Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Bos BUMN Pupuk Sebut Akuntabilitas Distribusi Pupuk Subsidi Jadi Prioritas Utama

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 10 Mei 2025 | 07:00 WIB
Bos BUMN Pupuk Sebut Akuntabilitas Distribusi Pupuk Subsidi Jadi Prioritas Utama
Ilustrasi. "Pupuk Indonesia memahami betul pentingnya tata kelola distribusi pupuk yang akuntabel guna menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dan penyaluran tepat waktu"

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya yang kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan dan distribusi pupuk subsidi yang akuntabel, tepat sasaran, efisien, serta sejalan dengan regulasi pemerintah. 

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, saat menerima kunjungan kerja dari Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BAKN DPR RI) di Command Center Pupuk Indonesia yang berlokasi di Graha Phonska, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/5/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Rahmad Pribadi menekankan bahwa Pupuk Indonesia menyadari betul betapa krusialnya tata kelola distribusi pupuk yang akuntabel dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di seluruh pelosok negeri dan memastikan penyalurannya tepat waktu. 

“Pupuk Indonesia memahami betul pentingnya tata kelola distribusi pupuk yang akuntabel guna menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dan penyaluran tepat waktu. Oleh karena itu, kami terus melakukan pengawasan distribusi digital berbasis real-time melalui Command Center, yang juga dapat menjadi bahan penelaahan secara berkala bagi BAKN DPR RI,” ungkap Rahmad Pribadi di hadapan para anggota BAKN DPR RI.

Keberadaan Command Center yang menjadi pusat kendali operasional Pupuk Indonesia ini memiliki peran vital dalam memantau secara komprehensif seluruh aspek distribusi pupuk. Fasilitas canggih ini memungkinkan perusahaan untuk memantau posisi produk pupuk secara akurat, mengawasi kondisi pengelolaan gudang di berbagai wilayah, hingga mencatat dan menganalisis realisasi distribusi pupuk subsidi di seluruh Indonesia secara real-time.

Data yang terhimpun dalam Command Center juga menunjukkan volume transaksi yang signifikan, dengan rata-rata mencapai 2,5 juta transaksi tercatat melalui aplikasi i-Pubers setiap bulannya. Aplikasi i-Pubers sendiri merupakan inovasi Pupuk Indonesia dalam mendigitalisasi proses penebusan pupuk subsidi, memudahkan petani dan memperkuat akuntabilitas.

Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, yang memimpin langsung kunjungan kerja tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Pupuk Indonesia dalam menghadirkan Command Center sebagai wujud nyata inovasi dalam tata kelola distribusi pupuk subsidi. Menurutnya, Command Center ini merupakan contoh konkret dari upaya pengawasan yang mampu secara signifikan mencegah potensi terjadinya penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

“Command Center Pupuk Indonesia ini adalah salah satu terobosan untuk melakukan monitoring dan pengawasan pendistribusian pupuk secara digital. Langkah ini patut kita apresiasi. Yang juga penting adalah menjadikan Command Center ini sebagai sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga kita bisa mendeteksi secara real-time jika terjadi hal-hal yang di luar kewajaran,” ujar Andreas dengan antusias. Ia menambahkan bahwa langkah Pupuk Indonesia ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang baik dan transparan dalam penyaluran bantuan kepada petani.

Lebih lanjut, Andreas berharap agar Pupuk Indonesia tidak berhenti berinovasi dan terus mengembangkan Command Center agar menjadi sebuah sistem pengawasan yang lebih terintegrasi lagi. Ia juga mendorong adanya penambahan fitur-fitur baru yang dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan analisis data, sehingga potensi penyimpangan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin. Integrasi data dari berbagai lini, mulai dari proses produksi di pabrik hingga penebusan pupuk di tingkat petani, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh dan akurat.

Senada dengan Ketua BAKN, Wakil Ketua BAKN Herman Khaeron juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan Command Center Pupuk Indonesia. Menurutnya, fasilitas ini memungkinkan adanya pemantauan yang sangat lengkap dan detail, mulai dari proses produksi pupuk di tingkat pabrik, pergerakan pupuk di jalur distribusi, hingga akhirnya sampai ke tangan petani di seluruh Indonesia secara real-time.

“Semuanya real-time bisa dilihat. Tidak hanya bisa memonitor di tingkat provinsi, tapi di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Sudah bagus, tinggal butuh pengembangan dengan fitur-fitur lain dan yang paling penting adalah pengawasan,” kata Herman Khaeron.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan dan efektif untuk memastikan pupuk subsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak dan digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocoran Pendapatan Baru Negara Usai Dividen BUMN Dikucurkan ke Danantara

Bocoran Pendapatan Baru Negara Usai Dividen BUMN Dikucurkan ke Danantara

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:26 WIB

Daftar Korupsi Terbesar BUMN, UU Baru Bikin Pemberantasan Rasuah Makin Sulit?

Daftar Korupsi Terbesar BUMN, UU Baru Bikin Pemberantasan Rasuah Makin Sulit?

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 10:14 WIB

Danantara Larang BUMN Non Tbk Gelar RUPS dan Lakukan Aksi Korporasi

Danantara Larang BUMN Non Tbk Gelar RUPS dan Lakukan Aksi Korporasi

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 15:50 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB