Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Profil CATL, Perusahaan Rakasa China Larang Investor AS Beli Sahamnya

M Nurhadi

Senin, 12 Mei 2025 | 16:00 WIB
Profil CATL, Perusahaan Rakasa China Larang Investor AS Beli Sahamnya
Ilustrasi pabrik CATL (Dok. CATL)

Suara.com - Profil Contemporary Amperex Technology atau CATL, produsen baterai lithium-ion otomotif terbesar di China menjadi sorotan pascalarang investor Amerika Serikat (AS) membeli sahamnya. Hal ini mengindikasikan bahwa ketegangan geopolitik antara China dan Amerika Serikat meluas hingga ke pasar saham. CATL tak memberi tanggapan langsung, namun besar kemungkinan perusahaan yang memulai IPO pada Februari 2025 lalu tak mau berurusan dengan perdagangan bersama AS.

Dalam websitenya, CATL berkomitmen menjadi pemain global dalam menyediakan solusi teknologi energi terbarukan. CATL memulai kiprahnya pada 1999 sebagai produsen baterai litium dengan nama ATL. Sementara itu, nama CATL resmi digunakan pada 2011. Saat itu, perusahaan berpartisipasi dalam pembangunan proyek penyimpanan energi Zhangbei, yang mentransformasikan energi angin dan matahari terbesar di dunia pada saat itu. Setahun setelahnya, CATL memulai kemitraan strategis dengan BMW, perusahaan mobil Jerman, BMW.

Pada 2013 CATL berkembang dengan mendirikan basis produksi di Xining, sekaligus memulai produksi baterai untuk kendaraan listrik atau EV kendaraan komersial terbesar dunia, Yutong. Setelahnya, bisnis di bidang baterai kendaraan listrik terus berkembang. CATL memiliki lini usaha daur ulang dan regenerasi baterai. Anak perusahaan pun didirikan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang.

Sejak 2022, CATL menjadi perusahaan nomor wahid untuk volume konsumsi EV selama enam tahun berturut – turut dan peringkat pertama dunia untuk pengiriman baterai BESS. Pabrik di wilayah Yibin telah mendapatkan sertifikasi World Economic Forum sebagai pabrik baterai nol-karbol pertama di dunia dan terpilih sebagai anggota Global Lighthouse Network.

Setahun berikutnya, Contemporary Amperex Intelligence Technology (Shanghai) Ltd. (CAIT-SH), anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh CATL, dan Komite Manajemen Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Yichun mengadakan upacara penandatanganan untuk Proyek Basis Produksi Sasis Cerdas Terintegrasi (CIIC) CATL di kota Yichun, Provinsi Jiangxi, Tiongkok Tenggara.

CAIT-SH berkomitmen pada desain, produksi, penjualan, dan layanan CIIC. Menurut perjanjian tersebut, CAIT-SH akan membangun basis produksi CIIC pertama yang menampilkan teknologi CTC (Cell to Chassis) di Yichun, yang secara efektif akan mempromosikan komersialisasi teknologi CTC dan sasis skateboard CATL, sehingga mendorong pengembangan industri energi baru yang berkualitas tinggi.

Perang Dagang China – AS Makin Panas

Pelarangan investor AS membeli saham CATL bukan tanpa alasan. Perang dagang China – AS memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping meski tak memberikan rincian mengenai topik yang dibahas.

Pernyataan Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China. Pekan lalu, ia mengatakan bahwa dirinya tidak terburu-buru untuk berbicara dengan Xi guna meredakan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

baca juga

Percakapan antara kedua pemimpin ini dipandang krusial untuk mencegah peningkatan atau penundaan tarif perdagangan yang semakin membebani kedua negara. Sebelumnya, sebelum Trump resmi menjabat, ia dan Xi sempat berdiskusi mengenai berbagai isu, termasuk TikTok, perdagangan, dan Taiwan. Saat ini, baik Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentar atas wawancara Trump dengan Fox News.

China baru-baru ini memberlakukan tarif tambahan terhadap sejumlah produk impor dari AS sebagai respons terhadap kebijakan tarif Trump yang mencapai 10% secara menyeluruh. Selain itu, Beijing juga memasukkan beberapa perusahaan AS, termasuk Alphabet (induk perusahaan Google), dalam daftar pengawasan untuk kemungkinan sanksi lebih lanjut.

Hubungan AS-China memang telah lama diwarnai ketegangan, mencakup isu tarif perdagangan, keamanan siber, Taiwan, Hong Kong, hak asasi manusia, serta asal-usul pandemi Covid-19. Pernyataan Trump mengenai pembicaraannya dengan Xi menambah dinamika baru dalam hubungan kedua negara, yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam bidang diplomasi dan ekonomi.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Thom Haye Bongkar Fakta Mengejutkan! Lebih Suka Bali Dibanding Jakarta untuk TC Timnas Indonesia

Thom Haye Bongkar Fakta Mengejutkan! Lebih Suka Bali Dibanding Jakarta untuk TC Timnas Indonesia

Bola | Senin, 12 Mei 2025 | 13:43 WIB

Sederet Faktor Timnas Indonesia Terancam Tanpa 4 Pemain saat Hadapi China

Sederet Faktor Timnas Indonesia Terancam Tanpa 4 Pemain saat Hadapi China

Bola | Senin, 12 Mei 2025 | 13:35 WIB

Alhamdulillah Timnas Indonesia Punya Angin Segar Lawan China setelah Kena Sanksi FIFA

Alhamdulillah Timnas Indonesia Punya Angin Segar Lawan China setelah Kena Sanksi FIFA

Bola | Senin, 12 Mei 2025 | 12:48 WIB

Gara-gara Bahrain, Timnas Indonesia Dapat Kerugian Lawan China

Gara-gara Bahrain, Timnas Indonesia Dapat Kerugian Lawan China

Bola | Senin, 12 Mei 2025 | 11:38 WIB

Microsoft Larang Karyawannya Pakai DeepSeek, Takut Data Tersimpan di China

Microsoft Larang Karyawannya Pakai DeepSeek, Takut Data Tersimpan di China

Tekno | Senin, 12 Mei 2025 | 10:18 WIB

3 Fakta Denda dan Sanksi FIFA ke PSSI Jelang Timnas Indonesia vs China

3 Fakta Denda dan Sanksi FIFA ke PSSI Jelang Timnas Indonesia vs China

Bola | Senin, 12 Mei 2025 | 10:14 WIB

Terkini

Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo

Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:49 WIB

Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global

Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:33 WIB

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:03 WIB

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:43 WIB

Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global

Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:56 WIB

Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga

Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:36 WIB

Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini

Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026

Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:44 WIB

Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi

Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:32 WIB

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:44 WIB

×