14.000 Pekerja Dirumahkan, Pemerintah Diminta Lindungi Industri Padat Karya dan Pertanian

Achmad Fauzi

Rabu, 07 Mei 2025 | 16:16 WIB
14.000 Pekerja Dirumahkan, Pemerintah Diminta Lindungi Industri Padat Karya dan Pertanian
Ilustrasi PHK

Suara.com - Di tengah tekanan ekonomi global dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang kian meresahkan, sorotan tajam tertuju pada dua sektor vital yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional: industri padat karya dan sektor pertanian.

Kedua sektor ini tak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, tetapi juga berperan besar dalam menyerap jutaan tenaga kerja di seluruh penjuru Tanah Air. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri padat karya menyumbang 18,9% terhadap PDB dan menyerap 13,8% dari total tenaga kerja Indonesia. Sementara sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 11,31% terhadap PDB nasional pada 2024.

Beberapa subsektor padat karya yang menjadi tulang punggung ekonomi dan lapangan kerja antara lain industri tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, serta industri hasil tembakau. Perlindungan terhadap sektor-sektor ini dinilai bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga persoalan sosial yang menyentuh langsung kesejahteraan rakyat.

Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS), Ali Mahsun Atmo, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lalai dalam melindungi para pekerja dan petani di tengah situasi ekonomi yang kian menantang. “Kebijakan khusus seperti pelatihan hingga penciptaan lapangan kerja baru yang seluas-luasnya sangat diperlukan, mengingat gelombang PHK juga sangat masif akhir-akhir ini,” ungkap Ali.

Tak berhenti di sana, Ali juga menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah ketika krisis PHK terjadi, terlebih menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idulfitri. “Diharapkan pemerintah turun tangan, memberikan solusi, agar pekerja yang terkena PHK bisa mendapatkan hak-haknya. Pemerintah juga perlu memberikan bantalan sosial berupa bansos,” tukasnya.

Ali pun mendorong kebijakan pembiayaan yang lebih cepat dan ramah bagi korban PHK yang ingin bangkit melalui jalur wirausaha. “Agar yang di-PHK bisa kembali pulih untuk berwirausaha, jangan dipersulit,” tambah dia.

Senada dengan itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin, turut menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap lonjakan PHK yang terjadi akibat penutupan sejumlah pabrik besar. Sejumlah perusahaan dilaporkan telah merumahkan total lebih dari 14.000 pekerja. Di antaranya adalah PT Sanken Indonesia, PT Yamaha Music Product Asia, PT Tokai Kagu, PT Danbi Internasional Garut, dan PT Bapintri. Bahkan, PT Sritex melakukan PHK massal terhadap 10.969 pekerjanya setelah menutup pabrik pada 1 Maret 2025.

“Ini adalah masalah besar yang mempengaruhi tidak hanya pekerja yang dirumahkan, tetapi juga ekonomi lokal dan nasional. Pemerintah harus hadir untuk memastikan bahwa hak-hak pekerja yang terkena PHK bisa terlindungi dengan baik,” tegas Alifudin dalam keterangan tertulisnya.

Lebih jauh, ia menekankan dampak luas dari PHK massal yang bukan hanya menghantam dapur keluarga pekerja, tapi juga membebani perekonomian nasional. “Jika tidak segera ditangani dengan serius, kondisi ini bisa memicu penurunan daya beli masyarakat dan merugikan perekonomian dalam jangka panjang. Pemerintah harus mampu menciptakan iklim industri yang stabil dan ramah bagi dunia usaha agar tidak terjadi PHK massal yang lebih meluas,” ujarnya.

baca juga

Sementara untuk sektor pertanian, Ali Mahsun menilai bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah positif dalam perlindungan petani, salah satunya melalui kebijakan pembelian gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram oleh pemerintah.

Namun, Ali tetap mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama soal birokrasi distribusi pupuk yang rumit. “Ke depan diharapkan, petani-petani di Indonesia ini diikutsertakan BPJS Kesehatan dan BP Jamsostek jadi kalau ada kecelakaan kerja petani bisa dilindungi. Saya yakin pemerintah mampu memberikan secara gratis untuk itu. Sehingga swasembada pangan tercapai dan para petani dan keluarga sejahtera,” jelasnya.

Tak dapat dimungkiri, industri padat karya dan sektor pertanian membawa efek berganda yang luar biasa terhadap konsumsi masyarakat dan roda ekonomi lokal maupun nasional. Ketika dua sektor ini stabil, bukan hanya rumah tangga pekerja yang terlindungi, namun juga keberlanjutan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Dana Hibah Rp82,56 Miliar, Bill Gates Bakal Naikan Pendapatan Petani Hingga Pupuk Murah

Pakai Dana Hibah Rp82,56 Miliar, Bill Gates Bakal Naikan Pendapatan Petani Hingga Pupuk Murah

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 15:39 WIB

Gelombang PHK Merajalela, BI: Ekonomi Bisa Merosot

Gelombang PHK Merajalela, BI: Ekonomi Bisa Merosot

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 15:04 WIB

24 Ribu Orang Sudah jadi Korban, PHK era Prabowo Makin Ngeri

24 Ribu Orang Sudah jadi Korban, PHK era Prabowo Makin Ngeri

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 14:46 WIB

Terkini

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:33 WIB

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB

×