Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kebutuhan Pangan Meningkat, Industri Rantai Dingin Terintegrasi Jadi Tulang Punggung Distribusi!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 08 Mei 2025 | 10:44 WIB
Kebutuhan Pangan Meningkat, Industri Rantai Dingin Terintegrasi Jadi Tulang Punggung Distribusi!
PT Wahana Kemalaniaga Makmur (Wakeni) secara resmi membuka gelaran akbar empat pameran industri rantai dingin terintegrasi dan terlengkap di Indonesia. (Foto Ist).

Suara.com - PT Wahana Kemalaniaga Makmur (Wakeni) secara resmi membuka gelaran akbar empat pameran industri rantai dingin terintegrasi dan terlengkap di Indonesia. Bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, acara yang berlangsung mulai 7 hingga 10 Mei 2025 ini menjadi pusat perhatian para pelaku usaha dan profesional di seluruh ekosistem rantai pasok.

Pameran raksasa ini menghadirkan dalam satu atap empat pameran sekaligus: International Indonesia Seafood & Meat (IISM) Expo, Indonesia Cold Chain Expo, Warehousing & Storage Handling Expo, dan Indonesia Smart Logistics & Supply Chain Expo. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengakselerasi transformasi sistem rantai dingin Indonesia menjadi lebih cerdas, efisien, dan mampu bersaing di kancah global, sejalan dengan meningkatnya ekspor produk makanan laut dan daging, serta permintaan domestik akan keamanan pangan dan efisiensi distribusi.

Dengan luas area pameran mencapai lebih dari 8 ribu meter persegi, WAKENI menghadirkan lebih dari 250 perusahaan peserta baik dari dalam maupun luar negeri. Deretan perusahaan terkemuka dari Indonesia, China, Swedia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, India, dan Korea Selatan siap memamerkan inovasi dan solusi terkini mereka. Target ambisius pun dipatok, dengan harapan dapat menarik lebih dari 30 ribu pengunjung profesional dari seluruh mata rantai pasok.

Direktur Wakeni, Sofianto Widjaja, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran rantai dingin dan logistik ini merupakan momentum krusial untuk membangun dan memperkuat ekosistem rantai dingin di Indonesia.

"Pameran ini merupakan langkah strategis dan ajakan kolektif bagi pelaku usaha untuk bertransformasi bersama, khususnya dalam proses bisnis yang terkait dengan penyimpanan dan pendistribusian produk pangan serta barang mudah rusak, baik di Indonesia maupun di pasar global," kata Sofianto dalam keterangannya di Jakarta seperti dikutip Kamis (8/5/2025).

Mengusung tema WeAreColdChain, Sofianto menekankan upaya untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem rantai dingin yang lebih efisien dan tangguh. "Harapannya kolaborasi ini akan memperkuat industri, khususnya mendukung ketahanan pangan nasional, mengurangi potensi kehilangan hasil pascapanen, serta memperluas akses produk Indonesia ke pasar ekspor," jelasnya dengan optimisme.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Cold Chain Perkumpulan Pelaku Logistik Indonesia, Tejo Mulyono, menyoroti pentingnya kolaborasi antara inovasi sektor swasta dan arah kebijakan publik dalam memajukan rantai dingin Indonesia.

"Pameran seperti IISM dan Indonesia Cold Chain Expo, serta pameran pendamping lainnya sangat penting sebagai platform pertukaran pengetahuan, kemitraan, dan komitmen terhadap kualitas yang dibutuhkan oleh industri pangan dan logistik nasional," katanya.

Keempat pameran ini menyajikan rangkaian inovasi menyeluruh pada ekosistem bisnis rantai dingin. Di International Indonesia Seafood & Meat (IISM) Expo, pengunjung dapat menemukan beragam produk makanan laut dan daging segar atau beku pilihan, termasuk protein alternatif, daging berbasis nabati, serta produk bersertifikat halal siap ekspor. Perusahaan seperti PT. Rel-Ion Sterilization Service, Puresci Environment Technology Limited, dan Guangzhou Icesource memamerkan inovasi dalam pengawetan, perpanjangan kesegaran, dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan.

Sementara itu, Indonesia Cold Chain Expo menjadi pusat teknologi logistik barang mudah rusak, menampilkan sistem pendingin terkini hingga solusi pemantauan rantai dingin dari perusahaan terkemuka seperti PT. Thermo Asri Makmur, PT. Graha Teknik Mandiri, CRK Corporation, dan PT. Sanwoo Electronics. Inovasi unggulan mencakup sistem pendingin berbasis IoT, unit pembeku kendali jarak jauh, hingga infrastruktur pendingin hemat energi yang relevan untuk diterapkan di wilayah kepulauan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KAI Logistik Realisasikan 86 Persen dari Target Pembukaan 50 Titik Layanan di 2025

KAI Logistik Realisasikan 86 Persen dari Target Pembukaan 50 Titik Layanan di 2025

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 16:18 WIB

14.000 Pekerja Dirumahkan, Pemerintah Diminta Lindungi Industri Padat Karya dan Pertanian

14.000 Pekerja Dirumahkan, Pemerintah Diminta Lindungi Industri Padat Karya dan Pertanian

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 16:16 WIB

Sektor Logistik Mulai Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Tekan Biaya

Sektor Logistik Mulai Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Tekan Biaya

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB