7 Juta Masyarakat China Bakal Kehilangan Pekerjaan, Ini Penyebabnya

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:39 WIB
7 Juta Masyarakat China Bakal Kehilangan Pekerjaan, Ini Penyebabnya
KehilangN pekerja [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Penganggguran di China nampaknya akan terus bertambah seiring tekanan ekonomi global yang belum mereda. Apalagi, tarif 30 persen ini membuat beberapa sektor mengalami tekanan.

Kepala ekonom di Soochow Securities Lu Zhe memperkirakan jumlah pekerjaan yang bakal kehilangan pekerja sebanyak 1,5-6,9 juta. Sedangkan, Alicia Garcia-Herrero, kepala ekonom Asia Pasifik di Natixis, memperkirakan tarif tiga digit dapat menyebabkan 6-9 juta kehilangan pekerjaan. 

"Tingkat tarif saat ini dapat memicu 4-6 juta PHK, sementara jika tarif turun 20% lagi, sekitar 1,5-2,5 juta pekerjaan dapat hilang,"katanya dilansir BBC, Sabtu (17/5/2025).

Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun 2025 dapat melambat sebesar 0,7 poin persentase dalam skenario paling optimis, 1,6 poin di bawah tarif saat ini, atau 2,5 poin. 

"Ketika Anda meningkatkan tarif ke tingkat yang begitu tinggi, banyak perusahaan memutuskan untuk berhenti merekrut dan pada dasarnya mulai mengirim pekerja kembali ke rumah," kata Garcia-Herrero.

"Pada angka 30%, saya ragu mereka akan berkata, oke, kembali lagi. Karena angkanya masih tinggi," tambahnya.

" Mungkin pemerintah Tiongkok berkata, wow, ini luar biasa. Namun, saya rasa banyak perusahaan tidak yakin ini akan berhasil," imbuhnya.

Sedangkan, penasihat pemerintah mengatakan Tiongkok sedang mencoba mengurangi hilangnya pekerjaan di sektor manufaktur dengan investasi negara yang lebih besar dalam proyek-proyek publik.  Hal ini menyerap tenaga kerja dan dengan menggunakan bank sentral untuk menyalurkan sumber daya keuangan yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Sebelumnya, pekerja Tiongkok Liu Shengzun kehilangan dua pekerjaan hanya dalam waktu satu bulan karena tarif impor AS melonjak hingga tiga digit pada bulan April, yang memaksa pabrik produk lampu Guangdong. Kemudian pabrik alas kaki, untuk mengurangi produksi. 

baca juga

Tarif turun drastis minggu ini, tetapi Liu telah berhenti dari pekerjaannya di pabrik dan sekarang kembali bertani di kampung halamannya di Tiongkok selatan.

"Sangat sulit tahun ini untuk mendapatkan pekerjaan tetap," kata pria berusia 42 tahun itu.

Dia yang memperoleh sekktar 832 dollar AS sekitar Rp 13 juta sebulan sebagai pekerja pabrik dan sekarang tidak memiliki sumber pendapatan tetap.  "Saya hampir tidak mampu membeli makanan," katanya.

Sedangkan, peredaan cepat dalam perang dagang AS-Tiongkok setelah perundingan Jenewa akhir pekan lalu telah membantu Beijing menghindari skenario mimpi buruk. PHK massal yang dapat membahayakan stabilitas sosial - yang dianggap Partai Komunis yang berkuasa sebagai prioritas utamanya, kunci untuk mempertahankan legitimasinya dan pada akhirnya kekuasaannya. 

Namun kenaikan tarif AS tahun ini sebesar 145% meninggalkan kerusakan ekonomi yang bertahan lama dan bahkan setelah perundingan Jenewa. Kenaikan tersebut masih cukup tinggi untuk terus merugikan pasar kerja dan memperlambat pertumbuhan Tiongkok, kata para ekonom dan penasihat kebijakan.

"Itu adalah kemenangan bagi Tiongkok," kata seorang penasihat kebijakan tentang perundingan tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas topik tersebut," katanya.

"Pabrik-pabrik akan dapat memulai kembali operasi dan tidak akan ada PHK massal, yang akan membantu menjaga stabilitas sosial," tambahnya.

Namun Tiongkok masih menghadapi tarif AS yang menantang sebesar 30% di atas bea yang sudah berlaku. "Sulit untuk berbisnis pada tarif 30%, tambah penasihat tersebut. Seiring waktu, tarif tersebut akan menjadi beban bagi pembangunan ekonomi Tiongkok," katanya.

Sebelum pertemuan di Swiss, Beijing semakin khawatir tentang sinyal internal bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok sedang berjuang untuk menghindari kebangkrutan. Termasuk dalam industri padat karya seperti furnitur dan mainan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Maskulinitas Hambat Laki-Laki Bekerja di Sektor Ramah Lingkungan?

Benarkah Maskulinitas Hambat Laki-Laki Bekerja di Sektor Ramah Lingkungan?

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:35 WIB

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:07 WIB

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Bongkar Pabrik Sabu Berkedok Bengkel di Aceh, Polisi Tetapkan 10 Tersangka Termasuk 2 WNA China

Bongkar Pabrik Sabu Berkedok Bengkel di Aceh, Polisi Tetapkan 10 Tersangka Termasuk 2 WNA China

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Mao Zedong Jadi Bahan Lelucon, Kylian Mbappe Kehilangan Dua Sponsor China

Mao Zedong Jadi Bahan Lelucon, Kylian Mbappe Kehilangan Dua Sponsor China

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Rahasia Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Dibanding Buatan Eropa

Rahasia Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Dibanding Buatan Eropa

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Pemerintah China Siapkan Aturan Ketat untuk Layar Besar dan Fitur Mobil Modern

Pemerintah China Siapkan Aturan Ketat untuk Layar Besar dan Fitur Mobil Modern

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×