Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Indonesia Buncit di Indeks Perdagangan Global, Peluang Emas di Era Prabowo?

Achmad Fauzi

Selasa, 06 Mei 2025 | 17:00 WIB
Indonesia Buncit di Indeks Perdagangan Global, Peluang Emas di Era Prabowo?
Ilustrasi aktivitas perdagangan. [ANTARA]

Suara.com - Center for Market Education (CME) bekerja sama dengan Tholos Foundation mengeluarkan indeks perdagangan atau Trade Barier Index (TBI) negara-negara seluruh dunia. TBI merupakan,indikator global yang menilai hambatan perdagangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

TBI dikeluarkan dalam rangkaian Innovation Summit Southeast Asia (ISSA) 2025, sebuah konferensi internasional di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Konferensi ini bertujuan untuk menggugah kesadaran publik dan pembuat kebijakan mengenai pentingnya inovasi yang tidak hanya terbatas pada teknologi, tetapi juga meliputi produk, proses, dan kebijakan. Inovasi dalam ketiga dimensi ini dinilai sebagai motor penggerak utama untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Kendati demikian, dalam laporan TBI tersebut, Indonesia berada dalam posisi buncit alias terakhir diantara 122 negara.

Phillip Thompson dari Tholos Foundation mengungkapkan, posisi paling terakhir bukan berarti jelek. Akan tetapi, peluang untuk melakukan lompatan besar.

"Justru ini menunjukkan potensi luar biasa. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ada harapan besar untuk reformasi. Banyak perusahaan dari AS dan Eropa saat ini mencari alternatif rantai pasok di Asia. Jika Indonesia menerapkan reformasi berbasis akal sehat (common sense), negara ini bisa melompat ke era ekonomi baru," ujar Phillip di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Alih-alih terus melindungi industri lewat tarif dan pembatasan kandungan lokal, ISSA 2025 mendorong Indonesia untuk mengandalkan inovasi dan persaingan sehat. Datanya jelas. isolasi menghambat kemajuan, sementara keterbukaan memicu produktivitas dan ketahanan.

Peluncuran TBI 2025 juga mengangkat case study kontroversi pelarangan penjualan Apple iPhone 16 di Indonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan akibat perang tarif, tentu muncul pertanyaan di masyarakat: apa yang harus dilakukan Indonesia?

Penelitian menyimpulkan bahwa proteksionisme justru menghambat kemajuan. Daya saing muncul dari keterbukaan dan inovasi, bukan isolasi.

baca juga

Selain membahas perdagangan dan kebijakan, ISSA 2025 juga menyoroti potensi besar inovasi di sektor-sektor tradisional seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan. Selama ini, sektor-sektor seperti pertanian, komoditas, dan sumber daya alam kerap dipandang miring.

Padahal, justru di sektor-sektor tradisional inilah peluang inovasi terbuka lebar,mulai dari sustainable farming, sistem logistik modern, hingga ekspor berbasis added-value.

Sektor-sektor ini menyumbang 12,61 persen dari PDB Indonesia pada 2024, dengan perkebunan memberikan kontribusi sebesar 4,17 persen. Industri tembakau juga memberikan sumbangan besar terhadap penerimaan negara, mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun.

"Pemerintah harus membiarkan sektor-sektor ini tumbuh secara organik, dengan insentif yang tepat dan iklim usaha yang sehat—tanpa intervensi berlebihan," kata Alfian Banjaransari, Country Manager CME.

Sektor energi terbarukan, perumahan, dan industri kreatif juga dibahas sebagai sektor masa depan yang potensial untuk didorong lewat kolaborasi antar sektor dan keterlibatan masyarakat.

Konferensi ini juga menyuarakan pentingnya institusi yang sehat dan mendukung kebebasan pasar, sejalan dengan pemikiran Daron Acemoglu, Simon Johnson, dan James Robinson, para penerima Nobel Ekonomi 2024. Mereka menekankan bahwa perlindungan hak milik dan pembatasan intervensi negara adalah prasyarat bagi lahirnya inovasi yang produktif dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengusaha Ritel Menjerit, Minta Prabowo Cabut Inpres Efisiensi Anggaran

Pengusaha Ritel Menjerit, Minta Prabowo Cabut Inpres Efisiensi Anggaran

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 15:44 WIB

Prabowo Keluarkan Perpres, Aturan TKDN Kini 25 Persen

Prabowo Keluarkan Perpres, Aturan TKDN Kini 25 Persen

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 12:56 WIB

Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump

Ekonomi Tahun Pertama Prabowo dengan Bayang-bayang Tarif Trump

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 11:55 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×