Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

TNI AL Minta Utang BBM Rp3,2 Triliun di Pertamina Diikhlaskan, Bahlil: Kita Kaji

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 30 April 2025 | 16:49 WIB
TNI AL Minta Utang BBM Rp3,2 Triliun di Pertamina Diikhlaskan, Bahlil: Kita Kaji
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Akun Instagram]

Suara.com - TNI Angkatan Laut (AL) meminta agar utang Bahan Bakar Minyak (BBM) senilai Rp3,2 triliun kepada PT Pertamina (Persero) dapat "diikhlaskan" atau dihapuskan. Permintaan ini langsung mendapat respons dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji permintaan TNI AL untuk melakukan pemutihan tunggakan tersebut. Namun, keputusan final masih menunggu hasil kajian mendalam dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) dan Inspektur Jenderal Kementerian ESDM.

"Kami lagi mengkaji dari Dirjen Migas dengan dari Inspektur Jenderal," ujar Bahlil saat ditemui dalam kunjungan kerjanya di Senipah, Kalimantan Timur, seperti dikutip Antara, Rabu (30/4/2025).

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas keluhan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, yang mengungkapkan beban berat tunggakan BBM tersebut terhadap operasional TNI AL.

Dalam rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (28/4/2025), KSAL membeberkan bahwa tunggakan BBM TNI AL telah mencapai angka fantastis, yakni Rp3,2 triliun, setelah sebelumnya memiliki tunggakan Rp2,25 triliun. Menurutnya, penggunaan BBM untuk kapal-kapal TNI AL masih dikenakan harga industri, yang dinilai memberatkan.  

"Untuk bahan bakar memang ini kalau kita berpikir masih sangat terbatas. Kemarin ada tunggakan itu bahan bakar Rp2,25 triliun, dan saat ini kita sudah dikenakan harus membayar utang lagi Rp3,2 triliun. Itu sebenarnya tunggakan," ungkap KSAL, menekankan dampak negatif tunggakan tersebut terhadap kemampuan operasional TNI AL.

KSAL bahkan mengusulkan agar kebutuhan BBM kapal-kapal TNI AL diberi subsidi, mengingat peran strategis TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Selain itu, ia juga mengusulkan agar pengelolaan kebutuhan BBM TNI AL disentralisasi di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan).  

Menanggapi usulan KSAL, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa Kemenhan akan mengambil alih pengelolaan kebutuhan BBM TNI. Lebih lanjut, ia mengusulkan penerapan sistem digital untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan BBM.  

"Sistem digitalisasi ini akan menyangkut mengenai penggunaan BBM dan juga dalam kaitan tracking," jelas Sjafrie saat rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

baca juga

Dengan penerapan sistem digital, menurut Menhan, setiap liter BBM yang dibiayai oleh negara untuk kebutuhan TNI dapat dilacak dan dipertanggungjawabkan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi penyimpangan dan memastikan efisiensi penggunaan anggaran negara.

Sementara itu, Kementerian ESDM terus melakukan kajian mendalam terkait permintaan pemutihan tunggakan BBM TNI AL. Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kajian yang komprehensif sebelum mengambil keputusan final.

"Kami lagi mengkaji dari Dirjen Migas dengan dari Inspektur Jenderal," ulangnya, mengisyaratkan bahwa aspek teknis dan aspek pengawasan menjadi fokus utama dalam kajian tersebut.

Polemik tunggakan BBM TNI AL ini menyoroti kompleksitas pengelolaan anggaran pertahanan dan kebutuhan operasional TNI. Di satu sisi, TNI AL membutuhkan dukungan anggaran yang memadai untuk menjalankan tugasnya menjaga kedaulatan maritim. Di sisi lain, pemerintah harus memastikan akuntabilitas dan efisiensi penggunaan anggaran negara.  

Keputusan final terkait pemutihan tunggakan BBM TNI AL akan menjadi penentu arah kebijakan pengelolaan anggaran pertahanan di masa depan. Penerapan sistem digitalisasi penggunaan BBM yang diusulkan oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran BBM TNI. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI, Kemenhan, dan Kementerian ESDM dalam menjaga kedaulatan energi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Infrastruktur Gas Raksasa RI Bisa Jadi 'Senjata Makan Tuan'

Proyek Infrastruktur Gas Raksasa RI Bisa Jadi 'Senjata Makan Tuan'

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 16:06 WIB

Kuartal I 2025, PGN Jaga Kinerja Operasional dan Ketahanan Energi Nasional

Kuartal I 2025, PGN Jaga Kinerja Operasional dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 16:04 WIB

Usai Desakan Ganti Wapres Gibran Mencuat, PPAD Mendadak Kumpul di Istana: Ada Apa?

Usai Desakan Ganti Wapres Gibran Mencuat, PPAD Mendadak Kumpul di Istana: Ada Apa?

News | Rabu, 30 April 2025 | 14:44 WIB

Terkini

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh

Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone

Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:09 WIB

KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas

KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M

Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!

Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:52 WIB

×