Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 24 April 2025 | 15:06 WIB
Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Di tengah gejolak pasar keuangan global yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah menunjukkan ketangguhannya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pergerakan rupiah masih sejalan dengan fundamental ekonomi domestik dan mata uang regional lainnya, serta berada dalam kisaran yang terkendali.

"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang regional lainnya dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia di dalam menjaga stabilitas perekonomian," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar secara daring, Kamis (24/4/2025).

Sri Mulyani memaparkan data yang menunjukkan stabilitas rupiah. Pada 27 Maret 2025, nilai tukar rupiah tercatat Rp16.560 per dolar AS, menguat 0,12 persen point-to-point (ptp) dibandingkan dengan akhir Februari 2025. Namun, tekanan kuat terhadap rupiah muncul di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) saat libur panjang Idul Fitri 1446 H, akibat sentimen negatif dari kebijakan tarif AS.

Menyikapi tekanan tersebut, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah sigap dengan melakukan intervensi di pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York pada 7 April 2025. Respons kebijakan ini membuahkan hasil positif, terlihat dari terkendalinya pergerakan rupiah yang menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025, dibandingkan dengan Rp16.865 per dolar AS pada hari pertama pembukaan pasar domestik pasca-libur.

"Ke depan, nilai tukar rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik," tegas Sri Mulyani, menunjukkan keyakinannya terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat.

BI "Pasang Badan" Jaga Stabilitas Rupiah dengan Intervensi Terukur

Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter turut menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Gubernur BI dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa BI terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada transaksi spot, DNDF, dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Kami terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," jelas Gubernur BI.

Langkah-langkah yang diambil BI ini menunjukkan kesigapan dan respons cepat dalam meredam volatilitas pasar keuangan. Strategi triple intervention menjadi andalan untuk menjaga stabilitas rupiah di berbagai lini, baik di pasar spot, pasar derivatif, maupun pasar obligasi.

Meskipun pasar keuangan global masih diliputi ketidakpastian, pemerintah dan BI menunjukkan optimisme terhadap prospek stabilitas rupiah. Fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh, didukung oleh inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan imbal hasil investasi yang menarik, menjadi faktor penopang utama.

Komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi terukur dan optimalisasi instrumen moneter menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar. Kerja sama erat antara pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi diharapkan dapat meredam dampak negatif dari gejolak global dan menjaga daya tarik investasi di Indonesia.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Kamis pagi di Jakarta menguat sebesar 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.866 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.872 per dolar AS, menunjukkan respons positif pasar terhadap kebijakan stabilisasi yang ditempuh.

Dengan strategi yang matang dan koordinasi yang solid, pemerintah dan BI berupaya untuk menjaga stabilitas rupiah dan kepercayaan investor di tengah tantangan global yang terus berkembang. Stabilitas rupiah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Kaji Kombinasi Pendanaan Kopdes Merah Putih: APBN, Dana Desa, hingga Himbara Jadi Opsi

Sri Mulyani Kaji Kombinasi Pendanaan Kopdes Merah Putih: APBN, Dana Desa, hingga Himbara Jadi Opsi

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 15:02 WIB

Analis Core Indonesia: Proteksionisme AS Ancam Penerimaan Pajak dan Bebani Utang Negara

Analis Core Indonesia: Proteksionisme AS Ancam Penerimaan Pajak dan Bebani Utang Negara

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 12:33 WIB

Resep Gubernur BI Selamatkan Rupiah agar Tetap Stabil

Resep Gubernur BI Selamatkan Rupiah agar Tetap Stabil

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 19:57 WIB

Terkini

Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan

Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:52 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:53 WIB

Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026

Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:33 WIB

SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026, Penjualan Semen Naik di Tengah Tekanan Industri

SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026, Penjualan Semen Naik di Tengah Tekanan Industri

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:37 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 2 Mei 2026: Antam Melonjak, UBS Turun, Galeri24 Naik Tipis

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 2 Mei 2026: Antam Melonjak, UBS Turun, Galeri24 Naik Tipis

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:27 WIB

Indef Nilai KUR Bunga 5 Persen Yang Dicanangkan Presiden Prabowo Efektif Bantu UMKM

Indef Nilai KUR Bunga 5 Persen Yang Dicanangkan Presiden Prabowo Efektif Bantu UMKM

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:05 WIB

Titah Sultan HB IX untuk Mbah Carik, Terbukti Jadi Rezeki Anak Cucu

Titah Sultan HB IX untuk Mbah Carik, Terbukti Jadi Rezeki Anak Cucu

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:26 WIB

Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran

Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:05 WIB

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Sah! Dokumen Digital Kini Makin Sakti, Ini Cara Pakai E-Meterai Agar Lolos Rekrutmen Kerja

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:35 WIB

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:50 WIB