Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

GOTO Catat Bisnis GTV Inti Raup Rp83,2 Triliun di Kuartal I 2025

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 29 April 2025 | 18:05 WIB
GOTO Catat Bisnis GTV Inti Raup Rp83,2 Triliun di Kuartal I 2025
Ilustrasi GoTo (gotocompany)

Suara.com - Raksasa ekosistem digital Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), memulai tahun 2025 dengan gebrakan yang mengesankan. Perseroan hari ini (29/4/2025) mengumumkan kinerja keuangan Kuartal I 2025 yang gemilang, mencatatkan EBITDA yang disesuaikan tertinggi sepanjang sejarah untuk unit bisnis Fintech dan On-Demand Services.

Tak hanya itu, pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti yang melanjutkan tren positif semakin memperkuat posisi GoTo sebagai pemain kunci di kancah ekonomi digital Tanah Air.

Dalam laporan keuangannya, GoTo membukukan pertumbuhan GTV inti yang mencengangkan, melonjak 54% secara tahunan (YoY) hingga mencapai Rp83,2 triliun. Sementara itu, GTV Grup secara keseluruhan juga mencatatkan pertumbuhan solid sebesar 24% YoY menjadi Rp144,6 triliun. Dari sisi pendapatan, GoTo berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 37% YoY menjadi Rp4,2 triliun.

Lebih membanggakan lagi, EBITDA Grup yang disesuaikan berhasil mencetak keuntungan sebesar Rp393 miliar, berbalik dari kerugian sebesar Rp101 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ciamik ini menjadi landasan yang kokoh bagi GoTo untuk sisa tahun 2025, sekaligus membuktikan ketahanan dan kekuatan model ekosistem terintegrasi yang dimilikinya dalam menghadapi dinamika pasar.

Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo, dengan antusias menyampaikan, “Kami memulai tahun ini dengan momentum yang kuat, mencetak rekor baru dan kinerja kuartalan yang menguntungkan. Hal ini mencerminkan eksekusi yang disiplin dari strategi kami dan kekuatan model ekosistem kami. Kami terus mengoptimalkan basis pelanggan kami untuk mencakup segmen pengguna premium yang memiliki daya beli tinggi dengan tingkat keterlibatan yang tetap tangguh sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami.” kata Patrick dalam keterangannya, Selasa (29/4/2025).

Walujo menambahkan bahwa GoTo terus meningkatkan kualitas layanannya di seluruh segmen melalui inovasi produk berkelanjutan dan investasi di bidang teknologi. Langkah ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan mendorong ekspansi bisnis yang lebih luas. "Seluruh upaya ini memperluas jangkauan kami, meningkatkan profitabilitas, dan memposisikan bisnis untuk pertumbuhan jangka panjang,” tegasnya.

Senada dengan Walujo, Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menyoroti keberhasilan perusahaan dalam mencatatkan pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas di tengah tantangan musiman Ramadan. "Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan profitabilitas di seluruh bisnis kami walaupun di bulan Ramadan yang tahun ini jatuh pada kuartal pertama, biasanya terjadi perlambatan pertumbuhan di tingkat Grup," ujarnya.

Ho juga menyoroti kinerja gemilang bisnis pinjaman GoTo yang mencatatkan pertumbuhan portofolio pinjaman konsumen sebesar 108% secara tahunan. Sementara itu, On-Demand Services juga menunjukkan tren positif dengan perbaikan margin selama tiga kuartal berturut-turut dan pertumbuhan GTV sebesar 17% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. "Awal yang kuat ini merefleksikan kekuatan bisnis kami dan kemampuan kami untuk menavigasi tantangan makroekonomi. Kami memperkirakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di sisa tahun 2025 dan tetap yakin dapat mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk tahun penuh sebesar Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun," pungkas Ho dengan optimisme.

Selain pertumbuhan GTV dan pendapatan yang signifikan, GoTo juga mencatatkan arus kas operasional positif sebesar Rp301 miliar pada Kuartal I 2025. Hal ini semakin memperkuat fundamental keuangan perusahaan. Imbalan jasa e-commerce yang GoTo peroleh dari PT Tokopedia tercatat sebesar Rp217 miliar pada periode yang sama.

baca juga

GoTo juga mempertahankan posisi neraca keuangan yang solid dengan kepemilikan kas dan setara kas serta deposito berjangka pendek sebesar Rp 21 triliun atau setara US$1,3 miliar per 31 Maret 2025.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemegang saham, GoTo terus menjalankan program pembelian kembali saham (buyback) yang telah disetujui sejak Juni 2024. Hingga akhir Maret 2025, Perseroan telah melakukan pembelian kembali sebanyak 25,9 miliar saham dengan nilai keseluruhan sekitar US$99 juta atau setara Rp1,6 triliun.

Lebih lanjut, GoTo menunjukkan komitmennya terhadap inovasi jangka panjang dengan terus berinvestasi dalam peningkatan platform, termasuk inisiatif teknologi kecerdasan buatan lokal Sahabat-AI. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, pengalaman pelanggan, dan kapabilitas teknologi dalam negeri.

Dengan kinerja awal tahun yang sangat menjanjikan, GoTo semakin menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dan tumbuh di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Catatan rekor EBITDA untuk unit bisnis utama dan pertumbuhan GTV inti yang pesat menjadi sinyal kuat bahwa strategi GoTo mulai membuahkan hasil yang signifikan, membuka jalan bagi pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas yang lebih baik di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kompak! Mitra Driver dan Manajemen GoTo Buat Kegiatan Sosial untuk Anak Yatim

Kompak! Mitra Driver dan Manajemen GoTo Buat Kegiatan Sosial untuk Anak Yatim

Bisnis | Sabtu, 26 April 2025 | 20:39 WIB

Laporan Keuangan Telkom Tahun 2024:  Kinerja Positif, Pendapatan Konsolidasi Rp150 T

Laporan Keuangan Telkom Tahun 2024: Kinerja Positif, Pendapatan Konsolidasi Rp150 T

Bisnis | Senin, 21 April 2025 | 11:35 WIB

Timnas Indonesia vs Korea Utara U-17 Tayang di TV Mana Malam Ini?

Timnas Indonesia vs Korea Utara U-17 Tayang di TV Mana Malam Ini?

Bola | Senin, 14 April 2025 | 19:38 WIB

Terkini

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:29 WIB

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:16 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:59 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

×