Ganggu Investasi, Mantan Jenderal Bintang Empat Ini Minta Preman Dihabisi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 02 Mei 2025 | 15:44 WIB
Ganggu Investasi, Mantan Jenderal Bintang Empat Ini Minta Preman Dihabisi
Mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Gelombang kecaman keras terus bergulir menyusul terungkapnya kasus premanisme yang menghambat pembangunan fasilitas manufaktur kendaraan listrik milik investor asal China di kawasan Subang, Jawa Barat.

Kali ini, suara lantang datang dari mantan jenderal bintang empat yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko.

Dengan nada geram, Moeldoko menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memberantas habis praktik-praktik haram yang berpotensi merusak iklim investasi di wilayah tersebut.

Pernyataan bernada ultimatum ini disampaikan Moeldoko di Jakarta pada Selasa (22/4/2025), menyusul laporan mengenai gangguan yang dialami oleh dua raksasa produsen mobil listrik pendatang baru, BYD dan Vinfast. Kedua perusahaan dengan investasi jumbo ini diketahui tengah membangun pabrik perakitan mereka di Subang, sebuah kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri kendaraan listrik di Jawa Barat.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini tak mampu menyembunyikan kekecewaannya atas tindakan tidak terpuji tersebut, terutama mengingat betapa krusialnya investasi ini bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

"Saya mendukung apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, tumpas saja itu!" seru Moeldoko dengan intonasi meninggi, menunjukkan betapa seriusnya ia memandang persoalan ini. "Ini sangat disayangkan, di tengah upaya kita menarik investasi sebesar-besarnya untuk kemajuan bangsa, malah ada oknum-oknum yang mencoba menghalang-halangi. Ini tidak bisa dibiarkan!" kata Moeldoko dikutip Jumat (2/5/2025).

Moeldoko dengan tegas menekankan bahwa kehadiran investasi, terutama di sektor industri strategis dan berorientasi masa depan seperti kendaraan listrik, seharusnya disambut dengan tangan terbuka oleh seluruh elemen masyarakat. Alih-alih melakukan tindakan yang kontraproduktif dan merugikan, masyarakat justru diharapkan dapat memainkan peran aktif dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif, aman, dan terjamin. Dengan terciptanya iklim investasi yang positif, peluang kerja baru akan terbuka lebar bagi masyarakat, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan bersama.

"Saya mengimbau supaya di tengah situasi iklim dunia usaha yang relatif perlu perhatian, maka kita semua, masyarakat Indonesia harus menciptakan iklim investasi yang baik," lanjut Moeldoko.

"Jangan sampai pengangguran makin banyak, tapi malah, di satu sisi kan ironis, kita perlu peluang untuk bekerja, ada orang (investor) datang memberikan peluang, diganggu sama yang lain. Ini akal sehatnya di mana?" tambahnya.

Lebih lanjut, Moeldoko menyoroti secara spesifik kasus gangguan yang dialami oleh BYD dan Vinfast sebagai contoh nyata betapa seriusnya dampak negatif premanisme terhadap keberlangsungan investasi di Indonesia. Kedua perusahaan ini telah menunjukkan komitmen investasi yang sangat signifikan di Subang dan diproyeksikan akan menjadi pemain kunci dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang solid di Indonesia, bahkan memiliki potensi untuk merambah pasar di kawasan ASEAN.

BYD, perusahaan otomotif listrik raksasa yang berasal dari China, saat ini tengah dalam tahap pembangunan pabrik megah di kawasan Subang Smartpolitan. Nilai investasi yang digelontorkan BYD untuk fasilitas manufaktur ini mencapai angka fantastis, yakni Rp11,7 triliun. Perusahaan dengan logo tiga huruf ini optimis bahwa fasilitas produksi yang digadang-gadang akan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara ini akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2026.

Kehadiran BYD diyakini tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat akan kendaraan listrik ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi besar untuk melakukan ekspor ke negara-negara tetangga, menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang strategis.

Sementara itu, Vinfast, produsen kendaraan listrik kebanggaan Vietnam, juga telah menunjukkan keseriusannya dalam berinvestasi di Indonesia dengan memulai pembangunan pabriknya di Subang sejak tahun 2024. Dengan alokasi dana investasi tahap awal yang mencapai US$200 juta atau setara dengan sekitar Rp3,2 triliun, pabrik yang berdiri kokoh di atas lahan seluas lebih dari 100 hektar ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi yang impresif, mencapai hingga 50 ribu unit kendaraan listrik per tahun.

Lebih dari sekadar angka produksi, kehadiran pabrik Vinfast ini juga diproyeksikan akan menyerap antara 1.000 hingga 3.000 tenaga kerja lokal, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Jawa Barat. VinFast sendiri menargetkan pabriknya mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2025 untuk memproduksi kendaraan listrik dengan konfigurasi setir kanan, yang secara spesifik disesuaikan dengan kebutuhan dan regulasi pasar Indonesia.

Moeldoko kembali menegaskan bahwa gangguan terhadap investasi di sektor otomotif, khususnya pada industri kendaraan listrik yang memiliki prospek cerah di masa depan, memiliki implikasi yang sangat luas bagi perkembangan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Preman Berkedok Ormas, Hercules ke Eks Panglima TNI: Kamu yang Preman

Disebut Preman Berkedok Ormas, Hercules ke Eks Panglima TNI: Kamu yang Preman

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 14:08 WIB

Hercules Minta Maaf ke Sutiyoso, Lalu Balik Badan Serang Gatot Nurmantyo: Bengis Banget!

Hercules Minta Maaf ke Sutiyoso, Lalu Balik Badan Serang Gatot Nurmantyo: Bengis Banget!

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 13:33 WIB

Moeldoko Minta Habisi Preman di Proyek Pabrik Mobil Listrik Subang: Ganggu Orang Cari Kerja Saja!

Moeldoko Minta Habisi Preman di Proyek Pabrik Mobil Listrik Subang: Ganggu Orang Cari Kerja Saja!

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:43 WIB

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:41 WIB

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:27 WIB

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:24 WIB

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB