Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

GoTo Malu-malu Dilamar Grab, Mahar Sampai Rp115 Triliun?

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 10 Mei 2025 | 16:52 WIB
GoTo Malu-malu Dilamar Grab, Mahar Sampai Rp115 Triliun?
GoTo memberikan klarifikasi yang cukup normatif namun mengisyaratkan adanya lamaran serius dari perusahaan asal Singapura tersebut. [Dok GoTo]

Suara.com - Raksasa teknologi Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), akhirnya angkat bicara terkait spekulasi liar dan rumor yang beredar kencang di berbagai media mengenai potensi transaksi besar antara mereka dengan sang rival abadi, Grab.

Melalui keterangan resmi yang disampaikan pada Sabtu (10/5/2025), GoTo memberikan klarifikasi yang cukup normatif namun mengisyaratkan adanya lamaran serius dari perusahaan asal Singapura tersebut.

Sekretaris Perusahaan GoTo, RA Koesoemohadiani, menyatakan bahwa Grup GoTo memang secara rutin menerima berbagai penawaran dari berbagai pihak. Pernyataan ini secara tidak langsung membenarkan adanya ketertarikan dari pihak eksternal, termasuk spekulasi mengenai Grab.

Lebih lanjut, Koesoemohadiani menjelaskan bahwa manajemen GoTo memiliki kewajiban untuk menjajaki secara menyeluruh dan mengevaluasi dengan cermat serta penuh kehati-hatian setiap penawaran yang masuk. Langkah ini semata-mata bertujuan untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham Perseroan. Tak hanya itu, GoTo juga menegaskan akan selalu memperhatikan kepentingan terbaik bagi mitra pengemudi, mitra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pelanggan, karyawan, dan seluruh pemangku kepentingan kunci dalam setiap pertimbangan strategisnya.

Ilustrasi logo Grab. [Antara]
Ilustrasi logo Grab. [Antara]

Kendati mengakui adanya penjajakan, GoTo dengan tegas menyatakan bahwa hingga tanggal keterbukaan informasi ini (7 Mei 2025), Perseroan belum mencapai keputusan apapun terkait penawaran yang mungkin telah diketahui atau diterima. Pernyataan ini sejalan dengan keterbukaan informasi sebelumnya pada 19 Maret 2025, di mana GoTo juga membantah adanya kesepakatan konkret dengan pihak manapun terkait isu merger atau akuisisi dengan Grab.

"Sebagaimana telah kami jelaskan pada keterbukaan yang kami sampaikan sebelumnya tertanggal 19 Maret 2025, belum ada kesepakatan antara Perseroan dengan pihak manapun untuk melakukan transaksi sebagaimana telah dispekulasikan di media massa," tegas Koesoemohadiani.

Di tengah riuh rendah spekulasi, GoTo juga menyinggung pencapaian kinerja keuangan kuartal pertama 2025 yang dinilai sangat baik. Perseroan mencatatkan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang disesuaikan tertinggi untuk unit bisnis Financial Technology (Fintech) dan On-Demand Services, serta pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti tahunan yang berkelanjutan. Capaian positif ini dinilai mencerminkan bauran produk Perseroan yang kuat dan eksekusi strategis di seluruh ekosistem yang terintegrasi. Kinerja solid ini tentu menjadi modal yang kuat bagi GoTo dalam mempertimbangkan berbagai opsi strategis ke depan.

Lebih lanjut, GoTo memastikan bahwa penyebaran isu mengenai potensi transaksi dengan Grab tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional dan kelangsungan usaha Perseroan. Hal ini menunjukkan bahwa GoTo mampu menjaga fokus bisnisnya di tengah berbagai spekulasi yang beredar.

Penjelasan resmi dari GoTo ini diberikan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan OJK Nomor 31 /POJK.04/2015, Peraturan OJK Nomor 45 tahun 2024, dan Keputusan Direksi BEI No:Kep-00066/BEI/09-2022 terkait kewajiban penyampaian informasi material oleh emiten atau perusahaan publik.

baca juga

Meskipun belum ada kepastian mengenai "perkawinan" dengan Grab, langkah GoTo yang secara terbuka mengakui adanya penjajakan menunjukkan bahwa segala opsi strategis sedang dipertimbangkan demi masa depan perusahaan dan para pemangku kepentingannya. Publik dan investor kini menanti langkah selanjutnya dari kedua raksasa teknologi ini di tengah dinamika persaingan yang semakin ketat.

Menurut Euromonitor International, jika Grab dan GoTo benar-benar bergabung, mereka akan mendominasi 85 persen pasar ride-hailing Asia Tenggara yang nilainya mencapai USD8 miliar. Yang paling mencolok adalah di Indonesia dan Singapura. Di dua negara ini, gabungan Grab-GoTo akan menguasai pasar secara hampir mutlak.

“Entitas gabungan ini akan menguasai pangsa pasar lebih dari 91 persen di Indonesia, dan hampir 90 persen di Singapura,” kata, Manajer Wawasan Pembayaran dan Pinjaman Euromonitor International di Asia, David Zhang, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 10 Mei 2025.

Grab sendiri berencana menyiapkan mahar 7 miliar dolar AS atau setara Rp115,5 triliun untuk GoTo (Rp16.500). Dengan asumsi angka tersebut, berarti harga belinya sekitar Rp96 hingga Rp107 per saham. Dengan asumsi, saham yang dilepas 100 persen dari total lembar saat ini atau sekitar 90 persen dengan asumsi riil publik di GOTO sekitar 10 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mana Lebih Tinggi Transaksi Judol atau Kripto?

Mana Lebih Tinggi Transaksi Judol atau Kripto?

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:26 WIB

Geruduk Kemnaker, Driver Ojol Beberkan Kerugian dari Layanan Grab Hemat

Geruduk Kemnaker, Driver Ojol Beberkan Kerugian dari Layanan Grab Hemat

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 19:31 WIB

24 Emiten Borong Saham Rp 937 Miliar Tanpa Gelar RUPS

24 Emiten Borong Saham Rp 937 Miliar Tanpa Gelar RUPS

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 17:19 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×