Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Saham AYLS Terbang Disaat Tren Kenaikan CPO & Melonjaknya Saham Small Caps

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 08 Mei 2025 | 15:19 WIB
Saham AYLS Terbang Disaat Tren Kenaikan CPO & Melonjaknya Saham Small Caps
Sejumlah karyawan saat penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Di tengah tren positif harga komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan geliat saham-saham berkapitalisasi kecil (small caps), pergerakan saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) belakangan ini menarik perhatian para pelaku pasar. Namun, di balik kenaikan yang cukup signifikan ini, muncul perbedaan pandangan mengenai faktor pendorong utama di baliknya.

William Hartarto, Founder WH Project, meyakini bahwa sentimen positif dari menguatnya harga CPO menjadi katalis utama bagi penguatan saham AYLS. Meskipun demikian, ia memberikan catatan penting bahwa saham AYLS cenderung menjadi pilihan alternatif bagi para investor dengan horizon investasi jangka pendek.

"Untuk saham AYLS saat ini hanya menjadi pilihan alternatif. Hanya alternatif, di mana masa transaksi investor hanya sementara alias trading harian saja," tegas William dalam analisanya dikutip Kamis (8/5/2025).

Lebih lanjut, William menyoroti ketidakselarasan antara penguatan harga saham AYLS dengan kinerja keuangan perseroan yang masih terpuruk. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, AYLS masih mencatatkan kerugian yang cukup dalam.

"Kalau dari sisi faktor kinerja keuangan tidak pengaruh ke penguatan saham AYLS, justru secara year on year (YoY) kerugiannya makin dalam," imbuh William, memperkuat argumen bahwa kenaikan saham ini lebih bersifat teknikal dan sentimen sesaat.

Kendati demikian, William tetap memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham AYLS dengan rentang harga antara 106 hingga 120. Strategi ini menyiratkan bahwa peluang trading jangka pendek masih terbuka bagi investor yang berani mengambil risiko, namun dengan tetap memperhatikan potensi koreksi harga.

William juga mengamati bahwa penguatan saham-saham CPO lainnya turut memicu AYLS menjadi pilihan alternatif. Pergerakan AYLS, menurutnya, cenderung dimanfaatkan oleh para trader untuk keluar dalam satu atau dua hari setelah mendapatkan keuntungan, terutama sejak tren penguatan saham ini terlihat jelas di bulan April. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya aktivitas trading harian yang mendominasi pergerakan saham AYLS.

Berbeda dengan pandangan fundamental yang cenderung hati-hati, Analis MNC Sekuritas, Herditya, memberikan perspektif teknikal yang lebih optimistis untuk saham AYLS dalam jangka pendek. Ia menjelaskan bahwa secara teknikal, posisi saham AYLS saat ini sedang berada dalam fase uptrend yang didukung oleh munculnya volume pembelian.

"Secara timeframe mingguan, penguatannya telah menembus MA20 dan dari sisi indikator lain, di mana MACD sudah mulai menyempit di area negatif dan berpeluang membentuk adanya goldencross. Dari Stochastic pun masih menunjukkan adanya potensi penguatan ke area overbought," papar Herditya. Analisis ini menunjukkan adanya momentum positif dalam pergerakan harga saham AYLS berdasarkan indikator-indikator teknikal.

baca juga

Herditya memberikan level support AYLS berada di 78 dengan level resistance di 96, serta target terdekat di rentang 102-116. Rekomendasi ini memberikan panduan bagi para trader mengenai potensi level entry dan exit dalam jangka pendek berdasarkan analisis teknikal.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan adanya kontradiksi menarik terkait pergerakan saham AYLS. Pada penutupan perdagangan Desember 2024, saham AYLS berada di level 129. Saat ini, harga saham perusahaan di sektor CPO tersebut berada di level 92, atau mengalami penurunan signifikan sebesar 28,68% sejak awal tahun.

Di sisi lain, kinerja penjualan AYLS justru menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, mencapai Rp 311,35 juta pada kuartal I-2025. Namun, peningkatan penjualan ini belum mampu mengantarkan perusahaan ke zona profitabilitas, di mana AYLS masih membukukan kerugian sebesar Rp 505,47 juta pada periode yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Buka Pendaftaran Liquidity Provider, Danantara Masuk Pertama?

BEI Buka Pendaftaran Liquidity Provider, Danantara Masuk Pertama?

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 11:09 WIB

IHSG Masih Lanjutkan Reli Penguatan, Berikut Saham-saham Pendorongnya

IHSG Masih Lanjutkan Reli Penguatan, Berikut Saham-saham Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 09:21 WIB

IHSG Masih Punya Peluang Menguat, Tapi Bisa Berbalik Koreksi

IHSG Masih Punya Peluang Menguat, Tapi Bisa Berbalik Koreksi

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 08:27 WIB

Terkini

Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot

Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:01 WIB

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:56 WIB

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:46 WIB

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:34 WIB

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

×