Tiga Bulan Pertama 2025, Impack Pratama Industri Kantongi Laba Bersih Rp152 Miliar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 06 Mei 2025 | 11:42 WIB
Tiga Bulan Pertama 2025, Impack Pratama Industri Kantongi Laba Bersih Rp152 Miliar
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tengah memproduksi bahan bangunan. [ANTARA/HO-IMPC]

Suara.com - PT Impack Pratama Industri Tbk. (kode saham: IMPC), produsen dan distributor bahan bangunan menunjukkan ketahanan bisnisnya dengan mencatatkan pertumbuhan yang stabil di kuartal I tahun 2025.

Perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp937 miliar, meningkat tipis sebesar 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp911 miliar. Sementara itu, dari sisi profitabilitas, laba bersih Perseroan tercatat relatif stabil, mengalami kenaikan tipis dari Rp151 miliar pada kuartal I 2024 menjadi Rp152 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk., Haryanto Tjiptodihardjo menyampaikan bahwa kinerja di paruh pertama tahun ini diperkirakan akan cenderung lebih moderat. Beliau menekankan bahwa pencapaian di kuartal pertama ini masih merupakan fase awal dalam mencapai target ambisius Perseroan untuk sepanjang tahun 2025.

"Kami melihat bahwa pencapaian di semester I masih berada pada fase awal dari target tahunan. Oleh karena itu, kami akan mengakselerasi pertumbuhan secara signifikan di semester II untuk mencapai target pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih Rp600 miliar," ujar Haryanto dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Impack Pratama akan tetap fokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan dan terus memperkuat daya saingnya di pasar domestik maupun internasional. Salah satu langkah strategis yang akan digenjot adalah perluasan jangkauan pasar ke negara-negara ASEAN lainnya, serta menembus pasar Australia dan Selandia Baru.

Saat ini, Perseroan telah menunjukkan keseriusannya dalam ekspansi regional melalui kerja sama strategis dengan SCG Roofing Company Limited (SCGR). Kolaborasi ini bertujuan untuk mendistribusikan produk unggulan atap Alderon di pasar Thailand. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang signifikan di salah satu negara dengan perekonomian terbesar di kawasan ASEAN tersebut.

Selain Thailand, Impack Pratama juga terus mengoptimalkan kinerja ekspornya ke Filipina dan Malaysia. Upaya ini semakin diperkuat dengan penambahan mesin atap Alderon RS di pabrik Perseroan yang berlokasi di Malaysia. Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang di kedua negara tetangga tersebut.

Lebih lanjut, Perseroan memiliki harapan besar terhadap akselerasi sinergi dengan Mulford Holdings Pty Ltd, perusahaan distributor bahan bangunan ternama di Australia dan Selandia Baru yang telah diakuisisi pada kuartal II tahun lalu. Akuisisi strategis ini dipandang sebagai langkah kunci dalam menancapkan kuku bisnis Impack Pratama di pasar Australia dan Selandia Baru yang memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

Dengan jaringan distribusi yang luas dan reputasi yang kuat yang dimiliki oleh Mulford Holdings, Impack Pratama optimis dapat mempercepat penetrasi pasar dan meningkatkan penjualan produk-produk unggulannya di kedua negara tersebut. Sinergi yang kuat antara kedua entitas diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi Perseroan secara keseluruhan.

Meskipun mencatatkan pertumbuhan yang moderat di kuartal pertama, manajemen Impack Pratama menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap potensi pertumbuhan di semester kedua tahun 2025. Dengan fokus yang jelas pada ekspansi pasar regional dan internasional, serta sinergi yang semakin solid dengan entitas anak perusahaan dan mitra strategis, Perseroan memiliki landasan yang kuat untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Langkah-langkah strategis yang telah dan akan terus diimplementasikan menunjukkan komitmen Impack Pratama untuk tidak hanya mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba secara kuantitatif, tetapi juga membangun bisnis yang berkelanjutan dan memiliki daya saing yang tinggi di kancah regional dan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten AREA Gandeng Korika Kembangkan AI Canggih untuk Perangi Malaria Akibat Perubahan Iklim!

Emiten AREA Gandeng Korika Kembangkan AI Canggih untuk Perangi Malaria Akibat Perubahan Iklim!

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:34 WIB

Strategi Emiten BELI Cari Cuan di Momen Belanja Online 5.5

Strategi Emiten BELI Cari Cuan di Momen Belanja Online 5.5

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:56 WIB

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, 15 Unit Terpaksa Parkir

Garuda Indonesia Tak Kuat Bayar Biaya Perawatan Pesawat, 15 Unit Terpaksa Parkir

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 14:15 WIB

Terkini

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 130,2 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 130,2 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB

Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah

Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:26 WIB

ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi

ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:25 WIB

Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi

Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:21 WIB

Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti

Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:09 WIB

Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:03 WIB

Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM

Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:52 WIB

Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan

Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:52 WIB

Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:46 WIB