Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Industri Otomotif RI "Meriang": Penjualan Mobil April 2025 Anjlok Terparah dalam Setahun!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 14 Mei 2025 | 13:00 WIB
Industri Otomotif RI "Meriang": Penjualan Mobil April 2025 Anjlok Terparah dalam Setahun!
Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (23/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kabar kurang sedap menghampiri industri otomotif Tanah Air. Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales (dari pabrikan ke diler) pada bulan April 2025 mengalami penurunan dramatis. Hanya tercatat sebanyak 51.205 unit, angka ini menjadi yang terburuk sepanjang tahun 2025, bahkan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

Penurunan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan performa bulan sebelumnya. Pada Maret 2025, penjualan mobil masih mampu menyentuh angka 70.895 unit. Artinya, dalam satu bulan saja, terjadi penurunan penjualan yang mencengangkan, mencapai 27,8%.

Lebih lanjut, jika menelisik data bulanan, performa penjualan April 2025 jelas menjadi titik nadir. Pada Januari dan Februari 2025, angka penjualan masih berada di atas 60.000 unit, bahkan sempat menyentuh 72.336 unit. Kenyataan ini semakin mempertegas bahwa April lalu menjadi bulan yang berat bagi para produsen otomotif.

Yang lebih mengkhawatirkan, angka penjualan April 2025 menjadi yang terendah dalam setahun terakhir. Sejak Mei 2024, rata-rata penjualan mobil nasional selalu berada di atas 70.000 unit per bulan. Terakhir kali penjualan menyentuh angka di bawah 50.000 unit terjadi pada April 2024, yaitu sebesar 48.764 unit. Setelah itu, pasar otomotif menunjukkan tren pemulihan yang positif, namun kini kembali terpuruk.

Akibatnya, total penjualan mobil secara wholesales selama empat bulan pertama tahun 2025 baru mencapai 256.368 unit.

Kondisi serupa juga terlihat pada data penjualan ritel (dari diler ke konsumen). Pada April 2025, penjualan ritel hanya mencapai 57.031 unit, menjadi yang terendah di tahun ini. Sebelumnya, penjualan ritel tercatat 64.029 unit pada Januari, 69.872 unit pada Februari, dan 76.582 unit pada Maret. Dengan demikian, total penjualan ritel selama empat bulan pertama 2025 baru menyentuh angka 267.514 unit.

Penurunan penjualan yang signifikan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai faktor-faktor penyebabnya. Apakah ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi global, kebijakan pemerintah, atau perubahan preferensi konsumen? Para pelaku industri otomotif dan pengamat ekonomi tentu akan mencermati lebih lanjut perkembangan ini untuk mencari solusi dan strategi agar "demam" yang melanda pasar otomotif nasional ini tidak berlarut-larut.

Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengakui bahwa kondisi industri otomotif nasional tidak baik-baik saja. Hal ini tercermin dari data penjualan sepanjang 2024, dimana penjualan mobil dari pabrikan ke diler (wholesales) hanya 865.723 unit. Angka ini jauh lebih kecil dibanding tahun 2023 yang tembus 1.005.802 unit. Artinya ada penurunan sebesar 140.079 unit atau 13,9%

"Tahun lalu ada penurunan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Hal ini berdampak langsung terhadap backward maupun forward linkage dalam industri otomotif. Ini berdampak terhadap nilai ekonomi sebesar Rp10 triliun," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (6/5/2025).

baca juga

Ia mengakui kalau lesunya pasar otomotif ini disebabkan banyak faktor, mulai dari penurunan daya beli, tantangan ekonomi global, dan lainnya. Menurut dia, kondisi tersebut amat berdampak pada penurunan ekonomi.

"Dari penurunan penjualan tahun lalu kami sudah menghitung secara teknokratis bahwa backward linkage dan forward linkage terpengaruh sebesar 0,97 persen ini untuk backward linkage yaitu Rp 5,4 triliun dan untuk forward linkage 0,83 persen atau Rp 4,6 triliun," kata Agus.

Ia menyebut kalau perlu ada upaya untuk memperbaiki industri otomotif di Indonesia, tak hanya dari pemerintah tetapi juga para stakeholder lain seperti pelaku industri.

"Ini harus menjadi perhatian semua, semua stakeholders. Tentu pemerintah merupakan key, kuncinya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Daihatsu Merosot Sepanjang April, Sigra Masih Jadi Penyelamat

Penjualan Daihatsu Merosot Sepanjang April, Sigra Masih Jadi Penyelamat

Otomotif | Selasa, 13 Mei 2025 | 18:39 WIB

Menperin Buka Suara Alasan Kebijakan TKDN Dilonggarkan

Menperin Buka Suara Alasan Kebijakan TKDN Dilonggarkan

Bisnis | Minggu, 11 Mei 2025 | 16:26 WIB

Menperin Sebut Pelonggaran Kebijakan TKDN Bukan Desakan Tarif Trump

Menperin Sebut Pelonggaran Kebijakan TKDN Bukan Desakan Tarif Trump

Bisnis | Minggu, 11 Mei 2025 | 14:05 WIB

Terkini

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:35 WIB

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:02 WIB

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:48 WIB

×