Imbas Melaju Lemah Hari Ini

Achmad Fauzi

Kamis, 24 April 2025 | 17:12 WIB
Perang Rusia-Ukraina Memanas Lagi, Rupiah Kena Imbas Melaju Lemah Hari Ini
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah tercatat ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (24/4/2025), seiring dengan menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya tekanan eksternal yang menciptakan ketidakpastian di pasar global.

Rupiah ditutup pada level Rp16.872 per USD, hanya turun 1 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.871. Sempat melemah hingga 20 poin di awal sesi, rupiah berhasil memangkas pelemahannya menjelang akhir perdagangan.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa pelemahan tipis ini mencerminkan situasi pasar yang masih penuh kehati-hatian.

"Rupiah memang melemah sangat tipis hari ini, namun hal itu menandakan pasar masih diliputi kekhawatiran, terutama dari tekanan eksternal yang belum mereda. Isu global seperti ketegangan dagang AS-Tiongkok dan potensi konflik baru di Eropa Timur masih membayangi sentimen pelaku pasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/4/2025).

Salah satu faktor utama yang mendorong penguatan dolar AS adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan penurunan tarif perdagangan terhadap Tiongkok.

Meskipun pernyataan itu membuka peluang meredanya tensi dagang, pasar menanggapi dengan skeptis karena belum ada kejelasan mengenai implementasinya.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Trump mengisyaratkan bahwa penurunan tarif sebesar 145 persen terhadap Tiongkok bisa terjadi, tetapi itu bergantung pada kesediaan Beijing untuk kembali ke meja perundingan—sebuah skenario yang belum mendapatkan sambutan positif dari pihak Tiongkok.

"Pernyataan yang ambigu dari Presiden AS dan pejabat lainnya justru menambah ketidakpastian. Investor cenderung menahan diri menunggu kepastian, dan itu turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah," jelas Ibrahim.

Di sisi lain, tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina juga kembali memanas. Serangan mematikan yang diluncurkan Rusia ke Kyiv menambah kecemasan pasar. Komentar dari Wakil Presiden AS JD Vance bahwa AS mungkin mundur dari negosiasi gencatan senjata turut memicu kekhawatiran baru akan potensi eskalasi konflik. Ibrahim menilai, kondisi ini menambah tekanan terhadap aset-aset berisiko seperti mata uang pasar berkembang.

baca juga

Secara internal, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF) turut memengaruhi pandangan investor.

Dalam laporan terbarunya, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen untuk tahun 2025 dan 2026, lebih rendah dari proyeksi Januari lalu sebesar 5,1 persen. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan global serta dampak lanjutan dari kebijakan tarif AS.

Bank Indonesia sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional akan sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5 persen tahun ini. Meski pertumbuhan triwulan I 2025 tergolong baik, dinamika eksternal dipandang perlu diantisipasi lebih serius ke depan. BI menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial.

Untuk perdagangan Jumat (25/4), Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.870 hingga Rp16.930 per dolar AS.

Pasar akan tetap sensitif terhadap sentimen global, khususnya arah kebijakan tarif dan perkembangan geopolitik. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada dalam menyikapi volatilitas ini," imbuh dia.

Ibrahim menambahkan, dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian dan tensi geopolitik yang belum mereda, nilai tukar rupiah diperkirakan akan terus berada dalam tekanan jangka pendek.

Meski demikian, pelemahan tipis yang tercatat hari ini mencerminkan bahwa sentimen investor terhadap ekonomi Indonesia relatif stabil, ditopang oleh fundamental ekonomi yang masih cukup solid dan respons kebijakan yang terukur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting

Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 15:06 WIB

Analis Core Indonesia: Proteksionisme AS Ancam Penerimaan Pajak dan Bebani Utang Negara

Analis Core Indonesia: Proteksionisme AS Ancam Penerimaan Pajak dan Bebani Utang Negara

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 12:33 WIB

Resep Gubernur BI Selamatkan Rupiah agar Tetap Stabil

Resep Gubernur BI Selamatkan Rupiah agar Tetap Stabil

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 19:57 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

×