Saham AYLS Terbang Disaat Tren Kenaikan CPO & Melonjaknya Saham Small Caps

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 08 Mei 2025 | 15:19 WIB
Saham AYLS Terbang Disaat Tren Kenaikan CPO & Melonjaknya Saham Small Caps
Sejumlah karyawan saat penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Di tengah tren positif harga komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan geliat saham-saham berkapitalisasi kecil (small caps), pergerakan saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) belakangan ini menarik perhatian para pelaku pasar. Namun, di balik kenaikan yang cukup signifikan ini, muncul perbedaan pandangan mengenai faktor pendorong utama di baliknya.

William Hartarto, Founder WH Project, meyakini bahwa sentimen positif dari menguatnya harga CPO menjadi katalis utama bagi penguatan saham AYLS. Meskipun demikian, ia memberikan catatan penting bahwa saham AYLS cenderung menjadi pilihan alternatif bagi para investor dengan horizon investasi jangka pendek.

"Untuk saham AYLS saat ini hanya menjadi pilihan alternatif. Hanya alternatif, di mana masa transaksi investor hanya sementara alias trading harian saja," tegas William dalam analisanya dikutip Kamis (8/5/2025).

Lebih lanjut, William menyoroti ketidakselarasan antara penguatan harga saham AYLS dengan kinerja keuangan perseroan yang masih terpuruk. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, AYLS masih mencatatkan kerugian yang cukup dalam.

"Kalau dari sisi faktor kinerja keuangan tidak pengaruh ke penguatan saham AYLS, justru secara year on year (YoY) kerugiannya makin dalam," imbuh William, memperkuat argumen bahwa kenaikan saham ini lebih bersifat teknikal dan sentimen sesaat.

Kendati demikian, William tetap memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham AYLS dengan rentang harga antara 106 hingga 120. Strategi ini menyiratkan bahwa peluang trading jangka pendek masih terbuka bagi investor yang berani mengambil risiko, namun dengan tetap memperhatikan potensi koreksi harga.

William juga mengamati bahwa penguatan saham-saham CPO lainnya turut memicu AYLS menjadi pilihan alternatif. Pergerakan AYLS, menurutnya, cenderung dimanfaatkan oleh para trader untuk keluar dalam satu atau dua hari setelah mendapatkan keuntungan, terutama sejak tren penguatan saham ini terlihat jelas di bulan April. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya aktivitas trading harian yang mendominasi pergerakan saham AYLS.

Berbeda dengan pandangan fundamental yang cenderung hati-hati, Analis MNC Sekuritas, Herditya, memberikan perspektif teknikal yang lebih optimistis untuk saham AYLS dalam jangka pendek. Ia menjelaskan bahwa secara teknikal, posisi saham AYLS saat ini sedang berada dalam fase uptrend yang didukung oleh munculnya volume pembelian.

"Secara timeframe mingguan, penguatannya telah menembus MA20 dan dari sisi indikator lain, di mana MACD sudah mulai menyempit di area negatif dan berpeluang membentuk adanya goldencross. Dari Stochastic pun masih menunjukkan adanya potensi penguatan ke area overbought," papar Herditya. Analisis ini menunjukkan adanya momentum positif dalam pergerakan harga saham AYLS berdasarkan indikator-indikator teknikal.

Herditya memberikan level support AYLS berada di 78 dengan level resistance di 96, serta target terdekat di rentang 102-116. Rekomendasi ini memberikan panduan bagi para trader mengenai potensi level entry dan exit dalam jangka pendek berdasarkan analisis teknikal.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan adanya kontradiksi menarik terkait pergerakan saham AYLS. Pada penutupan perdagangan Desember 2024, saham AYLS berada di level 129. Saat ini, harga saham perusahaan di sektor CPO tersebut berada di level 92, atau mengalami penurunan signifikan sebesar 28,68% sejak awal tahun.

Di sisi lain, kinerja penjualan AYLS justru menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, mencapai Rp 311,35 juta pada kuartal I-2025. Namun, peningkatan penjualan ini belum mampu mengantarkan perusahaan ke zona profitabilitas, di mana AYLS masih membukukan kerugian sebesar Rp 505,47 juta pada periode yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Buka Pendaftaran Liquidity Provider, Danantara Masuk Pertama?

BEI Buka Pendaftaran Liquidity Provider, Danantara Masuk Pertama?

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 11:09 WIB

IHSG Masih Lanjutkan Reli Penguatan, Berikut Saham-saham Pendorongnya

IHSG Masih Lanjutkan Reli Penguatan, Berikut Saham-saham Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 09:21 WIB

IHSG Masih Punya Peluang Menguat, Tapi Bisa Berbalik Koreksi

IHSG Masih Punya Peluang Menguat, Tapi Bisa Berbalik Koreksi

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 08:27 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB